Sentani – Badan Gizi Nasional mendorong para ahli gizi di Papua untuk memperbanyak variasi menu program Makan Bergizi Gratis agar peserta didik tidak cepat bosan dan semakin tertarik datang ke sekolah.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Gunalan, mengatakan variasi menu MBG di Kabupaten Jayapura masih terbatas dibandingkan daerah lain, khususnya di Pulau Jawa.
“Setelah kami evaluasi, menu MBG di Kabupaten Jayapura baru sekitar lima sampai tujuh jenis. Ini perlu ditambah agar anak-anak tidak merasa bosan,” kata Gunalan di sela sosialisasi modul bagi pelaksana MBG di Sentani, Kamis (22/5/2026).
Menurut dia, di sejumlah daerah di Pulau Jawa, variasi menu MBG sudah mencapai 20 hingga 30 jenis.
Karena itu, BGN meminta para ahli gizi di Papua mulai menyusun inovasi menu yang lebih beragam dengan tetap menyesuaikan kebutuhan gizi dan potensi pangan lokal.
Dalam kegiatan tersebut, BGN juga memperkenalkan 23 modul edukasi yang akan digunakan sebagai panduan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kabupaten Jayapura.
Gunalan menilai Kabupaten Jayapura menjadi salah satu daerah yang cukup progresif dalam pelaksanaan program MBG.
“Kami melihat ada banyak inovasi yang dilakukan di sini. Karena itu, sosialisasi modul ini kami mulai dari Kabupaten Jayapura,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pelaksanaan MBG di Jayapura juga mendapat perhatian positif dari berbagai pihak internasional, termasuk UNICEF dan delegasi dari Tiongkok.
Menurut laporan yang diterima BGN, salah satu dampak positif program tersebut adalah meningkatnya minat siswa untuk hadir ke sekolah.
“Kalau ingin menarik lebih banyak anak datang ke sekolah, tentu menunya juga harus dibuat lebih menarik dan bervariasi,” katanya.
Saat ini, tercatat ada 24 SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Jayapura.
Meski secara umum pelaksanaan program berjalan baik, BGN menilai pengembangan variasi menu masih menjadi pekerjaan rumah utama agar manfaat MBG semakin optimal bagi peserta didik.

































































