Sukabumi – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sukabumi terus berjalan dengan menghadirkan menu yang disusun berdasarkan kebutuhan gizi peserta didik. Pada Senin (27/7/2026), sebanyak 3.869 penerima manfaat di dua wilayah layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali memperoleh makanan bergizi yang dirancang untuk mendukung kesehatan dan proses belajar mereka.
Dikutip dari laman jurnalsukabumi.com, di wilayah layanan SPPG Purabaya Neglasari 1 Yayasan Sirojul Ummah, sebanyak 2.220 penerima manfaat menerima menu berupa nasi putih, rendang, tahu, timun, dan semangka. Menu tersebut disusun dengan memperhatikan keseimbangan energi, protein, lemak, karbohidrat, dan serat sesuai kebutuhan kelompok usia penerima.
Berdasarkan analisis kandungan gizi, porsi untuk kelompok usia yang lebih besar mengandung sekitar 704,9 kilokalori, 13 gram protein, 1,4 gram lemak, 155,2 gram karbohidrat, dan 2 gram serat. Sementara porsi untuk kelompok usia yang lebih kecil mengandung 320 kilokalori, 5,9 gram protein, 0,6 gram lemak, 70,4 gram karbohidrat, serta 0,9 gram serat.
Kepala SPPG Purabaya Neglasari 1 Yayasan Sirojul Ummah, Malik Fajar, mengatakan penyusunan menu dilakukan secara terencana agar setiap makanan yang disajikan mampu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus tetap menarik untuk dikonsumsi.
“Kami terus berupaya menghadirkan menu yang bergizi, aman, dan bervariasi agar anak-anak memperoleh asupan nutrisi yang baik setiap hari. Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya tentang menyediakan makanan, tetapi juga menjadi investasi untuk meningkatkan kesehatan, tumbuh kembang, dan kualitas generasi masa depan,” ujar Malik Fajar.
Menurutnya, seluruh menu yang disajikan telah melalui proses perencanaan dan evaluasi kandungan gizi sehingga memenuhi standar yang ditetapkan dalam pelaksanaan Program MBG.
Sementara itu, di wilayah SPPG Antasena Bangun Bersama Cimahpar-Kalibunder, sebanyak 1.649 peserta didik dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA/SMK juga kembali menikmati makan siang bergizi.
Menu yang disajikan terdiri atas rendang sapi, nasi putih, tempe goreng, buncis kukus, dan buah jeruk. Kandungan gizinya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok usia.
Untuk siswa SD kelas IV hingga VI, SMP, dan SMA/SMK, menu tersebut mengandung sekitar 621,2 kilokalori, 35,6 gram protein, 23,3 gram lemak, 73,5 gram karbohidrat, serta 6,4 gram serat.
Adapun bagi peserta didik PAUD, TK, dan SD kelas I hingga III, disediakan porsi dengan kandungan sekitar 485,6 kilokalori, 30 gram protein, 18,7 gram lemak, 54,5 gram karbohidrat, dan 5,4 gram serat.
Kepala SPPG Antasena Bangun Bersama Cimahpar-Kalibunder, Pinantun Sarboni, mengatakan setiap menu dirancang agar tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga memiliki variasi dan cita rasa yang disukai anak-anak.
“Kami berkomitmen menyajikan menu yang tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga memperhatikan variasi dan cita rasa agar anak-anak dapat menikmati makanan yang disediakan. Harapannya, program ini dapat mendukung tumbuh kembang, kesehatan, serta meningkatkan konsentrasi belajar para peserta didik,” kata Pinantun Sarboni.
Ia menjelaskan bahwa proses penyusunan menu selalu diawali dengan analisis kebutuhan energi dan zat gizi sehingga makanan yang disajikan mampu memberikan kontribusi optimal terhadap kebutuhan nutrisi harian peserta didik.
Melalui penyajian makanan bergizi yang dilakukan secara konsisten, kedua SPPG tersebut berharap Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak di sekolah, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan, daya tahan tubuh, konsentrasi belajar, serta pembentukan generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan produktif.
































































