Bogor – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Selain meningkatkan pemenuhan gizi, program tersebut juga mampu menekan angka pengangguran melalui penyerapan tenaga kerja di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Lurah Kebon Kalapa Supyawan mengatakan di wilayahnya terdapat tiga dapur SPPG yang beroperasi untuk mendukung pelaksanaan program MBG. Keberadaan dapur tersebut menyerap sedikitnya 30 tenaga kerja dari warga setempat.
“Alhamdulillah dengan adanya program MBG itu, dampaknya luar biasa. Salah satunya dapat menekan jumlah pengangguran di wilayah kami. Dari tiga dapur yang ada, sedikitnya 30 orang bekerja di dapur tersebut,” kata Supyawan saat press gathering, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan sebelumnya terdapat sekitar 570 warga yang masuk kategori pengangguran. Dengan adanya program MBG, sebagian warga kini memperoleh pekerjaan sehingga membantu mengurangi jumlah tersebut.
Meski demikian, Supyawan mengakui masih terdapat sejumlah persoalan sosial di wilayahnya. Di antaranya angka kemiskinan yang mencapai sekitar 4.900 jiwa, sebanyak 47 anak putus sekolah, 17 kasus stunting, serta tujuh kasus demam berdarah dengue (DBD).
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut dapat diatasi melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, dinas terkait, serta masyarakat. Pihak kelurahan juga menggandeng Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk mengembalikan anak putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikan.
Sementara untuk penanganan DBD, pihak kelurahan berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan puskesmas setempat. Supyawan juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca yang tidak menentu, terutama karena sebagian wilayah Kebon Kalapa masuk kategori rawan bencana.
“Di Kebon Kalapa ada sembilan RW yang masuk kategori rawan bencana. Kami mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan, termasuk tidak membuang sampah sembarangan agar tidak memicu bencana,” ujarnya.
Selain itu, wilayah Kebon Kalapa yang berada di pusat kota juga dinilai rawan tawuran. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak kelurahan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas rutin melakukan patroli serta menerapkan jadwal ronda di lingkungan warga.
“Kami sudah menerapkan jadwal ronda untuk semua wilayah di Kebon Kalapa. Ini untuk mengantisipasi tindakan kriminal maupun kekerasan, termasuk tawuran,” kata Supyawan.

































































