• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Politik
  • Lifestyle
Program MBG Dirindukan Rakyat, Kepala Daerah Ungkap Curhat Warga

MBG Memasuki Fase Baru: Saatnya Mengukur Dampak, Bukan Sekadar Jumlah Penerima

August 11, 2026
Pengadilan Prancis Tuntut Hukuman Seumur Hidup Milisi ISIS

Pengadilan Prancis Tuntut Hukuman Seumur Hidup Milisi ISIS

September 25, 2026
Waspada Gejala Anak Teradikalisasi di Dunia Maya, Ini Tanda-tandanya!

Awasi Aktivitas Anak di Ruang Digital, Kemenag Keluarkan SE Larang HP di Sekolah, Atur Pengguaan Gawai di Rumah

September 21, 2026
Pendampingan Eks Napiter dan Keluarga di Poso Diperkuat Lewat Pembinaan Spiritual, Pemberdayaan Ekonomi, dan Pendidikan

Pendampingan Eks Napiter dan Keluarga di Poso Diperkuat Lewat Pembinaan Spiritual, Pemberdayaan Ekonomi, dan Pendidikan

September 21, 2026
Narasi Ekstrem Masif di Medsos, FKPT Kalsel: Generasi Muda Harus Bisa Saring Konten di Ruang Digital

Narasi Ekstrem Masif di Medsos, FKPT Kalsel: Generasi Muda Harus Bisa Saring Konten di Ruang Digital

September 21, 2026
Belajar dari Luka Poso, 40 Guru Lintas Agama di Sulteng Dilatih Jadi Penjaga Kerukunan di Kelas

Belajar dari Luka Poso, 40 Guru Lintas Agama di Sulteng Dilatih Jadi Penjaga Kerukunan di Kelas

September 21, 2026
DARI PIRING GURU UNTUK GENERASI SEHAT: FIKES UHAMKA HADIRKAN PGS-PL DI SDN PONDOK PINANG 01 JAKARTA

DARI PIRING GURU UNTUK GENERASI SEHAT: FIKES UHAMKA HADIRKAN PGS-PL DI SDN PONDOK PINANG 01 JAKARTA

September 20, 2026
Waspada Radikalisme Digital, PLN Riau-Kepri Bekali Pegawai Pemahaman Bahaya Paham Radikal dan Terorisme

Waspada Radikalisme Digital, PLN Riau-Kepri Bekali Pegawai Pemahaman Bahaya Paham Radikal dan Terorisme

September 17, 2026
BNPT, Densus 88, dan Pemprov Sumbar Perkuat Sinergi Lindungi Anak dari Radikalisme Digital

BNPT, Densus 88, dan Pemprov Sumbar Perkuat Sinergi Lindungi Anak dari Radikalisme Digital

September 17, 2026
“Emir Syariah” dan 22 Anggota ISIS Ditangkap Pasukan Keamanan Kurdi

“Emir Syariah” dan 22 Anggota ISIS Ditangkap Pasukan Keamanan Kurdi

September 17, 2026
Paguyuban dan Ormas di Papua Selatan Diajak Jaga Kebinekaan dan Perkuat Persatuan

Paguyuban dan Ormas di Papua Selatan Diajak Jaga Kebinekaan dan Perkuat Persatuan

September 17, 2026
FATF Soroti Platform Game untuk Pencucian Uang, Pendanaan Terorisme dan Judi Online

FATF Soroti Platform Game untuk Pencucian Uang, Pendanaan Terorisme dan Judi Online

September 17, 2026
Pelajar SMAN 3 Sidoarjo Dibekali Pemahaman Pencegahan Radikalisme, Ekstremisme, dan Bullying

Pelajar SMAN 3 Sidoarjo Dibekali Pemahaman Pencegahan Radikalisme, Ekstremisme, dan Bullying

September 17, 2026
moderat.id
  • Home
  • News
    • All
    • Daerah
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    Pengadilan Prancis Tuntut Hukuman Seumur Hidup Milisi ISIS

    Pengadilan Prancis Tuntut Hukuman Seumur Hidup Milisi ISIS

    Waspada Gejala Anak Teradikalisasi di Dunia Maya, Ini Tanda-tandanya!

    Awasi Aktivitas Anak di Ruang Digital, Kemenag Keluarkan SE Larang HP di Sekolah, Atur Pengguaan Gawai di Rumah

    Pendampingan Eks Napiter dan Keluarga di Poso Diperkuat Lewat Pembinaan Spiritual, Pemberdayaan Ekonomi, dan Pendidikan

    Pendampingan Eks Napiter dan Keluarga di Poso Diperkuat Lewat Pembinaan Spiritual, Pemberdayaan Ekonomi, dan Pendidikan

    Narasi Ekstrem Masif di Medsos, FKPT Kalsel: Generasi Muda Harus Bisa Saring Konten di Ruang Digital

    Narasi Ekstrem Masif di Medsos, FKPT Kalsel: Generasi Muda Harus Bisa Saring Konten di Ruang Digital

    Belajar dari Luka Poso, 40 Guru Lintas Agama di Sulteng Dilatih Jadi Penjaga Kerukunan di Kelas

    Belajar dari Luka Poso, 40 Guru Lintas Agama di Sulteng Dilatih Jadi Penjaga Kerukunan di Kelas

    DARI PIRING GURU UNTUK GENERASI SEHAT: FIKES UHAMKA HADIRKAN PGS-PL DI SDN PONDOK PINANG 01 JAKARTA

    DARI PIRING GURU UNTUK GENERASI SEHAT: FIKES UHAMKA HADIRKAN PGS-PL DI SDN PONDOK PINANG 01 JAKARTA

    Waspada Radikalisme Digital, PLN Riau-Kepri Bekali Pegawai Pemahaman Bahaya Paham Radikal dan Terorisme

    Waspada Radikalisme Digital, PLN Riau-Kepri Bekali Pegawai Pemahaman Bahaya Paham Radikal dan Terorisme

    BNPT, Densus 88, dan Pemprov Sumbar Perkuat Sinergi Lindungi Anak dari Radikalisme Digital

    BNPT, Densus 88, dan Pemprov Sumbar Perkuat Sinergi Lindungi Anak dari Radikalisme Digital

    “Emir Syariah” dan 22 Anggota ISIS Ditangkap Pasukan Keamanan Kurdi

    “Emir Syariah” dan 22 Anggota ISIS Ditangkap Pasukan Keamanan Kurdi

    Trending Tags

    • Religi
      Menag Nasaruddin: Meneladani Nabi Juga Berarti Menjaga Alam

      Menag Nasaruddin: Meneladani Nabi Juga Berarti Menjaga Alam

      Maulid Nabi 1448 H, Menag Ajak Umat Teladani Rasulullah dalam Merawat Toleransi

      Maulid Nabi 1448 H, Menag Ajak Umat Teladani Rasulullah dalam Merawat Toleransi

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

    • Olahraga
      • All
      • Beladiri
      • Bola
      • Otomotif
      • Raket
      Bezzecchi Rebut Pole MotoGP Aragon 2026, Marc-Alex Marquez di Baris Terdepan

      Bezzecchi Rebut Pole MotoGP Aragon 2026, Marc-Alex Marquez di Baris Terdepan

      Disiapkan Jadi Pengganti Mo Salah, Liverpool Tebus Barcola dari PSG Rp 2,9 Triliun

      Disiapkan Jadi Pengganti Mo Salah, Liverpool Tebus Barcola dari PSG Rp 2,9 Triliun

      Rodri Resmi Gabung Barcelona, Dikontrak hingga 2030

      Rodri Resmi Gabung Barcelona, Dikontrak hingga 2030

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Cincin di Jari Ronaldo Bikin Heboh, CR7 dan Georgina Disebut Menikah Privat

      Cincin di Jari Ronaldo Bikin Heboh, CR7 dan Georgina Disebut Menikah Privat

      Ayah Lionel Messi, Jorge Messi, Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun

      Ayah Lionel Messi, Jorge Messi, Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun

      Raul Fernandez Tak Terbendung, Menangi MotoGP Inggris 2026 di Silverstone

      Raul Fernandez Tak Terbendung, Menangi MotoGP Inggris 2026 di Silverstone

      Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, PSSI Siapkan Evaluasi Total Timnas Indonesia

      Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, PSSI Siapkan Evaluasi Total Timnas Indonesia

      Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA

      Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA

    • Budaya
    • Lifestyle
      Roberto Carlos Bantah Jadi Mualaf, Ungkap Pernikahan Digelar dengan Dua Ritus

      Roberto Carlos Bantah Jadi Mualaf, Ungkap Pernikahan Digelar dengan Dua Ritus

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Trending Tags

      • Opini
        MBG dan Gempa NTT: Langkah Nyata untuk Korban Bencana

        MBG dan Gempa NTT: Langkah Nyata untuk Korban Bencana

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Menunggu Sepak Terjang Sudaryono dalam Meluruskan Jalan Program MBG

        Menunggu Sepak Terjang Sudaryono dalam Meluruskan Jalan Program MBG

        Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur: Ada Apa? Berdampakkah pada Reformasi MBG?

        Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur: Ada Apa? Berdampakkah pada Reformasi MBG?

        Seminggu MBG Kembali Bergulir Pasca Libur Sekolah: Harapan Baru Tata Kelola Menuju Zero Risk

        Seminggu MBG Kembali Bergulir Pasca Libur Sekolah: Harapan Baru Tata Kelola Menuju Zero Risk

        MBG: SPPG atau Kantin Sekolah, Bagaimana Mekanisme Agar Gizi Terpenuhi dan Aman dari Risiko

        MBG: SPPG atau Kantin Sekolah, Bagaimana Mekanisme Agar Gizi Terpenuhi dan Aman dari Risiko

        Trending Tags

        No Result
        View All Result
        moderat.id
        No Result
        View All Result
        Home News Ekonomi

        MBG Memasuki Fase Baru: Saatnya Mengukur Dampak, Bukan Sekadar Jumlah Penerima

        by admin
        August 11, 2026
        in Ekonomi, Nasional, News
        0
        Program MBG Dirindukan Rakyat, Kepala Daerah Ungkap Curhat Warga
        616
        SHARES
        1.8k
        VIEWS
        Share on FacebookShare on Twitter

        JAKARTA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki fase penting setelah berjalan lebih dari satu tahun. Ketika cakupan penerima manfaat terus diperluas, pemerintah kini menghadapi tantangan yang lebih mendasar: memastikan program tersebut tidak sekadar berhasil mencapai target administratif, tetapi benar-benar memperbaiki kualitas gizi masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi sektor pangan nasional.

        Perubahan arah mulai terlihat di Badan Gizi Nasional (BGN). Pemerintah kini tidak lagi semata mengejar percepatan jumlah penerima dan operasional dapur, tetapi mulai memperketat tata kelola, keamanan pangan, pengawasan, hingga standardisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

        Langkah tersebut muncul setelah pelaksanaan MBG menghadapi sejumlah persoalan, mulai dari dugaan penyimpangan anggaran, kasus gangguan kesehatan akibat makanan, hingga temuan pelanggaran standar higiene dan sanitasi di sejumlah dapur.

        Kondisi itu mendorong munculnya pertanyaan mengenai ukuran keberhasilan MBG. Apakah keberhasilan cukup dihitung dari jumlah penerima manfaat dan dapur yang beroperasi, atau harus diukur dari perubahan status gizi anak, efektivitas belanja negara, serta dampaknya terhadap petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM pangan?

        Peneliti Center of Economic and Law Studies (Celios) Isnawati Hidayah menilai evaluasi MBG perlu ditempatkan dalam kerangka transformasi sistem pangan yang lebih berkelanjutan. Menurutnya, kebijakan pangan berskala besar membutuhkan fondasi kelembagaan dan tata kelola yang kuat agar tidak terjebak pada pencapaian angka administratif.

        “Kalau kita lihat lagi, banyak program strategis pemerintah yang menyerap anggaran besar justru tata kelolanya mengalami kegagalan. Contohnya program makan bergizi gratis karena masih banyak persoalan keamanan pangan, kualitas gizi, transparansi anggaran, dan rantai pasok yang tidak stabil,” ujarnya dikutip dari laman bisnis.com.

        Isnawati mengatakan ukuran keberhasilan MBG semestinya tidak berhenti pada jumlah porsi yang dibagikan, jumlah SPPG yang beroperasi, ataupun banyaknya penerima manfaat. Pemerintah perlu mengukur apakah program tersebut benar-benar meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus memberikan manfaat ekonomi kepada produsen pangan lokal.

        “Program sebesar itu tidak hanya diukur dari jumlah porsi atau jumlah penerima manfaat. Harus diketahui apakah benar-benar memberikan dampak nyata untuk petani lokal dan anak-anak kita,” katanya.

        Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet juga menilai evaluasi MBG harus menyentuh persoalan yang muncul sejak tahap awal implementasi.

        Menurut Yusuf, persyaratan mengenai higiene, sanitasi, hingga pengelolaan limbah semestinya dipenuhi sebelum sebuah dapur mulai beroperasi. Jika standar tersebut baru diperketat setelah program berjalan, hal itu menunjukkan bahwa mekanisme verifikasi pra-operasional belum berjalan optimal.

        “Standar teknis seperti kelayakan higiene sanitasi dan pengolahan limbah seharusnya menjadi syarat masuk, bukan justru dipenuhi setelah dapur beroperasi. Ini menunjukkan verifikasi pra-operasional tidak berjalan dengan disiplin,” ujarnya.

        Ia menilai pemerintah melakukan ekspansi dalam skala besar ketika kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur, dan sistem pengawasan belum sepenuhnya memadai. Menurutnya, program sebesar MBG idealnya melewati tahapan percontohan yang ketat sebelum diperluas secara nasional.

        “Harusnya ada piloting project terlebih dulu, diuji di wilayah terbatas, dievaluasi ketat, baru kemudian diperluas. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, ekspansi dilakukan dulu, evaluasi menyusul setelah muncul kasus,” kata Yusuf.

        Persoalan lain yang perlu mendapat perhatian adalah tata kelola pengadaan bahan pangan. Praktik mark up harga maupun pembatasan pemasok tidak hanya berpotensi mengurangi kualitas layanan dan efisiensi anggaran, tetapi juga dapat memengaruhi harga pangan di tingkat lokal.

        MBG merupakan pembeli pangan dalam jumlah besar. Karena itu, mekanisme pengadaan yang tidak transparan atau tidak kompetitif berpotensi menciptakan distorsi pasar.

        “Program seperti MBG adalah pembeli besar di tingkat lokal. Ketika ada mark up dan pembatasan supplier, itu bisa menciptakan harga acuan buatan yang mendorong harga pangan di sekitar ikut naik,” ujarnya.

        Padahal, salah satu potensi strategis MBG adalah menjadikan SPPG sebagai pembeli tetap atau offtaker bagi produk petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM pangan di daerah.

        Agar fungsi tersebut berjalan, Yusuf mendorong pemerintah memperkuat digitalisasi pengadaan, audit berbasis data secara real time, serta integrasi antara kebutuhan SPPG dengan kapasitas produksi pangan lokal.

        Ia juga mengingatkan bahwa keterbatasan ruang fiskal membuat pemerintah perlu menentukan prioritas wilayah penerima manfaat.

        “Dengan ruang fiskal yang terbatas, program ini tidak bisa dipaksakan merata. SPPG perlu difokuskan ke daerah yang benar-benar membutuhkan,” katanya.

        BGN Mulai Berbenah

        Evaluasi tersebut mulai diikuti langkah pembenahan di tubuh BGN. Penataan dilakukan setelah Kejaksaan Agung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi terkait tata kelola MBG periode 2025–2026.

        Kepemimpinan BGN kemudian mengalami perubahan hingga akhirnya Sudaryono, mantan Wakil Menteri Pertanian, dipercaya memimpin lembaga tersebut.

        Dalam dua pekan pertama masa kepemimpinannya, Sudaryono melakukan penertiban terhadap aparatur dan mitra penyelenggara MBG. Sebanyak 261 pegawai non-ASN diberhentikan karena dugaan pelanggaran disiplin.

        Selain itu, sembilan ASN dan PPPK diproses terkait dugaan pelanggaran disiplin berat, sedangkan 39 pegawai lainnya dikenai sanksi administratif.

        Penertiban juga menyasar dapur SPPG. Hingga akhir Juli 2026, BGN menyatakan sebanyak 833 dapur ditutup permanen karena terbukti melanggar ketentuan higiene, sanitasi, maupun kualitas makanan.

        Dari jumlah tersebut, 98 dapur berada di Sumatra, 311 di Jawa dan Madura, serta 424 dapur berada di wilayah lainnya.

        Sudaryono menegaskan bahwa dapur yang telah dikenai sanksi permanen tidak lagi menerima pembayaran dari pemerintah.

        “Dapur yang disuspensi secara permanen ini bukan seperti yang lalu. Kalau dulu disuspensi tetapi tetap dibayar, kalau ini sudah disuspensi, tutup dan tidak dibayar,” ujarnya.

        Menurut Sudaryono, penindakan diperlukan agar pelanggaran yang dilakukan sebagian mitra tidak mencoreng kinerja penyelenggara lain yang telah menjalankan program sesuai ketentuan.

        Pemerintah juga memastikan penerima manfaat tetap memperoleh layanan. Distribusi makanan dari dapur yang ditutup dialihkan kepada SPPG lain yang masih beroperasi di wilayah sekitarnya.

        Pembenahan juga menyasar sistem pengadaan bahan pangan. BGN melarang dapur menggunakan sejumlah komoditas bersubsidi, antara lain Minyakita, LPG 3 kilogram, dan beras SPHP.

        Selain itu, pembelian bahan pangan diwajibkan mengikuti Harga Acuan Pemerintah. Kebijakan tersebut ditujukan untuk menjaga agar pengadaan tidak merugikan produsen maupun konsumen serta mencegah penggunaan anggaran secara tidak efisien.

        Aspek keamanan pangan juga ditempatkan sebagai prioritas. Sudaryono menyatakan tidak boleh ada lagi kasus keracunan dalam penyelenggaraan MBG.

        “Bagaimana caranya memastikan tidak boleh ada keracunan lagi. Tidak boleh lagi. Ini fatal. Langsung kami suspend, kami copot kepala SPPG-nya,” ujarnya.

        Langkah lain dilakukan melalui integrasi data penerima manfaat. BGN mulai menyelaraskan data dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, Kementerian Kependudukan dan BKKBN, Kementerian Kesehatan, serta sejumlah instansi lainnya.

        Menurut Sudaryono, sinkronisasi tersebut berhasil mengurangi sekitar enam juta data penerima ganda. Dengan demikian, anggaran diharapkan dapat digunakan secara lebih tepat sasaran.

        Rangkaian pembenahan tersebut menunjukkan bahwa MBG mulai memasuki fase berbeda. Jika pada tahap awal fokus utama berada pada kecepatan ekspansi, tantangan berikutnya adalah membuktikan kualitas dan dampaknya. Di titik inilah ukuran keberhasilan program perlu diperluas.

        Jumlah dapur yang beroperasi dan penerima manfaat tetap penting sebagai indikator cakupan. Namun, indikator tersebut tidak cukup untuk menjawab pertanyaan apakah MBG benar-benar meningkatkan status gizi masyarakat.

        Pemerintah juga perlu menunjukkan bukti mengenai perubahan status gizi anak, kualitas menu, keamanan makanan, efisiensi biaya, serta ketepatan sasaran penerima manfaat.

        Pada saat yang sama, MBG memiliki peluang menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem pangan daerah. Dengan skala belanja yang besar, program ini dapat menciptakan pasar yang lebih pasti bagi petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM pangan.

        Namun, peluang tersebut hanya akan terwujud jika rantai pasok dibangun secara transparan dan kompetitif. Jika tidak, posisi MBG sebagai pembeli pangan dalam skala besar justru berpotensi menciptakan konsentrasi pemasok dan distorsi harga.

        Karena itu, pembenahan MBG tidak semestinya hanya berorientasi pada penindakan setelah terjadi pelanggaran. Pemerintah perlu membangun sistem pencegahan yang bekerja sejak tahap perencanaan, pemilihan mitra, verifikasi dapur, pengadaan bahan pangan, produksi makanan, distribusi, hingga pengawasan dan evaluasi dampak.

        Fase baru MBG pada akhirnya bukan lagi tentang seberapa cepat program diperluas, melainkan seberapa kuat program tersebut mampu membuktikan manfaatnya.

        Jika reformasi tata kelola dilakukan secara konsisten, MBG berpotensi berkembang bukan sekadar sebagai program pemberian makanan, tetapi sebagai instrumen investasi sumber daya manusia sekaligus penggerak ekonomi pangan nasional.

        Sebaliknya, apabila evaluasi hanya berhenti pada penutupan dapur dan pemberian sanksi tanpa mengukur dampak terhadap kualitas gizi, efektivitas anggaran, serta kesejahteraan produsen pangan lokal, maka persoalan mendasar program belum sepenuhnya terselesaikan.

        Dengan demikian, tantangan terbesar MBG setelah fase ekspansi bukan lagi sekadar berapa banyak yang menerima, tetapi seberapa besar manfaat yang benar-benar dihasilkan.

        Tags: BGNdampak ekonomikualitas giziMBGtata kelola
        Share246Tweet154Share62
        • Trending
        • Comments
        • Latest
        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        November 11, 2025
        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        November 6, 2025
        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        June 30, 2026
        Pengadilan Prancis Tuntut Hukuman Seumur Hidup Milisi ISIS

        Pengadilan Prancis Tuntut Hukuman Seumur Hidup Milisi ISIS

        0

        Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

        0

        Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

        0
        Pengadilan Prancis Tuntut Hukuman Seumur Hidup Milisi ISIS

        Pengadilan Prancis Tuntut Hukuman Seumur Hidup Milisi ISIS

        September 25, 2026
        Waspada Gejala Anak Teradikalisasi di Dunia Maya, Ini Tanda-tandanya!

        Awasi Aktivitas Anak di Ruang Digital, Kemenag Keluarkan SE Larang HP di Sekolah, Atur Pengguaan Gawai di Rumah

        September 21, 2026
        Pendampingan Eks Napiter dan Keluarga di Poso Diperkuat Lewat Pembinaan Spiritual, Pemberdayaan Ekonomi, dan Pendidikan

        Pendampingan Eks Napiter dan Keluarga di Poso Diperkuat Lewat Pembinaan Spiritual, Pemberdayaan Ekonomi, dan Pendidikan

        September 21, 2026
        moderat.id

        Copyright © 2019

        Navigate Site

        • Privacy & Policy
        • Contact
        • About

        Follow Us

        No Result
        View All Result
        • Home
        • Entertainment/Lifestyle
        • Olahraga
        • Otomotif
        • Lifestyle
        • News
          • Internasional
          • Nasional
          • Politik
          • Ekonomi
        • Religi

        Copyright © 2019