• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Politik
  • Lifestyle
Program MBG Dirindukan Rakyat, Kepala Daerah Ungkap Curhat Warga

MBG Memasuki Fase Baru: Saatnya Mengukur Dampak, Bukan Sekadar Jumlah Penerima

August 11, 2026
56 Calon Paskibraka Tanjungpinang Dibekali Wawasan Kebangsaan, Diminta Jadi Teladan

56 Calon Paskibraka Tanjungpinang Dibekali Wawasan Kebangsaan, Diminta Jadi Teladan

August 12, 2026
IKAL Lemhannas DKI Dorong Wawasan Kebangsaan Jadi Benteng Hadapi Ancaman Digital

IKAL Lemhannas DKI Dorong Wawasan Kebangsaan Jadi Benteng Hadapi Ancaman Digital

August 11, 2026
Tak Hanya Pemenuhan Gizi, MBG Gerakkan Ekonomi Lokal, Serap Tenaga Kerja, dan Rantai Pasok Daerah

BGN Wajibkan Label Batas Konsumsi MBG, Makanan Harus Dihabiskan Maksimal 4 Jam

August 11, 2026
Kerukunan Beragama Tak Mesti Bangun Hubungan Harmonis Antarmanusia, Tapi Juga Hubungan Manusia dan Alam

Kerukunan Beragama Tak Mesti Bangun Hubungan Harmonis Antarmanusia, Tapi Juga Hubungan Manusia dan Alam

August 11, 2026
Ayah Lionel Messi, Jorge Messi, Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun

Ayah Lionel Messi, Jorge Messi, Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun

August 11, 2026
9 Anggota ISIS Ditangkap Otoritas Suriah Dekat Israel

9 Anggota ISIS Ditangkap Otoritas Suriah Dekat Israel

August 11, 2026
MBG Dinilai Jadi Benteng Ekonomi Rakyat di Tengah Ketidakpastian Global

DPR RI Tegaskan MBG Tak Dihentikan, Tata Kelola SPPG Diminta Diperkuat

August 11, 2026
Raul Fernandez Tak Terbendung, Menangi MotoGP Inggris 2026 di Silverstone

Raul Fernandez Tak Terbendung, Menangi MotoGP Inggris 2026 di Silverstone

August 11, 2026
Kesiapsiagaan Nasional dan Kolaborasi Lintas Sektor Elemen Penting dalam Menjaga Infrastruktur Energi Strategis.

Kesiapsiagaan Nasional dan Kolaborasi Lintas Sektor Elemen Penting dalam Menjaga Infrastruktur Energi Strategis.

August 11, 2026
Guru Besar IPB: Bahan Lokal Bisa Bikin Menu MBG Lebih Efisien

Guru Besar IPB: Bahan Lokal Bisa Bikin Menu MBG Lebih Efisien

August 10, 2026
Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, PSSI Siapkan Evaluasi Total Timnas Indonesia

Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, PSSI Siapkan Evaluasi Total Timnas Indonesia

August 10, 2026
Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

August 10, 2026
moderat.id
  • Home
  • News
    • All
    • Daerah
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    56 Calon Paskibraka Tanjungpinang Dibekali Wawasan Kebangsaan, Diminta Jadi Teladan

    56 Calon Paskibraka Tanjungpinang Dibekali Wawasan Kebangsaan, Diminta Jadi Teladan

    IKAL Lemhannas DKI Dorong Wawasan Kebangsaan Jadi Benteng Hadapi Ancaman Digital

    IKAL Lemhannas DKI Dorong Wawasan Kebangsaan Jadi Benteng Hadapi Ancaman Digital

    Tak Hanya Pemenuhan Gizi, MBG Gerakkan Ekonomi Lokal, Serap Tenaga Kerja, dan Rantai Pasok Daerah

    BGN Wajibkan Label Batas Konsumsi MBG, Makanan Harus Dihabiskan Maksimal 4 Jam

    Kerukunan Beragama Tak Mesti Bangun Hubungan Harmonis Antarmanusia, Tapi Juga Hubungan Manusia dan Alam

    Kerukunan Beragama Tak Mesti Bangun Hubungan Harmonis Antarmanusia, Tapi Juga Hubungan Manusia dan Alam

    Program MBG Dirindukan Rakyat, Kepala Daerah Ungkap Curhat Warga

    MBG Memasuki Fase Baru: Saatnya Mengukur Dampak, Bukan Sekadar Jumlah Penerima

    Ayah Lionel Messi, Jorge Messi, Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun

    Ayah Lionel Messi, Jorge Messi, Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun

    9 Anggota ISIS Ditangkap Otoritas Suriah Dekat Israel

    9 Anggota ISIS Ditangkap Otoritas Suriah Dekat Israel

    MBG Dinilai Jadi Benteng Ekonomi Rakyat di Tengah Ketidakpastian Global

    DPR RI Tegaskan MBG Tak Dihentikan, Tata Kelola SPPG Diminta Diperkuat

    Kesiapsiagaan Nasional dan Kolaborasi Lintas Sektor Elemen Penting dalam Menjaga Infrastruktur Energi Strategis.

    Kesiapsiagaan Nasional dan Kolaborasi Lintas Sektor Elemen Penting dalam Menjaga Infrastruktur Energi Strategis.

    Trending Tags

    • Religi
      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

      Festival Waisak 2026 Jadi Ruang Penguatan Toleransi dan Persatuan Lintas Umat Beragama

      Festival Waisak 2026 Jadi Ruang Penguatan Toleransi dan Persatuan Lintas Umat Beragama

      Waisak di Borobudur Buktikan Kerukunan Umat Beragama Indonesia Kian Kokoh

      Waisak di Borobudur Buktikan Kerukunan Umat Beragama Indonesia Kian Kokoh

    • Olahraga
      • All
      • Beladiri
      • Bola
      • Otomotif
      • Raket
      Ayah Lionel Messi, Jorge Messi, Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun

      Ayah Lionel Messi, Jorge Messi, Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun

      Raul Fernandez Tak Terbendung, Menangi MotoGP Inggris 2026 di Silverstone

      Raul Fernandez Tak Terbendung, Menangi MotoGP Inggris 2026 di Silverstone

      Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, PSSI Siapkan Evaluasi Total Timnas Indonesia

      Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, PSSI Siapkan Evaluasi Total Timnas Indonesia

      Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA

      Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA

      DIpermak Vietnam 0-3, Herdman Akui Timnas Indonesia Tampil Jelek

      DIpermak Vietnam 0-3, Herdman Akui Timnas Indonesia Tampil Jelek

      Jelang Hadapi Vietnam, Herdman Minta Timnas Indonesia Siap Hadapi Tekanan di Lapangan

      Jelang Hadapi Vietnam, Herdman Minta Timnas Indonesia Siap Hadapi Tekanan di Lapangan

      Mitchell Baker Hattrick, Timnas Indonesia Gilas Kamboja 5-1 di Laga Perdana Piala AFF

      Mitchell Baker Hattrick, Timnas Indonesia Gilas Kamboja 5-1 di Laga Perdana Piala AFF

      Menuju Piala Dunia 2030, Zidane, Klopp, dan Guardiola Dikaitkan dengan Kursi Pelatih Timnas Elite

      Menuju Piala Dunia 2030, Zidane, Klopp, dan Guardiola Dikaitkan dengan Kursi Pelatih Timnas Elite

      Juara Dunia 2026, Spanyol Gusur Argentina dari Puncak Ranking FIFA

      Juara Dunia 2026, Spanyol Gusur Argentina dari Puncak Ranking FIFA

    • Budaya
    • Lifestyle
      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Napi Berisiko Tinggi, Ammar Zoni Dipindahkan ke Lapas Super Maksimum di Nusakambangan

      Napi Berisiko Tinggi, Ammar Zoni Dipindahkan ke Lapas Super Maksimum di Nusakambangan

      Ammar Zoni Ketahuan Edarkan Narkoba di Dalam Rutan, Dihukum Sel Isolasi 40 Hari

      Ammar Zoni Ketahuan Edarkan Narkoba di Dalam Rutan, Dihukum Sel Isolasi 40 Hari

      Trending Tags

      • Opini
        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Menunggu Sepak Terjang Sudaryono dalam Meluruskan Jalan Program MBG

        Menunggu Sepak Terjang Sudaryono dalam Meluruskan Jalan Program MBG

        Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur: Ada Apa? Berdampakkah pada Reformasi MBG?

        Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur: Ada Apa? Berdampakkah pada Reformasi MBG?

        Seminggu MBG Kembali Bergulir Pasca Libur Sekolah: Harapan Baru Tata Kelola Menuju Zero Risk

        Seminggu MBG Kembali Bergulir Pasca Libur Sekolah: Harapan Baru Tata Kelola Menuju Zero Risk

        MBG: SPPG atau Kantin Sekolah, Bagaimana Mekanisme Agar Gizi Terpenuhi dan Aman dari Risiko

        MBG: SPPG atau Kantin Sekolah, Bagaimana Mekanisme Agar Gizi Terpenuhi dan Aman dari Risiko

        Hari Pertama MBG Pasca Libur Sekolah: Kangen Itu Terbayarkan

        Hari Pertama MBG Pasca Libur Sekolah: Kangen Itu Terbayarkan

        Trending Tags

        No Result
        View All Result
        moderat.id
        No Result
        View All Result
        Home News Ekonomi

        MBG Memasuki Fase Baru: Saatnya Mengukur Dampak, Bukan Sekadar Jumlah Penerima

        by admin
        August 11, 2026
        in Ekonomi, Nasional, News
        0
        Program MBG Dirindukan Rakyat, Kepala Daerah Ungkap Curhat Warga
        615
        SHARES
        1.8k
        VIEWS
        Share on FacebookShare on Twitter

        JAKARTA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki fase penting setelah berjalan lebih dari satu tahun. Ketika cakupan penerima manfaat terus diperluas, pemerintah kini menghadapi tantangan yang lebih mendasar: memastikan program tersebut tidak sekadar berhasil mencapai target administratif, tetapi benar-benar memperbaiki kualitas gizi masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi sektor pangan nasional.

        Perubahan arah mulai terlihat di Badan Gizi Nasional (BGN). Pemerintah kini tidak lagi semata mengejar percepatan jumlah penerima dan operasional dapur, tetapi mulai memperketat tata kelola, keamanan pangan, pengawasan, hingga standardisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

        Langkah tersebut muncul setelah pelaksanaan MBG menghadapi sejumlah persoalan, mulai dari dugaan penyimpangan anggaran, kasus gangguan kesehatan akibat makanan, hingga temuan pelanggaran standar higiene dan sanitasi di sejumlah dapur.

        Kondisi itu mendorong munculnya pertanyaan mengenai ukuran keberhasilan MBG. Apakah keberhasilan cukup dihitung dari jumlah penerima manfaat dan dapur yang beroperasi, atau harus diukur dari perubahan status gizi anak, efektivitas belanja negara, serta dampaknya terhadap petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM pangan?

        Peneliti Center of Economic and Law Studies (Celios) Isnawati Hidayah menilai evaluasi MBG perlu ditempatkan dalam kerangka transformasi sistem pangan yang lebih berkelanjutan. Menurutnya, kebijakan pangan berskala besar membutuhkan fondasi kelembagaan dan tata kelola yang kuat agar tidak terjebak pada pencapaian angka administratif.

        “Kalau kita lihat lagi, banyak program strategis pemerintah yang menyerap anggaran besar justru tata kelolanya mengalami kegagalan. Contohnya program makan bergizi gratis karena masih banyak persoalan keamanan pangan, kualitas gizi, transparansi anggaran, dan rantai pasok yang tidak stabil,” ujarnya dikutip dari laman bisnis.com.

        Isnawati mengatakan ukuran keberhasilan MBG semestinya tidak berhenti pada jumlah porsi yang dibagikan, jumlah SPPG yang beroperasi, ataupun banyaknya penerima manfaat. Pemerintah perlu mengukur apakah program tersebut benar-benar meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus memberikan manfaat ekonomi kepada produsen pangan lokal.

        “Program sebesar itu tidak hanya diukur dari jumlah porsi atau jumlah penerima manfaat. Harus diketahui apakah benar-benar memberikan dampak nyata untuk petani lokal dan anak-anak kita,” katanya.

        Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet juga menilai evaluasi MBG harus menyentuh persoalan yang muncul sejak tahap awal implementasi.

        Menurut Yusuf, persyaratan mengenai higiene, sanitasi, hingga pengelolaan limbah semestinya dipenuhi sebelum sebuah dapur mulai beroperasi. Jika standar tersebut baru diperketat setelah program berjalan, hal itu menunjukkan bahwa mekanisme verifikasi pra-operasional belum berjalan optimal.

        “Standar teknis seperti kelayakan higiene sanitasi dan pengolahan limbah seharusnya menjadi syarat masuk, bukan justru dipenuhi setelah dapur beroperasi. Ini menunjukkan verifikasi pra-operasional tidak berjalan dengan disiplin,” ujarnya.

        Ia menilai pemerintah melakukan ekspansi dalam skala besar ketika kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur, dan sistem pengawasan belum sepenuhnya memadai. Menurutnya, program sebesar MBG idealnya melewati tahapan percontohan yang ketat sebelum diperluas secara nasional.

        “Harusnya ada piloting project terlebih dulu, diuji di wilayah terbatas, dievaluasi ketat, baru kemudian diperluas. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, ekspansi dilakukan dulu, evaluasi menyusul setelah muncul kasus,” kata Yusuf.

        Persoalan lain yang perlu mendapat perhatian adalah tata kelola pengadaan bahan pangan. Praktik mark up harga maupun pembatasan pemasok tidak hanya berpotensi mengurangi kualitas layanan dan efisiensi anggaran, tetapi juga dapat memengaruhi harga pangan di tingkat lokal.

        MBG merupakan pembeli pangan dalam jumlah besar. Karena itu, mekanisme pengadaan yang tidak transparan atau tidak kompetitif berpotensi menciptakan distorsi pasar.

        “Program seperti MBG adalah pembeli besar di tingkat lokal. Ketika ada mark up dan pembatasan supplier, itu bisa menciptakan harga acuan buatan yang mendorong harga pangan di sekitar ikut naik,” ujarnya.

        Padahal, salah satu potensi strategis MBG adalah menjadikan SPPG sebagai pembeli tetap atau offtaker bagi produk petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM pangan di daerah.

        Agar fungsi tersebut berjalan, Yusuf mendorong pemerintah memperkuat digitalisasi pengadaan, audit berbasis data secara real time, serta integrasi antara kebutuhan SPPG dengan kapasitas produksi pangan lokal.

        Ia juga mengingatkan bahwa keterbatasan ruang fiskal membuat pemerintah perlu menentukan prioritas wilayah penerima manfaat.

        “Dengan ruang fiskal yang terbatas, program ini tidak bisa dipaksakan merata. SPPG perlu difokuskan ke daerah yang benar-benar membutuhkan,” katanya.

        BGN Mulai Berbenah

        Evaluasi tersebut mulai diikuti langkah pembenahan di tubuh BGN. Penataan dilakukan setelah Kejaksaan Agung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi terkait tata kelola MBG periode 2025–2026.

        Kepemimpinan BGN kemudian mengalami perubahan hingga akhirnya Sudaryono, mantan Wakil Menteri Pertanian, dipercaya memimpin lembaga tersebut.

        Dalam dua pekan pertama masa kepemimpinannya, Sudaryono melakukan penertiban terhadap aparatur dan mitra penyelenggara MBG. Sebanyak 261 pegawai non-ASN diberhentikan karena dugaan pelanggaran disiplin.

        Selain itu, sembilan ASN dan PPPK diproses terkait dugaan pelanggaran disiplin berat, sedangkan 39 pegawai lainnya dikenai sanksi administratif.

        Penertiban juga menyasar dapur SPPG. Hingga akhir Juli 2026, BGN menyatakan sebanyak 833 dapur ditutup permanen karena terbukti melanggar ketentuan higiene, sanitasi, maupun kualitas makanan.

        Dari jumlah tersebut, 98 dapur berada di Sumatra, 311 di Jawa dan Madura, serta 424 dapur berada di wilayah lainnya.

        Sudaryono menegaskan bahwa dapur yang telah dikenai sanksi permanen tidak lagi menerima pembayaran dari pemerintah.

        “Dapur yang disuspensi secara permanen ini bukan seperti yang lalu. Kalau dulu disuspensi tetapi tetap dibayar, kalau ini sudah disuspensi, tutup dan tidak dibayar,” ujarnya.

        Menurut Sudaryono, penindakan diperlukan agar pelanggaran yang dilakukan sebagian mitra tidak mencoreng kinerja penyelenggara lain yang telah menjalankan program sesuai ketentuan.

        Pemerintah juga memastikan penerima manfaat tetap memperoleh layanan. Distribusi makanan dari dapur yang ditutup dialihkan kepada SPPG lain yang masih beroperasi di wilayah sekitarnya.

        Pembenahan juga menyasar sistem pengadaan bahan pangan. BGN melarang dapur menggunakan sejumlah komoditas bersubsidi, antara lain Minyakita, LPG 3 kilogram, dan beras SPHP.

        Selain itu, pembelian bahan pangan diwajibkan mengikuti Harga Acuan Pemerintah. Kebijakan tersebut ditujukan untuk menjaga agar pengadaan tidak merugikan produsen maupun konsumen serta mencegah penggunaan anggaran secara tidak efisien.

        Aspek keamanan pangan juga ditempatkan sebagai prioritas. Sudaryono menyatakan tidak boleh ada lagi kasus keracunan dalam penyelenggaraan MBG.

        “Bagaimana caranya memastikan tidak boleh ada keracunan lagi. Tidak boleh lagi. Ini fatal. Langsung kami suspend, kami copot kepala SPPG-nya,” ujarnya.

        Langkah lain dilakukan melalui integrasi data penerima manfaat. BGN mulai menyelaraskan data dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, Kementerian Kependudukan dan BKKBN, Kementerian Kesehatan, serta sejumlah instansi lainnya.

        Menurut Sudaryono, sinkronisasi tersebut berhasil mengurangi sekitar enam juta data penerima ganda. Dengan demikian, anggaran diharapkan dapat digunakan secara lebih tepat sasaran.

        Rangkaian pembenahan tersebut menunjukkan bahwa MBG mulai memasuki fase berbeda. Jika pada tahap awal fokus utama berada pada kecepatan ekspansi, tantangan berikutnya adalah membuktikan kualitas dan dampaknya. Di titik inilah ukuran keberhasilan program perlu diperluas.

        Jumlah dapur yang beroperasi dan penerima manfaat tetap penting sebagai indikator cakupan. Namun, indikator tersebut tidak cukup untuk menjawab pertanyaan apakah MBG benar-benar meningkatkan status gizi masyarakat.

        Pemerintah juga perlu menunjukkan bukti mengenai perubahan status gizi anak, kualitas menu, keamanan makanan, efisiensi biaya, serta ketepatan sasaran penerima manfaat.

        Pada saat yang sama, MBG memiliki peluang menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem pangan daerah. Dengan skala belanja yang besar, program ini dapat menciptakan pasar yang lebih pasti bagi petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM pangan.

        Namun, peluang tersebut hanya akan terwujud jika rantai pasok dibangun secara transparan dan kompetitif. Jika tidak, posisi MBG sebagai pembeli pangan dalam skala besar justru berpotensi menciptakan konsentrasi pemasok dan distorsi harga.

        Karena itu, pembenahan MBG tidak semestinya hanya berorientasi pada penindakan setelah terjadi pelanggaran. Pemerintah perlu membangun sistem pencegahan yang bekerja sejak tahap perencanaan, pemilihan mitra, verifikasi dapur, pengadaan bahan pangan, produksi makanan, distribusi, hingga pengawasan dan evaluasi dampak.

        Fase baru MBG pada akhirnya bukan lagi tentang seberapa cepat program diperluas, melainkan seberapa kuat program tersebut mampu membuktikan manfaatnya.

        Jika reformasi tata kelola dilakukan secara konsisten, MBG berpotensi berkembang bukan sekadar sebagai program pemberian makanan, tetapi sebagai instrumen investasi sumber daya manusia sekaligus penggerak ekonomi pangan nasional.

        Sebaliknya, apabila evaluasi hanya berhenti pada penutupan dapur dan pemberian sanksi tanpa mengukur dampak terhadap kualitas gizi, efektivitas anggaran, serta kesejahteraan produsen pangan lokal, maka persoalan mendasar program belum sepenuhnya terselesaikan.

        Dengan demikian, tantangan terbesar MBG setelah fase ekspansi bukan lagi sekadar berapa banyak yang menerima, tetapi seberapa besar manfaat yang benar-benar dihasilkan.

        Tags: BGNdampak ekonomikualitas giziMBGtata kelola
        Share246Tweet154Share62
        • Trending
        • Comments
        • Latest
        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        November 11, 2025
        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        November 6, 2025
        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        June 30, 2026
        56 Calon Paskibraka Tanjungpinang Dibekali Wawasan Kebangsaan, Diminta Jadi Teladan

        56 Calon Paskibraka Tanjungpinang Dibekali Wawasan Kebangsaan, Diminta Jadi Teladan

        0

        Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

        0

        Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

        0
        56 Calon Paskibraka Tanjungpinang Dibekali Wawasan Kebangsaan, Diminta Jadi Teladan

        56 Calon Paskibraka Tanjungpinang Dibekali Wawasan Kebangsaan, Diminta Jadi Teladan

        August 12, 2026
        IKAL Lemhannas DKI Dorong Wawasan Kebangsaan Jadi Benteng Hadapi Ancaman Digital

        IKAL Lemhannas DKI Dorong Wawasan Kebangsaan Jadi Benteng Hadapi Ancaman Digital

        August 11, 2026
        Tak Hanya Pemenuhan Gizi, MBG Gerakkan Ekonomi Lokal, Serap Tenaga Kerja, dan Rantai Pasok Daerah

        BGN Wajibkan Label Batas Konsumsi MBG, Makanan Harus Dihabiskan Maksimal 4 Jam

        August 11, 2026
        moderat.id

        Copyright © 2019

        Navigate Site

        • Privacy & Policy
        • Contact
        • About

        Follow Us

        No Result
        View All Result
        • Home
        • Entertainment/Lifestyle
        • Olahraga
        • Otomotif
        • Lifestyle
        • News
          • Internasional
          • Nasional
          • Politik
          • Ekonomi
        • Religi

        Copyright © 2019