BUOL — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menyapa siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Buol setelah sempat terhenti selama beberapa bulan. Sebanyak 240 paket makanan bergizi kembali disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Buolnesia Unggul Sejahtera kepada warga madrasah, Kamis (20/8/2026).
Kembalinya layanan MBG disambut antusias para siswa yang telah menantikan program tersebut kembali berjalan. Penyaluran dilakukan setelah proses evaluasi dan penyesuaian terhadap sejumlah aspek penyelenggaraan program.
Sebelumnya, pelaksanaan MBG di MAN Buol dihentikan sementara seiring proses audit Badan Gizi Nasional (BGN). Evaluasi tersebut mencakup sejumlah aspek, antara lain kelayakan higienitas, penertiban perizinan, serta pemenuhan standar operasional dalam penyediaan makanan bagi penerima manfaat.
Setelah melalui proses evaluasi dan penyesuaian, pelayanan MBG kembali dilaksanakan di madrasah yang berada di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah tersebut.
Pada pendistribusian perdana setelah program kembali berjalan, SPPG MBG Buolnesia Unggul Sejahtera yang beralamat di Jalan RM Pusadan mengirimkan 240 paket makanan bergizi.
PIC MBG MAN Buol Jumrah Djufri mengatakan jumlah paket telah disesuaikan dengan data penerima manfaat di madrasah. Dari total tersebut, 203 paket diperuntukkan bagi siswa, sedangkan 37 paket lainnya diberikan kepada guru dan tenaga kependidikan.
“SPPG MBG Buolnesia mengantarkan 240 paket makanan bergizi hari ini ke MAN Buol berdasarkan data jumlah siswa dan guru yang ada,” ujar Jumrah dikutip dari laman resmi Kemenag Sulteng.
Sebelumnya, Kepala MAN Buol Salman Dj Adjud telah mengonfirmasi kesediaan madrasah untuk kembali menjadi penerima manfaat program MBG. Keputusan tersebut menjadi bagian dari dukungan madrasah terhadap program pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan gizi peserta didik selama mengikuti kegiatan pembelajaran.
Antusiasme siswa terlihat ketika bel istirahat berbunyi sekitar pukul 10.25 WITA. Para siswa bergegas menuju lokasi pembagian untuk mengambil paket makanan yang telah disiapkan dalam ratusan omprengan.
Pembagian berlangsung tertib. Tim PIC bersama pihak terkait memastikan paket makanan tersalurkan sesuai dengan data penerima manfaat sehingga seluruh makanan dapat diterima secara merata.
Selain kembali beroperasi setelah evaluasi, terdapat perubahan dalam sasaran penerima pada penyaluran kali ini. Jika sebelumnya distribusi lebih berfokus kepada siswa, kali ini guru dan tenaga kependidikan turut memperoleh paket makanan.
“Yang sedikit berbeda hari ini, para guru dan tenaga kependidikan juga mendapatkan jatah paket makanan bergizi ini,” kata Jumrah.
Kembalinya MBG di MAN Buol sekaligus menjadi momentum untuk memastikan pelaksanaan program berjalan dengan standar yang lebih baik. Pihak madrasah berharap keberlanjutan program tetap dibarengi dengan perhatian terhadap kualitas bahan pangan, keamanan makanan, kebersihan, serta kecukupan kandungan gizi.
Bagi madrasah, keberadaan MBG bukan sekadar penyediaan makanan selama jam sekolah. Program tersebut diharapkan membantu mendukung pemenuhan kebutuhan gizi siswa sehingga mereka dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih baik.
Setelah sempat terhenti, kembalinya distribusi MBG juga menunjukkan pentingnya evaluasi dan pembenahan dalam menjaga kualitas layanan. Dengan pengawasan dan pemenuhan standar yang konsisten, program diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat optimal bagi warga madrasah.

































































