BENGKULU – Pemerintah Kota Bengkulu memperkuat upaya pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme melalui sinergi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), camat, dan lurah se-Kota Bengkulu.
Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Forkopimda, camat, dan lurah di salah satu hotel di Kota Bengkulu, Kamis (8/10/2026).
Dedy mengatakan, menjaga keamanan dan kerukunan masyarakat saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi informasi dan kemudahan komunikasi membuat berbagai paham dapat menyebar dengan cepat, termasuk paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.
“Perlu sinergi yang kuat dan partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk melakukan pencegahan sejak dini,” kata Dedy.
Ia menegaskan, menjaga kondusivitas daerah tidak cukup dilakukan ketika persoalan sudah muncul. Pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan membangun komunikasi dan kepedulian di lingkungan masyarakat.
Menurut Dedy, potensi ancaman terhadap ideologi dan stabilitas daerah tidak selalu terlihat secara langsung. Penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan dapat berlangsung melalui lingkungan sosial maupun ruang digital.
Karena itu, camat dan lurah dinilai memiliki peran penting dalam membangun komunikasi dengan masyarakat serta mengenali berbagai potensi persoalan di wilayah masing-masing.
Melalui FGD ini, Pemkot Bengkulu mendorong adanya kesamaan langkah antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan seluruh unsur masyarakat dalam memperkuat pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus memperkuat kerukunan antarumat beragama serta kehidupan sosial masyarakat Kota Bengkulu.

































































