Jepara – Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa’adi mengajak semua Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus aktif menggelorakan semangat moderasi beragama. Sikap moderat, yakni tidak ekstrim kanan dan tidak ekstrim kiri. Terlebih peran ASN tidak hanya sebagai pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai perekat persatuan bangsa.
Demikian hal itu disampaikan Wamenag Zainut saat memberikan Pembinaan ASN di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, seperti dikutip suaramerdeka.com, Jumat (13/3).
Menurutnya, pada dasarnya jati diri setiap agama itu sudah moderat. Namun sebagian perilaku pemeluknya belum mampu moderat. Masih terjebak pada ekstrim kanan dan kiri. Ada yang memahami agama dengan cara tekstual. Misalnya diperintahkan jihad di jalan Allah hanya dimaknai dengan perang.
“Ini kan bukan negara perang. Tapi negara darussalam. Tidak cocok. Jihad itu dapat juga dimaknai melawan kemiskinan kebodohan dan ketertinggalan. Itu yang dimaksud dengan jihad,” terangnya.
Selain itu, ada juga yang memahami agama dengan mengesampingkan literatur teks, karena dengan dalih kemaslahatan. “Ada yang punya pemahaman selama baik tapi ada teksnya ya tidak perlu jadi dasar. Misalnya penyuka sesama jenis ingin dilegalkan, dengan alasan berlandaskan hak asasi dan demokrasi,” ujarnya.
Padahal jelas hubungan sesama jenis itu bertentangan dengan ajaran agama. perlu dipahami bahwa moderat itu berada di tengah, tidak ekstrim kanan dan tidak ekstrim kiri. Tidak fundamentalisme dan tidak liberalisme.(FER)

































































