Jakarta – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak mudik. Sebab, aktivitas ini berpotensi meningkatkan kasus positif virus corona di daerah.
“Perintah Presiden, tidak ada mudik, sekali lagi tidak ada mudik, semuanya kita bisa menahan diri dan bersabar untuk tidak mudik terlebih dahulu,” kata Doni Monardo di kantornya di Jakarta, dikutip Antara, Senin (3/5).
Doni menyampaikan hal tersebut seusai mengikuti rapat terbatas dengan tema “Laporan Tim Gugus Tugas COVUD-19” yang dipimpin Presiden Joko Widodo melalui video conference.
Presiden Joko Widodo menyatakan larangan mudik bagi seluruh masyarakat Indonesia sejak 21 April 2020 untuk mencegah penyebaran COVID-19 lebih luas lagi.
“Masyarakat diingatkan jangan mencuri-curi kesempatan karena kalau hal itu masih dilakukan maka akan menimbulkan risiko bagi keluarga di kampung halaman. Kebiasaan kita untuk bertemu dan berpelukan, bersalaman dengan orang-orang yang kita sayangi, berdekatan justru membahayakan mereka,” kata Doni.
Karena pemudik bisa saja tidak sadar bahwa mereka menderita COVID-19, namun dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).
“Kita telah menjadi carrier sebagai pembawa virus dan ketika kita menyentuh saudara kita, kita malah menulari. Bila yang tertular adalah kelompok rentan dan memiliki penyakit penyerta maka risiko terpapar dan terinfeksi, sakit ringan, sedang bahkan bisa meninggal. Apabila kita sayang keluarga, untuk sementara ini tahan untuk tidak pulang dulu,” kata Doni.
Ia mengajak agar masyarakat betul-betul patuh larangan pemerintah.
“Betul-betul kita bisa menghindari keinginan untuk pulang agar kita semua menjaga diri tidak terpapar dan tidak tertular. Di beberapa provinsi bahkan kasusnya nihil, jangan sampai ada pemudik malah ada kasus baru sementara di daerah dokter, perawat, rumah sakit terbatas. Jumlah dokter paru kita adalah 1.973 artinya 1 dokter paru melayani 1,2 juta warga negara Indonesia,” ungkap Doni.
Dengan ketaatan masyarakat tidak mudik maka dokter dan tenaga medis lainnya tidak akan menjadi kelelahan dan malah menurun imunitas tubuhnya hingga berpotensi terpapar COVID-19.
“Kalau kita sayang dokter kita jangan merepotkan para dokter dan perawat termasuk juga bagi ODP (Orang dalam Pemantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) ang tidak disiplin dan masih keluar dari tempat isolasi ODP dan PDP bisa membahayakan kesehatan masyarakat,” tambah Doni.
Berdasarkan data dari situs Worldometers, hingga Senin (4/5) pagi terkonfirmasi di dunia ada 3.566.004 orang yang terinfeksi virus Corona dengan 248.282 kematian dan 1.154.004 orang yang dinyatakan sembuh.(FER)

































































