Jakarta – Twitter mengungkapkan bahwa peretas menargetkan sekitar 130 akun dalam serangan siber yang berlangsung Rabu (15/7), sebuah insiden di mana akun milik sejumlah tokoh dan organisasi dunia mengalami peretasan.
Peretas telah mengakses sistem internal Twitter untuk membajak beberapa akun teratas dalam platform tersebut, termasuk kandidat presiden AS Joe Biden, bintang reality show Kim Kardashian, presiden AS ke-44 Barack Obama dan miliarder Elon Musk, menggunakannya untuk meminta mata uang digital.
Dikutip dari Reuters, Dalam pernyataannya, Twitter mengatakan bahwa para peretas memperoleh kendali atas “sebagian kecil” dari akun yang ditargetkan, dan mengirim tweet dari akun mereka.
Twitter mengatakan akan terus menyelidiki apakah peretas mendapat akses ke data pribadi dari akun yang ditargetkan.
Di antara akun yang diretas, termasuk milik rapper Kanye West, pendiri Amazon.com Jeff Bezos, investor Warren Buffet, pendiri Microsoft Corp Bill Gates dan akun perusahaan Uber dan Apple.
Twitter mengatakan bekerja sama dengan pemilik akun yang terkena dampak peretasan tersebut.
Divisi FBI di San Francisco memimpin penyelidikan peretasan tersebut. Sebagian besar anggota parlemen Washington juga mempertanyakan bagaimana hal itu terjadi.
Badan penegak hukum mengatakan penyerang siber melakukan penipuan cryptocurrency dalam insiden tersebut. Catatan blockchain yang tersedia untuk umum menunjukkan bahwa para penipu menerima cryptocurrency senilai lebih dari 100.000 dolar AS (sekitar Rp1,47 miliar).
“Kami masih dalam proses menilai langkah-langkah jangka panjang yang dapat kami ambil dan akan membagikan rincian tersebut lebih lanjut sesegera mungkin,” Twitter menambahkan dalam pernyataan tersebut.(FER)

































































