Jakarta – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjadi pemimpin acara Foreign Policy and Global Health Ministers’ Virtual Meeting (FPGH MVM) pada Rabu (3/9) sore. Dia menekankan kerja sama dan kolaborasi internasional dalam menghadapi pandemi virus corona, termasuk dalam masalah vaksin.
Retno menyampaikan pentingnya ketersediaan vaksin, tata kelola, dan pembangunan sistem kesehatan. Pertemuan tersebut dihadiri tujuh menteri dari negara FPGH yaitu Afrika Selatan, Brasil, Indonesia, Perancis, Norwegia, Senegal, dan Thailand, serta Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Gebhreyesus. Ketiga poin tersebut mendukung tema yang menekankan akses yang setara dan harga yang terjangkau untuk kesehatan.
“Pentingnya kerja sama global untuk memastikan akses yang setara dan berkeadilan terhadap vaksin,” kata Retno dalam keterangannya, Jumat (4/9).
Bagi Indonesia, kepentingan negara untuk memenuhi kebutuhan negara sendiri harus beriringan dengan pemenuhan akses vaksin bagi semuanya. Kondisi ini pun harus diperkuat dengan pentingnya tata kelola dan sistem kesehatan global yang kuat.
Retno menekankan diplomat Indonesia telah melakukan kerja sama untuk ketersedian vaksin, termasuk urusan dengan GAVI-Covax Facility dan WHO, serta dengan Oslo terkait dengan CEPI (Coalition for Epidemic Preparedness). CEPI, GAVI, dan WHO adalah tiga institusi utama pelopor COVAX Facility yang dibentuk untuk memastikan akses adil dan merata atas vaksin covid-19.
Covax rencananya akan mendistribusikan vaksin sebesar dua milyar dosis hingga akhir 2021 ke seluruh dunia. “Detail pembahasan mengenai mekanisme pendistribusian, biaya, besaran vaksin, dan lainnya masih terus dibahas oleh GAVI pada akhir September 2020,” kata Retno.
Sementara dengan CEPI, pembahasan yang dilakukan adalah memungkinan kerja sama yang dapat dilakukan dengan Biofarma dalam bidang manufakturing vaksin. Bio Farma sudah masuk dalam shortlist, artinya memiliki peluang lebih besar untuk melakukan kerja sama di bidang manufakturing vaksin.
“CEPI akan lakukan due dilligence mulai 14 September sampai akhir September untuk memastikan langkah berikutnya,” kata Retno.(FER)

































































