WARINGIN JAYA – Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Waringin Jaya, Bojonggede, Kabupaten Bogor memberikan kesempatan kampanye kepada seluruh Calon Kepala Desa (Cakades) Desa Waringin Jaya.
Untuk Desa Waringin Jaya terdapat tiga nama Cakades yang berkompetisi untuk menjadi pemimpin di tingkat desa.
Berdasarkan kesepakatan dan peraturan yang sudah ditetapkan, maka kampanye tersebut dilaksanakan pada 14 hingga 16 Desember 2020.
Dengan demikian, sesuai kesepakatan yang ada, maka Cakades nomor urut 1 mendapatkan kesempatan terlebih dahulu untuk berkampanye. Kemudian pada hari kedua, dilanjutkan kampanye dari Cakades nomor urut 2. Selanjutnya, Cakades nomor urut 3 mendapatkan kesempatan kampanye yang sama.
Artinya, masing-masing Cakades mendapatkan waktu satu hari untuk berkampanye.
Namun sayangnya, kesempatan yang diberikan Panitia Pilkades Desa Waringin Jaya sedikit tercoreng lantaran ada oknum yang mencoba mengganggu kondusifitas Desa Waringin Jaya.

Dalam kampanye penutup, Rabu (16/12/2020), aksi tidak simpatik dilakukan oleh oknum yang mencoba memprovokasi Cakades yang tengah melakukan kampanye door to door.
Seorang oknum berjenis kelamin wanita itu tertangkap kamera berusaha memprovokasi tim sukses Cakades atas nama Ferry Kurniawan.
Dalam kamera yang terekam, oknum wanita tersebut menggunakan masker, baju batik dan berkerudung merah jambu tersebut berupaya memprovokasi dengan cara meletakkan poster salah satu Cakades lainnya dibagian kepala dan tubuhnya.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Tim Cakades nomor urut 3, Edi Junaidi menyesalkan provokasi dari oknum tersebut.
Menurutnya, hal tersebut dapat mengganggu kondusifitas di Desa Waringin Jaya.
“Kami sudah melihat video provokasi tersebut. Tentunya ini sesuatu hal yang mencoreng rasa menghormati satu sama lain. Terlebih kita sudah sepakat untuk menjaga kondusifitas,” ujarnya.
Kendati demikian, Edi menegaskan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Ferry Kurniawan terkait aksi provokasi oleh oknum tersebut.

“Tadi saya sudah berkoordinasi dengan pak Ferry. Beliau menyesalkan kejadian provokasi tersebut. Namun beliau (Ferry) telah memaafkan atas tindakan yang telah dilakukan oleh oknum tersebut,” jelasnya.
Edi pun mengatakan bahwa Ferry Kurniawan menyerahkan kejadian tersebut kepada Panitia Pilkades.
“Kami yang jelas sudah memaafkan. Untuk urusan sanksi atau lainnya kami serahkan kepada Panitia Pilkades,” bebernya.

































































