Wuhan – Pemerintah China mengumumkan jumlah korban yang meninggal karena virus corona terus melonjak. Per Sabtu (1/2), 259 orang dinyatakan tewas karena serangan virus yang bermula dari kota Wuhan, Hubei, China
Kematian terbanyak terjadi di Provinsi Hubei yang merupakan lokasi pertama kali virus itu ditemukan pada Desember lalu.
Dikutip dari AFP, Sabtu (1/2), virus tersebut juga menginfeksi hampir 12 ribu orang. Jumlah tersebut melampaui orang yang terinfeksi SARS yang merebak pada 2002-2003, 8.098 orang.
Di China, jumlah kasus baru yang dikonfirmasi naik 2.012 menjadi 11.791 orang.
Jumlah orang terinfeksi meningkat meski pemerintah setempat telah melakukan karantina terhadap jutaan warganya. Upaya preventif juga telah dilakukan di berbagai negara di dunia.
Namun, epidemi terus menyebar mengingat banyak warga China pulang kampung maupun pergi ke negara lain untuk menikmati libur Imlek yang dimulai pada pekan lalu.
Pada Kamis (30/1) lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan epidemi tersebut sebagai darurat internasional. Hingga Sabtu (1/2), setidaknya 21 negara telah melaporkan penemuan kasus virus 2019-nCoV itu.
Dalam konferensi pers, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan dia sangat menyoroti peluang virus itu menyasar negara dengan sistem kesehatan lemah. “Alasan utama status darurat dunia ini diumumkan bukan karena apa yang terjadi di China. Namun, apa yang tengah berlangsung di dunia,” ujar Tedros.
Dia menerangkan bahwa virus China itu adalah “wabah tak terduga” yang harus ditangani juga secara “tak terduga” untuk membendungnya.(FER)

































































