Jakarta – Sekretaris Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Prof KH Noor Achmad menyarankan agar Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng MUI dan ormas Islam untuk penguatan moderasi beragama. Sebelumnya Kemenag menyampaikan tengah melakukan upaya-upaya untuk penguatan moderasi beragama.
Kiai Noor mengatakan, Kemenag perlu berdiskusi dengan MUI dan ormas-ormas Islam untuk menentukan moderasi seperti apa yang akan dikuatkan. Jangan sampai yang dikuatkan hanya moderasi sepihak Kemenag. Maka Kemenag perlu meminta saran dari ormas-ormas.
“Saya kira perlu (mengajak MUI dan ormas-ormas), moderasi yang seperti apa (harus sepaham), jangan sampai moderasi sepihak dari Kemenag sana, saran-saran dari ormas saya kira penting,” kata Kiai Noor, seperti dikutip Republika, Rabu (19/2).
Dia juga mengapresiasi upaya Kemenag menguatkan moderasi beragama di kalangan siswa. Menurutnya penguatan moderasi beragama bisa dimulai dari organisasi Rohis dan Osis di sekolah agama dan sekolah umum. Karena di sekolah agama dan umum ada guru pendidikan agama Islam.
Selain itu, dia menyarankan agar buku-buku untuk menguatkan moderasi beragama di kalangan siswa materinya perlu disederhanakan. Supaya bisa dijadikan panduan di seluruh Indonesia. “Saya kira penting moderasi beragama di Indonesia bisa dipahami seluruh siswa di Indonesia,” ujarnya.
Kiai Noor menambahkan, buku moderasi beragama juga harus disebarluaskan. Kemudian harus ada kajian-kajian intens tentang moderasi beragama. Nanti guru-gurunya juga harus dididik secara khusus agar bisa menyampaikan isi buku tersebut ke siswa.
Sebab bisa jadi setiap guru berbeda-beda pandangannya dalam menerjemahkan isi buku untuk menguatkan moderasi beragama. Jadi harus ada training untuk guru-gurunya, maka dibutuhkan biaya untuk itu.
Di tempat yang sama, Wakil Sekretaris Wantim MUI, KH Natsir Zubaidi menyarankan Kemenag melakukan dialog dengan umat Islam yang ada di MUI dan ormas-ormas Islam. Apa visi Indonesia ke depan harus dibahas bersama oleh Kemenag dan umat Islam.
“Di MUI ada Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan yang lainnya, MUI adalah forum zuama, ulama, dan cendekiawan Muslim, Kemenag (perlu dialog) jangan jalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Lebih lanjut Kiai Natsir juga menginformasikan akan diselenggarakan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) pada akhir bulan ini. Di KUII akan meneguhkan kembali Pancasila sebagai dasar negara, membangun umat Islam Indonesia yang wasathiyah, berkeadilan dan beradab. Ada sekitar 600 peserta dari berbagai kalangan menghadiri KUII.
Dia menegaskan, sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa perlu dipahami bersama dan ditegakkan bersama. “Peneguhan terhadap Pancasila dalam konteks dewasa ini jangan sampai agama dibenturkan dengan Pancasila, jadi jangan menuduh manipulasi agama, nanti ada yang menuduh manipulasi Pancasila,” ujarnya.(FER)

































































