Jakarta – Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono mengatakan Salam Pancasila yang digaungkan lembaganya bukan untuk menggantikan salam lain, termasuk Assalamualaikum.
Ia menilai salam ini untuk mengkampanyekan agar seluruh masyarakat Indonesia mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
Hariyono menjelaskan ada banyak salam di Indonesia seperti Salam Komando, Salam Pramuka, maupun salam-salam keagamaan. Sebabnya jika ada salam lain seperti Salam Pancasila bukan berarti menggantikan yang lainnya.
“Jadi sekali lagi saya tegaskan saya minta Salam Pancasila dijawab dengan Salam Pancasila dan tidak ditafsirkan secara sempit bahwa salam ini akan mengganti salam keagamaan atau lainnya,” katanya di Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, seperti dikutip tempo, Senin (2/3).
Sehingga menurutnya, jika individu mengucapkan Salam Pancasila, bukan berarti menghilangkan esensi pengucapan salam lain dan salam keagamaan.
Hariyono menuturkan, tujuan adanya Salam Pancasila yakni pemerintah ingin mensosialisasikan Pancasila secara lebih luas kepada masyarakat.
Dia mengungkapkan, Salam Pancasila yang dilakukan dengan mengangkat bahu dan lima jari, melambangkan masing-masing individu punya tanggung jawab mengamalkan lima sila Pancasila.
“Kami ingin Pancasila tidak dimonopoli oleh negara atau BPIP saja. Tetapi, setiap warga negara punya tanggung jawab mengamalkan sila-sila pancasila yang ada di bahu kita,” jelasnya.(FER)

































































