Wina – Formula One (F1) akhirnya memainkan perannya secara resmi dalam aksi menentang Rasisme sejalan dengan gelombang protes Black Lives Matter. Sesaat sebelum start Grand Prix Austria 2020 di Sirkuit Red Bull Ring di Spielberg, Austria, Minggu (5/7), sebanyak 14 dari enam pembalap melakukan aksi berlutut.
Adapun pembalap yang tidak turut berlutut adalah Charles Leclerc, Max Verstappen, Kimi Raikkonen, Antonio Giovinazzi, Daniil Kvyat, serta Carlos Sainz. Meski demikian, mereka berdiri bersama pembalap lain yang berlutut sambil mengenakan kaos hitam bertuliskan End Racism (Hentikan Rasisme).
Juara dunia F1 enam kali yang merupakan satu-satunya pembalap kulit hitam di lintasan balapan paling mewah di planet bumi itu, Lewis Hamilton, mengenakan kaos bertuliskan Black Lives Matter. Hamilton adalan tokoh terdepan yang membawa isu melawan Rasisme di industri F1.
“Hentikan Rasisme. Satu alasan. Satu komitmen, sebagaimana (sekumpulan) individu, kami memilih cara kami sendiri untuk mendukung alasan ini. Sebagian sekelompok pembalap dan keluarga besar F1, kami bersatu dengan tujuan ini.” ucap F1 dalam pernyataan resminya.
Adapun Charles Leclerc memilih untuk tak berlutut karena baginya aksi itu bisa dilihat sebagai hal yang kontroversial di beberapa negara. Ia juga menekankan bahwa aksi melawan Rasisme semestinya dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dan tak harus dengan aksi simbolik.
“Saya percaya dengan kenyataan dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari kita ketimbang gesture formal, Saya tidak akan berlutut tetapi itu bukan berarti bahwa saya kurang komitmen ketimbang yang lain dalam pertarungan melawan Rasisme.” cuit Leclerc di akun Twitternya.
Senada dengan Leclerc, Max Verstappen mengatakan ia sangat berkomitmen dengan kesetaraan dan perlawanan terhadap Rasisme. Namun, ia percaya semua orang punya hak untuk mengekspresikan diri mereka pada waktu dan cara yang sesuai dengan diri mereka.(FER)

































































