• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Politik
  • Lifestyle
Tasawuf Agama sebagai Vaksin Radikal Terorisme

Tasawuf Agama sebagai Vaksin Radikal Terorisme

May 3, 2021
23 Tahun Membela Portugal, Cristiano Ronaldo Akhirnya Ucapkan Selamat Tinggal

23 Tahun Membela Portugal, Cristiano Ronaldo Akhirnya Ucapkan Selamat Tinggal

November 6, 2026
Kelompok Radikal Salahgunakan Tafsir Keagamaan Atasnamakan Islam

Radikalisme Digital Incar Ruang Privat Pelajar, Waspadalah!

November 6, 2026
Waspada Perekrutan Ekstrem Lewat Game Online, Kesbangpol Babel Perkuat Ideologi Pelajar

Waspada Perekrutan Ekstrem Lewat Game Online, Kesbangpol Babel Perkuat Ideologi Pelajar

November 6, 2026
“Si Rukun” Upaya Kemenag Bekali Penyuluh Cegah Konflik Keagamaan Sejak Dini

“Si Rukun” Upaya Kemenag Bekali Penyuluh Cegah Konflik Keagamaan Sejak Dini

November 6, 2026
Gaungkan Islam Wasathiyah di Madinah, MUI Ajak Dunia Islam Perkuat Persatuan

Gaungkan Islam Wasathiyah di Madinah, MUI Ajak Dunia Islam Perkuat Persatuan

November 6, 2026
Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren Harus Dituntut Hukuman Maksimal dan Dilarang Mengajar Lagi

Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren Harus Dituntut Hukuman Maksimal dan Dilarang Mengajar Lagi

November 6, 2026
Perkuat Peran Guru dan Keluarga, BNPT Bangun Ketahanan Pelajar di Sumbar

Perkuat Peran Guru dan Keluarga, BNPT Bangun Ketahanan Pelajar di Sumbar

November 5, 2026
Muhammadiyah Luncurkan ChatHPT, Asisten AI untuk Akses Fatwa Tarjih

Muhammadiyah Luncurkan ChatHPT, Asisten AI untuk Akses Fatwa Tarjih

November 5, 2026
Drama Lima Gol di Red Bull Arena, Man City Tekuk Leipzig 3-2

Drama Lima Gol di Red Bull Arena, Man City Tekuk Leipzig 3-2

November 5, 2026
Dua Kali Unggul, Liverpool Tumbang 2-3 di Kandang Fenerbahce

Dua Kali Unggul, Liverpool Tumbang 2-3 di Kandang Fenerbahce

November 5, 2026
Como 1907 Mengamuk di Prancis, Bantai Lens 9-1 dan Ukir Sejarah Liga Champions

Como 1907 Mengamuk di Prancis, Bantai Lens 9-1 dan Ukir Sejarah Liga Champions

November 5, 2026
Drama Comeback, Real Madrid Menang 3-2 di Kandang AEK Lewat Gol Telat Valverde

Drama Comeback, Real Madrid Menang 3-2 di Kandang AEK Lewat Gol Telat Valverde

November 5, 2026
moderat.id
  • Home
  • News
    • All
    • Daerah
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    Kelompok Radikal Salahgunakan Tafsir Keagamaan Atasnamakan Islam

    Radikalisme Digital Incar Ruang Privat Pelajar, Waspadalah!

    Waspada Perekrutan Ekstrem Lewat Game Online, Kesbangpol Babel Perkuat Ideologi Pelajar

    Waspada Perekrutan Ekstrem Lewat Game Online, Kesbangpol Babel Perkuat Ideologi Pelajar

    “Si Rukun” Upaya Kemenag Bekali Penyuluh Cegah Konflik Keagamaan Sejak Dini

    “Si Rukun” Upaya Kemenag Bekali Penyuluh Cegah Konflik Keagamaan Sejak Dini

    Gaungkan Islam Wasathiyah di Madinah, MUI Ajak Dunia Islam Perkuat Persatuan

    Gaungkan Islam Wasathiyah di Madinah, MUI Ajak Dunia Islam Perkuat Persatuan

    Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren Harus Dituntut Hukuman Maksimal dan Dilarang Mengajar Lagi

    Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren Harus Dituntut Hukuman Maksimal dan Dilarang Mengajar Lagi

    Perkuat Peran Guru dan Keluarga, BNPT Bangun Ketahanan Pelajar di Sumbar

    Perkuat Peran Guru dan Keluarga, BNPT Bangun Ketahanan Pelajar di Sumbar

    Muhammadiyah Luncurkan ChatHPT, Asisten AI untuk Akses Fatwa Tarjih

    Muhammadiyah Luncurkan ChatHPT, Asisten AI untuk Akses Fatwa Tarjih

    Waspada Propaganda Digital, BNPT Perkuat Peran Penggerak Desa Siapsiaga

    Waspada Propaganda Digital, BNPT Perkuat Peran Penggerak Desa Siapsiaga

    Ancaman Global Bergeser, Unhan RI dan RSIS Singapura Bahas Strategi Hadapi Perang Asimetris

    Ancaman Global Bergeser, Unhan RI dan RSIS Singapura Bahas Strategi Hadapi Perang Asimetris

    Trending Tags

    • Religi
      Menag Nasaruddin: Meneladani Nabi Juga Berarti Menjaga Alam

      Menag Nasaruddin: Meneladani Nabi Juga Berarti Menjaga Alam

      Maulid Nabi 1448 H, Menag Ajak Umat Teladani Rasulullah dalam Merawat Toleransi

      Maulid Nabi 1448 H, Menag Ajak Umat Teladani Rasulullah dalam Merawat Toleransi

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

    • Olahraga
      • All
      • Beladiri
      • Bola
      • Otomotif
      • Raket
      23 Tahun Membela Portugal, Cristiano Ronaldo Akhirnya Ucapkan Selamat Tinggal

      23 Tahun Membela Portugal, Cristiano Ronaldo Akhirnya Ucapkan Selamat Tinggal

      Drama Lima Gol di Red Bull Arena, Man City Tekuk Leipzig 3-2

      Drama Lima Gol di Red Bull Arena, Man City Tekuk Leipzig 3-2

      Dua Kali Unggul, Liverpool Tumbang 2-3 di Kandang Fenerbahce

      Dua Kali Unggul, Liverpool Tumbang 2-3 di Kandang Fenerbahce

      Como 1907 Mengamuk di Prancis, Bantai Lens 9-1 dan Ukir Sejarah Liga Champions

      Como 1907 Mengamuk di Prancis, Bantai Lens 9-1 dan Ukir Sejarah Liga Champions

      Drama Comeback, Real Madrid Menang 3-2 di Kandang AEK Lewat Gol Telat Valverde

      Drama Comeback, Real Madrid Menang 3-2 di Kandang AEK Lewat Gol Telat Valverde

      Luar Biasa, Tertinggal Lebih Dulu, Persib Comeback Jungkalkan Melbourne Victory 2-1

      Luar Biasa, Tertinggal Lebih Dulu, Persib Comeback Jungkalkan Melbourne Victory 2-1

      Ronaldo Cetak Hat-trick, Al-Nassr Tekuk Al-Kholood 5-3 dan CR7 Makin Dekat 1.000 Gol

      Ronaldo Cetak Hat-trick, Al-Nassr Tekuk Al-Kholood 5-3 dan CR7 Makin Dekat 1.000 Gol

      Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Kalahkan Mbappe dan Yamal!

      Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Kalahkan Mbappe dan Yamal!

      Persija Comeback, Taklukkan Persik 2-1 di JIS

      Persija Comeback, Taklukkan Persik 2-1 di JIS

    • Budaya
    • Lifestyle
      Roberto Carlos Bantah Jadi Mualaf, Ungkap Pernikahan Digelar dengan Dua Ritus

      Roberto Carlos Bantah Jadi Mualaf, Ungkap Pernikahan Digelar dengan Dua Ritus

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Trending Tags

      • Opini
        MotoGP Mandalika 2026 Aman Terkendali, Bukti Hasil Sinergi Aparat Menjaga Ruang Nyata dan Ruang Digital dari Potensi Ancaman Teror

        MotoGP Mandalika 2026 Aman Terkendali, Bukti Hasil Sinergi Aparat Menjaga Ruang Nyata dan Ruang Digital dari Potensi Ancaman Teror

        Jaga MotoGP Mandalika dari Upaya Kelompok Anti-NKRI

        Jaga MotoGP Mandalika dari Upaya Kelompok Anti-NKRI

        TRADISI DAN BUDAYA LOMBOK: BENTENG PALING AMPUH TANGKAL PROVOKASI RADIKAL DI BALIK GEMURUH MOTOGP MANDALIKA

        TRADISI DAN BUDAYA LOMBOK: BENTENG PALING AMPUH TANGKAL PROVOKASI RADIKAL DI BALIK GEMURUH MOTOGP MANDALIKA

        Jelang MotoGP Mandalika: Merajut Kebersamaan dan Kedamaian Untuk Mewujudkan Kebangsaan Nasional

        Jelang MotoGP Mandalika: Merajut Kebersamaan dan Kedamaian Untuk Mewujudkan Kebangsaan Nasional

        MBG dan Gempa NTT: Langkah Nyata untuk Korban Bencana

        MBG dan Gempa NTT: Langkah Nyata untuk Korban Bencana

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Trending Tags

        No Result
        View All Result
        moderat.id
        No Result
        View All Result
        Home Religi

        Tasawuf Agama sebagai Vaksin Radikal Terorisme

        by admin
        May 3, 2021
        in Religi
        0
        Tasawuf Agama sebagai Vaksin Radikal Terorisme
        495
        SHARES
        1.4k
        VIEWS
        Share on FacebookShare on Twitter

        Jakarta – Nabi Muhammad SAW telah mensyariatkan atau memfatwakan bahwa rukun dalam beragama ini yaitu Iman, Islam dan Ihsan. Rukun  Ihsan inilah yang bisa mengeksplor dan menggali aspek spiritualitas di dalam keagamaan sehingga ketika spiritualitas itu muncul dan menonjol maka tercermin dalam perilaku akhlakul karimah sebagaimana misi utama daripada Rasulullah Muhammad SAW, ‘innama bu’istu liutammima makarimal akhlak’,  Dimana yang bisa menggali atau mengeksplor spiritualitas di dalam keagamaan itu tidak ada jalan lain kecuali hanya dengan tasawuf. 

        Hal tersebut dikatakan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid saat menjadi narasumber pada acara Ngaji Onlne yang digelar oleh Pondok Pesantren Raden Rahmat Sunan Ampel dengan judul Tasawuf Agama (Ihsan) sebagai Vaksin Radikal Terorisme  pada Senin (3/5/2021). Tasawuf sendiri adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihkan akhlak, membangun lahir dan batin serta untuk memperoleh kebahagiaan yang abadi.

        “Kunci utama daripada ke-kaffahan agama itu adalah Iman, Islam dan Ihsan. Dan kelemahan bangsa Indonesia khususnya umat Islam itu pada aspek ihsan atau aspek spiritualitas, yang mana dalam konteks ini adalah tasawuf,” kata Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid saat mengawali ceramahnya.

        Untuk itu ia mencoba mengkomparasi atau merelevansikan tasawuf  ini dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena kalau berbicara radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama, tentunya hal tersebut bukan monopoli satu agama, tapi ada di setiap agama, ada di setiap sekte, ada disetiap kelompok, bahkan potensial pada setiap individu manusia.

        Menurutnya, akar masalah radikal terorisme sendiri adalah ideologi yang menyimpang atau ideologi yang terdistorsi. Bahkan radikalisme dalam konteks Indonesia, kalau di luar negeri dengan istilah ekstrimisme, inilah yang menjiwai dari segala aksi terorisme .

        “Saya sering mengatakan bahwa aksi terorisme itu tidak ada kaitannya dengan agama apapun. Tetapi sangat terkait dengan pemahaman dan cara beragama oknum umat beragama yang menyimpang dari yang bersangkutan,” ujarnya

        Ia mengungkapkan, bahwa pelaku aksi terorisme biasanya didominasi oleh umat beragama yang menjadi mayoritas di suatu wilayah atau di suatu negara. Kebetulan di Indonesia dan  di Timur Tengah mayoritas Islam maka otomatis seolah-olah bahwa radikal teroris mengatasnamakan agama seolah-olah identik dengan Islam. Ia menegaskan bahwa radikal terorisme mengatasnamakan Islam ini sejatinya adalah fitnah bagi Islam.

        “Kenapa? Karena tindakan perbuatan sikapnya itu bertentangan jauh dengan prinsip-prinsip nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin. Yang mewajibkan ‘lita’arafu’ yaitu harus saling mengenal, saling memahami, saling menghormati, saling menyayangi, yang wajib menebar kasih sayang, perdamaian dan lain sebagainya, akhlakul kharimah.   Kalau kemudian menimbulkan perpecahan di lingkungan umat Islam dan menimbulkan islamophobia, jika hal ini dibiarkan, maka itu fitnah dalam Islam. Radikalisme terorisme ini kalau dibiarkan akan merambah menjadi konflik sosial dan konflik bangsa,” ujarnya.

        Lebih lanjut alumni Akpol tahun 1989 ini menceritakan, di negeri-negeri Islam yang sedang mengalami konflik, fenomena masifnya radikalisme dan terorisme ini selalu mendahului sebelum terjadinya konflik di suatu bangsa. Artinya, setiap negeri konflik di negeri-negeri Islam, itu selalu didahului oleh masif dan maraknya fenomena radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan Islam. Fenomena itu kemudian berkolaborasi dengan oposisi yang destruktif kemudian berkolaborasi dengan asing ataupun terjadi intervensi asing. Hal ini seperti yang jelas terlihat di Libya, Syria, Yaman, Irak dan sebagainya.

        “Ini bisa jadi akibat konflik bangsa yang disebabkan oleh radikalisme dan mengatasnamakan agama ini bisa jadi sepanjang peradaban manusia di abad 21 ini. Korban yang ditimbulkan adalah yang terbesar  yang diakibatkan oleh konflik bangsa yang ditimbulkan oleh maraknya radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan Islam,” ujarnya

        Ia meyakini bahwa radikalisme dan terorisme mengatasnamakan Islam ini sejatinya adalah proxy untuk menghancurkan Islam dan menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu seluruh elemen masyarakat harus mewaspadainya.

        Ahmad Nurwakhid mengungkapkan, sayangnya Indonesia yang mayoritas beragama Islam, berdasarkan hasil survei dari Alvara dan Nazaruddin Umar foundation, index potensial terpapar paham radikal itu ada sekitar 12,2 %. Indikatornya antara lain pelaku sudah eksklusif, intoleran,  anti budaya atau anti kearifan lokal keagamaan seperti anti tahlilan, anti Yasinan, anti maulid dan sebagainya.

        “Kalau misalnya tidak Yasinan, tidak tahlilan, tidak maulidan itu nggak masalah, karena itu khilafiah atau iktikaf dalam agama .Tetapi ketika dia menjustifikasi atau mengintervensi dengan justifikasi sesat, bid’ah dan sebagainya maka  itu sudah intoleran. Karena intoleran ini adalah watak dasar daripada radikalisme dan terorisme itu sendiri,” ujanya.

        Menurutnya, boleh dibilang semua teroris pasti berpaham radikal, bersikap toleran dan pasti eksklusif. Namun belum tentu seseorang yang terpapar paham radikal itu otomatis menjadi teroris. Dan kalau menemukan seseorang yang seolah-olah tidak intoleran dan tidak eksklusif padahal dia ingin khilafah, dan anti Pancasila, sebenarnya dia dalam rangka taqqiyah, menyembunyikan diri atau bersiasat untuk mengamankan visi dan misinya.  

        “Radikalisme terorisme mengatasnamakan Islam dalam konteks di Indonesia khususnya, sejatinya adalah gerakan politik yang memanipulasi agama untuk mengambil kekuasaan dan ingin mengganti ideologi negara dan ideologi atau sistem negara. Mereka ini firqoh-firqohnya macam-macam. Tapi sebenarnya endingnya, output atau visi misinya sama. Tentunya ini harus kita waspadai semua,” ungkapnya..

        Mantan Kabagbanops Detasemen Khusus (Densus)88/Anti Teror Polri ini mengatakan bahwa Indonesia ini adalah negeri yang memiliki potensial konflik terbesar di dunia. Belajar dari pengalaman bangsa Eropa yang hanya terdiri dari beberapa suku bangsa, lalu bisa pecah menjadi beberapa negara. Kemudian bangsa Arab yang hanya satu suku bangsa tapi terbagi menjadi beberapa negara.

        Sementara Indonesia sendiri memiliki lebih dari 1.200 suku bangsa, lebih dari 1000 bahasa lokal, memiliki pulau sebanyak 17.480-an pulau yang tidak ada duanya di dunia. Lalu kemudian bangsa ini memiliki agama yang paling banyak di dunia, ada Islam, Katolik, Protestan, Konghucu, Budha, Hindu dan berbagai macam aliran-alirannya yang lain. Kemudian Indonesia memiliki letak geografis yang sangat strategis diantara dua benua dan dua samudra. Lebih daripada itu Indonesia ini memiliki kekayaan alam, sumber daya alam yang melimpah yang dibutuhkan untuk kemajuan peradaban dan teknologi masa depan.

        “Indonesia ini sangat seksi untuk diperebutkan oleh negeri-negeri adidaya maupun adikuasa. Ini yang harus kita waspadai. Jadi bangsa ini memiliki potensial konflik yang luar biasa besarnya,” ujarnya,

        Bahkan dirinya juga sempat ditanya pengamat dari di luar negeri, bagaimana Indonesia yang beragam ini bisa terhindar dari konflik. Sementara di negeri-negeri Timur Tengah, di negeri-negeri Islam yang lainnya sudah mudah sekali dibuat konflik. Lalu kepada pengamat tersebut dirinya membebrkan bahwa Indonesia memiliki lima kekuatan. Yang pertama memiliki Pancasila, dimana  Pancasila ini adalah ideologi pemersatu bangsa, ideologi yang diambil dari substansi kearifan lokal budaya leluhur dan substansi agama yang ada di Indonesia.

        “Pancasila adalah format atau diformulasikan oleh para founding father kita yang sangat jenius, terutama para ulama-ulama kami yang tidak hanya menggunakan kecerdasan kognisi, tapi juga dengan kecerdasan spiritualnya yaitu dengan tasawuf, sehingga mampu merumuskan ideologi namanya Pancasila yang bisa memoderasi seluruh isme-isme yang ada di dunia yang mencoba untuk dipaksakan diterapkan di Indonesia. Itu kekuatan kami pancasila ini,” ujar mantan Kapolres Gianyar ini.

        Kedua, Indonesia  punya kearifan lokal berupa silaturahmi dan gotong royong yang mampu mempersatukan sampai ke grasroot terhadap masyarakat kami yang heterogen dan majemuk.  Lalu yang ketiga, Indonesia juga memiliki Civil Society moderatseperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah,  Al Washliyah, Al itiihadiyah, Syarikat Islam, Nahdlatul Wathon dan lain sebagainya yang menjadi benteng dengan ‘Hubul Wathon Minal Iman-nya’. Kemudian yang keempat, kami juga memiliki TNI-Polri yang solid.

        “Tetapi yang lebih dari itu yang kelima, saya katakan  kami memiliki ulama-ulama Sufi, kami memiliki ulama-ulama Tasawuf yang dengan cholis dan dengan ahlas doanya menembus sampai ke langit sehingga oleh Tuhan, negara kami masih diberikan karunia aman, damai sampai sekarang Nah disinilah letak penting yang tasawuf atau maqom Ihsan, atau tampilan ahlakul kharimah sebagai jawaban untuk memvaksinasi secara ideologis bagi masyarakat bangsa Indonesia ini,” ucapnya .

        Di luar Islam juga ada upaya-upaya ikhtiar atau fase yang mirip dengan tasawuf yaitu kalau di Nasrani ada retret, di Hindu ada meditasi, di Buddha ada junjou dan lain sebagainya. Ini adalah upaya spritual atau upaya keragaman untuk mengeksplor nilai-nilai spiritualitas untuk membersihkan hati, yang kalau di Islam disebut takhalli,  memperindah dengan tahalli, dengan akhlak, kasih sayang, Muthmainnah, kemudian Tajali atau untuk menyambungkan.

        “Jadi tasawuf ini adalah kunci utama, tasawuf ini adalah jawaban atau solusi yang paling efektif, paling tepat untuk menyelesaikan permasalahan krisis spiritual dalam beragama. Bahkan tasawuf ini adalah jawaban agar bagaimana bangsa Indonesia ini bisa maju, bisa ‘rahmatan lil alamin’, bisa ‘baldatun toyyibatun warobbun ghofur,” kata Ahmad Nurwakhid.

        Lalu bagaimana agar tasawuf itu bisa diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara?Ahmad mengatakan agama adalah ilmu pengetahuan yang memiliki dimensi tertinggi di antara ilmu pengetahuan yang lain. Dan untuk memahami dan mengamalkan satu ilmu pengetahuan saja. Ia menggambarkan dirinya yang seorang polisi, maka dalam memahami, mempelajari dan mengamalkan ilmu polisi, maka wajib dirinya menggunakan metodologi kepolisian.

        Demikian pula mengamalkan ilmu kedokteran, mengamalkan ilmu filsafat, mengamalkan ilmu ilmu pengetahuan yang lain, maka di dalam memahami dan mempraktekkannya wajib menggunakan metodologi. Demikian pula dalam memahami agama., yang mana agama adalah ilmu pengetahuan yang memiliki dimensi ilmu tertinggi di antara ilmu pengetahuan yang lain.

        “Karena yang dibahas tidak hanya visi, tetapi juga rohani atau jiwa. Tidak hanya dunia, tapi juga akhirat. Tidak hanya yang fisik, tapi juga meta fisik, yang ghoib. Nah bisa di bayangkan kalau seseorang belajar memahami dan mengamalkan ilmu agama tanpa menggunakan metodologi, tanpa menggunakan thoriqoh atau bertasawuf, maka kemungkinannya hanya dua,  kalau dia tidak radikal mungkin dia jadi dukun,” ujarnya

        Oleh karena itu menurutnya, kunci dari keberhasilan dalam penanggulangan radikal terorisme, keberhasilan dalam membangun bangsa dan bernegara adalah tasawuf keagamaan, pendekatan tasawuf keagamaan. Vaksinasi ideologi radikal harus dengan tasawuf keagamaan. Apalagi bangsa ini sudah mengamanahkan melalui lagu Indonesia Raya, ‘Bangunlah jiwanya bangunlah badannya’.

        “Bangun jiwa itu tidak ada kata lain kecuali dengan tasawuf,  kecuali dengan tazkitun nafs,  kecuali dengan Takhalli, Tahalli, dan Tajalli. Nah ini yang harus kita gemakan, kita transformasikan kepada umat,” pungkasnya.

        Tags: Brigjen R Ahmad NurwakhidTasawuftasawuf agamavaksin radikal terorisme
        Share198Tweet124Share50
        • Trending
        • Comments
        • Latest
        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        November 11, 2025
        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        November 6, 2025
        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        June 30, 2026
        23 Tahun Membela Portugal, Cristiano Ronaldo Akhirnya Ucapkan Selamat Tinggal

        23 Tahun Membela Portugal, Cristiano Ronaldo Akhirnya Ucapkan Selamat Tinggal

        0

        Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

        0

        Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

        0
        23 Tahun Membela Portugal, Cristiano Ronaldo Akhirnya Ucapkan Selamat Tinggal

        23 Tahun Membela Portugal, Cristiano Ronaldo Akhirnya Ucapkan Selamat Tinggal

        November 6, 2026
        Kelompok Radikal Salahgunakan Tafsir Keagamaan Atasnamakan Islam

        Radikalisme Digital Incar Ruang Privat Pelajar, Waspadalah!

        November 6, 2026
        Waspada Perekrutan Ekstrem Lewat Game Online, Kesbangpol Babel Perkuat Ideologi Pelajar

        Waspada Perekrutan Ekstrem Lewat Game Online, Kesbangpol Babel Perkuat Ideologi Pelajar

        November 6, 2026
        moderat.id

        Copyright © 2019

        Navigate Site

        • Privacy & Policy
        • Contact
        • About

        Follow Us

        No Result
        View All Result
        • Home
        • Entertainment/Lifestyle
        • Olahraga
        • Otomotif
        • Lifestyle
        • News
          • Internasional
          • Nasional
          • Politik
          • Ekonomi
        • Religi

        Copyright © 2019