• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Politik
  • Lifestyle
Klaim Bencana Akibat Tak Terapkan Khilafah Itu Ngawur dan Cocokologi

Klaim Bencana Akibat Tak Terapkan Khilafah Itu Ngawur dan Cocokologi

December 3, 2022
Perkuat Peran Guru dan Keluarga, BNPT Bangun Ketahanan Pelajar di Sumbar

Perkuat Peran Guru dan Keluarga, BNPT Bangun Ketahanan Pelajar di Sumbar

November 5, 2026
Muhammadiyah Luncurkan ChatHPT, Asisten AI untuk Akses Fatwa Tarjih

Muhammadiyah Luncurkan ChatHPT, Asisten AI untuk Akses Fatwa Tarjih

November 5, 2026
Drama Lima Gol di Red Bull Arena, Man City Tekuk Leipzig 3-2

Drama Lima Gol di Red Bull Arena, Man City Tekuk Leipzig 3-2

November 5, 2026
Dua Kali Unggul, Liverpool Tumbang 2-3 di Kandang Fenerbahce

Dua Kali Unggul, Liverpool Tumbang 2-3 di Kandang Fenerbahce

November 5, 2026
Como 1907 Mengamuk di Prancis, Bantai Lens 9-1 dan Ukir Sejarah Liga Champions

Como 1907 Mengamuk di Prancis, Bantai Lens 9-1 dan Ukir Sejarah Liga Champions

November 5, 2026
Drama Comeback, Real Madrid Menang 3-2 di Kandang AEK Lewat Gol Telat Valverde

Drama Comeback, Real Madrid Menang 3-2 di Kandang AEK Lewat Gol Telat Valverde

November 5, 2026
Luar Biasa, Tertinggal Lebih Dulu, Persib Comeback Jungkalkan Melbourne Victory 2-1

Luar Biasa, Tertinggal Lebih Dulu, Persib Comeback Jungkalkan Melbourne Victory 2-1

November 5, 2026
Waspada Propaganda Digital, BNPT Perkuat Peran Penggerak Desa Siapsiaga

Waspada Propaganda Digital, BNPT Perkuat Peran Penggerak Desa Siapsiaga

November 5, 2026
Ancaman Global Bergeser, Unhan RI dan RSIS Singapura Bahas Strategi Hadapi Perang Asimetris

Ancaman Global Bergeser, Unhan RI dan RSIS Singapura Bahas Strategi Hadapi Perang Asimetris

November 5, 2026
DPRD Jateng Sambangi SMAN 2 Batang, Bekali Siswa Wawasan Kebangsaan Lewat Dewan Mengajar 2026

DPRD Jateng Sambangi SMAN 2 Batang, Bekali Siswa Wawasan Kebangsaan Lewat Dewan Mengajar 2026

November 5, 2026
Jaga Harmoni Keberagaman, Samarinda Perluas FKUB Hingga Tingkat Kecamatan

Jaga Harmoni Keberagaman, Samarinda Perluas FKUB Hingga Tingkat Kecamatan

November 5, 2026
Kolaborasi SMPN 9 Denpasar dan Polri: Tanamkan Sikap Anti Intoleransi ke Pelajar

Kolaborasi SMPN 9 Denpasar dan Polri: Tanamkan Sikap Anti Intoleransi ke Pelajar

November 5, 2026
moderat.id
  • Home
  • News
    • All
    • Daerah
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    Perkuat Peran Guru dan Keluarga, BNPT Bangun Ketahanan Pelajar di Sumbar

    Perkuat Peran Guru dan Keluarga, BNPT Bangun Ketahanan Pelajar di Sumbar

    Muhammadiyah Luncurkan ChatHPT, Asisten AI untuk Akses Fatwa Tarjih

    Muhammadiyah Luncurkan ChatHPT, Asisten AI untuk Akses Fatwa Tarjih

    Waspada Propaganda Digital, BNPT Perkuat Peran Penggerak Desa Siapsiaga

    Waspada Propaganda Digital, BNPT Perkuat Peran Penggerak Desa Siapsiaga

    Ancaman Global Bergeser, Unhan RI dan RSIS Singapura Bahas Strategi Hadapi Perang Asimetris

    Ancaman Global Bergeser, Unhan RI dan RSIS Singapura Bahas Strategi Hadapi Perang Asimetris

    DPRD Jateng Sambangi SMAN 2 Batang, Bekali Siswa Wawasan Kebangsaan Lewat Dewan Mengajar 2026

    DPRD Jateng Sambangi SMAN 2 Batang, Bekali Siswa Wawasan Kebangsaan Lewat Dewan Mengajar 2026

    Jaga Harmoni Keberagaman, Samarinda Perluas FKUB Hingga Tingkat Kecamatan

    Jaga Harmoni Keberagaman, Samarinda Perluas FKUB Hingga Tingkat Kecamatan

    Kolaborasi SMPN 9 Denpasar dan Polri: Tanamkan Sikap Anti Intoleransi ke Pelajar

    Kolaborasi SMPN 9 Denpasar dan Polri: Tanamkan Sikap Anti Intoleransi ke Pelajar

    Institusi Pendidikan Tak Boleh Abai Terhadap Ideologi Radikal Terorisme

    Ki Darmaningtyas: Ketahanan Keluarga Jadi Benteng Cegah Radikalisme Anak

    Bentengi Generasi Muda dari Radikalisme, TMMD ke-130 Kodim Ambon Gelar Wawasan Kebangsaan Nusaniwe

    Bentengi Generasi Muda dari Radikalisme, TMMD ke-130 Kodim Ambon Gelar Wawasan Kebangsaan Nusaniwe

    Trending Tags

    • Religi
      Menag Nasaruddin: Meneladani Nabi Juga Berarti Menjaga Alam

      Menag Nasaruddin: Meneladani Nabi Juga Berarti Menjaga Alam

      Maulid Nabi 1448 H, Menag Ajak Umat Teladani Rasulullah dalam Merawat Toleransi

      Maulid Nabi 1448 H, Menag Ajak Umat Teladani Rasulullah dalam Merawat Toleransi

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

    • Olahraga
      • All
      • Beladiri
      • Bola
      • Otomotif
      • Raket
      Drama Lima Gol di Red Bull Arena, Man City Tekuk Leipzig 3-2

      Drama Lima Gol di Red Bull Arena, Man City Tekuk Leipzig 3-2

      Dua Kali Unggul, Liverpool Tumbang 2-3 di Kandang Fenerbahce

      Dua Kali Unggul, Liverpool Tumbang 2-3 di Kandang Fenerbahce

      Como 1907 Mengamuk di Prancis, Bantai Lens 9-1 dan Ukir Sejarah Liga Champions

      Como 1907 Mengamuk di Prancis, Bantai Lens 9-1 dan Ukir Sejarah Liga Champions

      Drama Comeback, Real Madrid Menang 3-2 di Kandang AEK Lewat Gol Telat Valverde

      Drama Comeback, Real Madrid Menang 3-2 di Kandang AEK Lewat Gol Telat Valverde

      Luar Biasa, Tertinggal Lebih Dulu, Persib Comeback Jungkalkan Melbourne Victory 2-1

      Luar Biasa, Tertinggal Lebih Dulu, Persib Comeback Jungkalkan Melbourne Victory 2-1

      Ronaldo Cetak Hat-trick, Al-Nassr Tekuk Al-Kholood 5-3 dan CR7 Makin Dekat 1.000 Gol

      Ronaldo Cetak Hat-trick, Al-Nassr Tekuk Al-Kholood 5-3 dan CR7 Makin Dekat 1.000 Gol

      Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Kalahkan Mbappe dan Yamal!

      Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Kalahkan Mbappe dan Yamal!

      Persija Comeback, Taklukkan Persik 2-1 di JIS

      Persija Comeback, Taklukkan Persik 2-1 di JIS

      Mbappe Brace, Real Madrid Menang 2-1 atas Barcelona di El Clasico

      Mbappe Brace, Real Madrid Menang 2-1 atas Barcelona di El Clasico

    • Budaya
    • Lifestyle
      Roberto Carlos Bantah Jadi Mualaf, Ungkap Pernikahan Digelar dengan Dua Ritus

      Roberto Carlos Bantah Jadi Mualaf, Ungkap Pernikahan Digelar dengan Dua Ritus

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Trending Tags

      • Opini
        MotoGP Mandalika 2026 Aman Terkendali, Bukti Hasil Sinergi Aparat Menjaga Ruang Nyata dan Ruang Digital dari Potensi Ancaman Teror

        MotoGP Mandalika 2026 Aman Terkendali, Bukti Hasil Sinergi Aparat Menjaga Ruang Nyata dan Ruang Digital dari Potensi Ancaman Teror

        Jaga MotoGP Mandalika dari Upaya Kelompok Anti-NKRI

        Jaga MotoGP Mandalika dari Upaya Kelompok Anti-NKRI

        TRADISI DAN BUDAYA LOMBOK: BENTENG PALING AMPUH TANGKAL PROVOKASI RADIKAL DI BALIK GEMURUH MOTOGP MANDALIKA

        TRADISI DAN BUDAYA LOMBOK: BENTENG PALING AMPUH TANGKAL PROVOKASI RADIKAL DI BALIK GEMURUH MOTOGP MANDALIKA

        Jelang MotoGP Mandalika: Merajut Kebersamaan dan Kedamaian Untuk Mewujudkan Kebangsaan Nasional

        Jelang MotoGP Mandalika: Merajut Kebersamaan dan Kedamaian Untuk Mewujudkan Kebangsaan Nasional

        MBG dan Gempa NTT: Langkah Nyata untuk Korban Bencana

        MBG dan Gempa NTT: Langkah Nyata untuk Korban Bencana

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Trending Tags

        No Result
        View All Result
        moderat.id
        No Result
        View All Result
        Home News Nasional

        Klaim Bencana Akibat Tak Terapkan Khilafah Itu Ngawur dan Cocokologi

        by admin
        December 3, 2022
        in Nasional, News
        0
        Klaim Bencana Akibat Tak Terapkan Khilafah Itu Ngawur dan Cocokologi
        497
        SHARES
        1.4k
        VIEWS
        Share on FacebookShare on Twitter

        Jakarta – Musibah seperti bencana alam merupakan bagian dari takdir Allah SWT. Artinya terkait dengan takdir itu tergantung dari sikap masing-masing. Kalau ridlo dengan takdir yang berarti ujian, sebaliknya bila marah bisa musibah itu bisa menjadi azab. Ironisnya, musibah atau bencana, terutama di Indonesia, justru ‘dimainkan’ kelompok radikal dengan mengklaim bahwa bencana itu akibat tidak diterapkan sistem khilafah.

        Ketua Umum Asosiasi Dai-Daiyah Indonesia (ADDI) Dr. Moch. Syarif Hidayatullah, Lc., M.Hum, mengatakan bahwa keputusan apakah musibah atau azab berhubungan dengan persepsi dan perspektif. Artinya, hal itu belum final karena kondisi sekarang dengan zaman para nabi dahulu berbeda. Zaman para nabi dahulu mendapat jawaban langsung dari Allah SWT apakah adalah musibah atau azab.

        “Dalam konteks itu perlu dipahami kalau bencana alam dalam kitab suci, termasuk Alquran, dijelaskan sebagai azab, itu sesuatu pelanggaran yang konkrit yang dijelaskan oleh Allah melalui para nabi, bahwa itu melanggar hukum Allah. Tapi itu ada para nabi yang memang mendapat wahyu yang menjelaskan terkait dengan masalah itu. Sementara sekarang tidak ada nabi, maka yang disampaikan kelompok yang mempolitisasi agama dengan menyebut bencana karena tidak menerapkan khilafah, itu asumsi dan bisa pada tahap tertentu ya cocokologi yang tidak berdasar,” terang Syarif di Jakarta, Jumat (2/12/2022).

        Menurutnya, kalau persepsi seperti itu sama saja dengan ngawur. Apalagi negara Islam di seluruh dunia tidak ada yang menggunakan sistem khilafah. Buktinya lagi, negara-negara yang diidentifikasi sebagai negara kafir dan menggunakan sistem kafir oleh kelompok radikal, malah tidak terjadi bencana alam.

        “Apakah betul di zaman khilafah tidak ada musibah? Itu juga ngawur juga, kalau kemudian menganggap di zaman khlafah tidak ada musibah atau bencana. Bahkan zaman Nabi saja ada bencana, banjir, wabah, dan sebagainya.

        Juga di zaman Khulafaur Rasyidin, Syarif mengungkapkan, pada pemerintahan Sayyidina Umar bin Khattab selama kurang lebih 10 tahun terjadi paceklik atau pandemi. Padahal zaman Khulafaur Rasyidin itu adalah model sistem pemerintahan khilafah terbaik.

        Menilik sejarah, katanya, dalam pemerintahan Khulafaur Rasyidin, hanya Sayyidin Abubakar Ash-Shiddiq yang wafat tidak dalam kondisi terbunuh, sementara tiga lainnya Sayyidina Umar bin Khattab, Ustman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib terbunuh karena musibah atau bencana berupa huru-hara. Itu adalah fitnah besar pertama bagi umat Islam.

        “Kita berkesimpulan seperti apa , kalau fakta seperti itu. Pembunuhan itu musibah besar, meski bukan bencana alam. Apalagi ini khalifahnya. Apakah kita mengatakan pemerintahan khilafah tidak ada masalah? Ada noktah-noktah hitamnya juga. Ini belum kita ngomong daulah-daulah itu, nanti perebutan antar daulah berdarah-darah, karena kelompok yang ingin berkuasa melakukan cara-cara yang tidak smooth,” ungkap Syarif.

        Ia menegaskan bahwa terlalu naïf kelompok radikal mengklaim bencana karena Indonesia tidak menerapkan sistem khilafah karena faktanya memang tidak demikian.

        “Kita tidak boleh menanggapi bencana sebagai azab, gara-gara tidak menerapkan sistem tertentu. Sungguh itu sangat tidak berempati terhadap korban,” imbuhnya.

        Ia menguraikan, tidak ada jaminan menerapkan khilafah tidak ada musibah karena musibah itu sesuatu yang memang bagian sunataullah. Dan sistemnya bekerja untuk memberi pengingat bagi umat manusia. Pengingat akan dosa, kesalahan manusia seperti ekspolitasi lahan yang berlebihan.

        Apalagi terkait gempa bumi yang susah diprediksi dan faktor alam. Kebetulannya di Indonesia, berada di kawasan rawan gempa akibat lempengan-lempengan bumi sering bergeser.Seperti baru-baru ini gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Syarif menegaskan itu bukan azab tapi sesuatu yang alami.

        Menurut Wakil Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini sebenarnya ulama seluruh dunia menyebutkan bawha pemerintahan yang menggantikan pemerintahan nabi tidak harus dalam bentuk khilafah seperti versi Hizbut Tahrir dan Khilafatul Muslimin. Bahkan lembaga fatwa resmi Mesir, Dar al-Ifta memfatwakan bahwa segala bentuk pemerintahahan, entah itu monarki atau republik atau bentuk apapun, selama orang bisa menjalankan syariat islam, selama menjamin orang mudah mencari penghidupan, itu sudah mencerminkan kekhilafahan yang menggantikan kepemimpinan nabi.

        Ia mengungkapkan,khilafah itu sebenarnya bermakna sistem penggantian pemeirntahan atau kepempinan nabi dalam mengurus agama dan dunia. Tapi itu modelnya bisa macam-macam, bukan tunggal. Itu ditunjukkan model bagaimana Khulafur Rasyidin bergantian dan sistemnya tidak baku. Kedua ketika berganti menjadi daulah-daulah seperti Abbasyiah, Ustmaniyah, itu berbasis keluarga jatuhnya monarki.

        “Ini hal-hal yang perlu dipahami bersama bahwa ini ijtihad. Kalau betul khilafah itu baku, sistemnya harus tunggal,” tukasnya.

        Ia mencontohkan salat yang baku bentuknya karena itu syariat tidak bisa diganti. Subuh dua rakaat, dhuhur empat rakaat, dan seterusnya.

        “Itu syariat, tapi kalau modelnya berganti bukan syariat tapi ijtihad. Makanya orang-orang yang selalu mendengungkan khilafah suka kebingungan ketika diminta untuk menjelaskan dalil-dalil khilafah yang jelas dari Alquran. Mereka khan suka ngaco jawabannya, gak clear,” paparnya.

        Ia menjelaskan, beda kalau kalau ditanya apa perintah salat, langsung aqimus salat tegakkanlah salat, tunaikan zakat, puasa, dan sebagainya.

        “Kalau khilafah gak ada di Alquran dan hadits. Bakan kalau merujuk literatur tidak ditemukan sebagai sistem khilafah, Yang ada kata imamah, kadang imarah. Kalau berganti-ganti itu pasti bukan syariat, itu ijtihad,” jelasna.

        Fakta lain, ungkap Syarif, hampir semua negara Islam menolak sistem khilafah. Buktinya Hizbut Tahrir ditolak dimana-mana. Kenapa? Karena memang tidak sesuai, itu karena ada sekelompok orang yang ingin memaksakan kehendakknya ingin berkuasa tapi berbaju agama, terus kemudian seolah-olah ini bagian dari syariat. Padahal itu hanya haus kekuasaan tapi dengan memanfaatkan narasi yang diambil dari teks keagamaan, yang sebetulnya konteknya bukan tentang mereka, bukan tentang kekhilafahan yang mereka maksud.

        “Betul, narasi seperti ini harus ada kontra narasi. Tokoh agama harus diajak bicara bahwa apa yang mereka sampaikan ini tidak berdasar dan itu ngarang belaka. Itu ngaco. Tiap kali ada musibah, kerusuhan, kegaduhan, mereka selalu tampil, seolah-olah menjadi pahlawan kesiangan, sambil kemudian menjajakan produknya, dagangannya tanpa melakukan apapun,”

        Pun soal carut marut ada korupsi, kata Syari, mereka bilang korupsi terjadi karena tidak menerapkan khilafah, tapi tidak ada solusi konkrit yang mereka sampaikan. Mereka juga belum pernah berhasil melakukan apa yang mereka dengang dengungkan, termasuk di media soosial.

        “Artinya apa yang mereka omongkan itu belum teruji, kalau belum teruji kita gak perlu percaya sepenuhnya. Justru kita harus curiga, kenapa hampir semua negara Islam menolak. Bahkan saat ini organsiasi-organisasi pengusung khilafah itu kantor pusatnya bukan di negara Islam,” tandas Syarif Hidayatullah.

        Tags: bencana alamDr Moch Syarif Hidayatullahgempa bumikhilafahmusibah
        Share199Tweet124Share50
        • Trending
        • Comments
        • Latest
        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        November 11, 2025
        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        November 6, 2025
        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        June 30, 2026
        Perkuat Peran Guru dan Keluarga, BNPT Bangun Ketahanan Pelajar di Sumbar

        Perkuat Peran Guru dan Keluarga, BNPT Bangun Ketahanan Pelajar di Sumbar

        0

        Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

        0

        Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

        0
        Perkuat Peran Guru dan Keluarga, BNPT Bangun Ketahanan Pelajar di Sumbar

        Perkuat Peran Guru dan Keluarga, BNPT Bangun Ketahanan Pelajar di Sumbar

        November 5, 2026
        Muhammadiyah Luncurkan ChatHPT, Asisten AI untuk Akses Fatwa Tarjih

        Muhammadiyah Luncurkan ChatHPT, Asisten AI untuk Akses Fatwa Tarjih

        November 5, 2026
        Drama Lima Gol di Red Bull Arena, Man City Tekuk Leipzig 3-2

        Drama Lima Gol di Red Bull Arena, Man City Tekuk Leipzig 3-2

        November 5, 2026
        moderat.id

        Copyright © 2019

        Navigate Site

        • Privacy & Policy
        • Contact
        • About

        Follow Us

        No Result
        View All Result
        • Home
        • Entertainment/Lifestyle
        • Olahraga
        • Otomotif
        • Lifestyle
        • News
          • Internasional
          • Nasional
          • Politik
          • Ekonomi
        • Religi

        Copyright © 2019