Jakarta – Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, menyambut positif seruan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) agar pihaknya menjaga warga ibu kota dari paparan paham radikalisme.
Heru Budi mengatakan, Pemprov DKI Jakarta juga berharap wilayahnya bisa aman dari segala ancaman yang timbul akibat paham radikalisme.
Sebab baginya, ancaman-ancaman itu sering datang secara tak terduga.
“Saya ingin DKI Jakarta aman dari segala sisi ancaman akibat paham-paham radikalisme, ancaman itu kadang tidak terduga kapan datangnya. Maka, harus kita antisipasi,” ujar Heru Budi usai kegiatan Pembekalan Kepala BNPT RI kepada Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di Lingkungan Pemprov DKI Jakarta, sebagaimana keterangan tertulis, Selasa (7/3).
Sebelumnya, Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar dalam sambutannya kegiatan pembekalan ini menyampaikan harapan agar Pemprov DKI Jakarta harus mampu menjaga warganya agar tidak terpapar paham radikalisme yang dapat pemecah belah persatuan dan kesatuan sekaligus menciderai nilai luhur bangsa.
Terlebih, sebagai pemerintahan pusat Daerah Khusus Ibu Kota, jumlah warga yang bermukim di Jakarta sangat banyak dan memiliki problematika kehidupan yang kompleks.
“Bapak ibu sekalian yang punya kewenangan di Pemprov DKI harus mampu memastikan masyarakat kita tidak terpapar paham radikalisme, kita jaga warga kita,” ujar Boy Rafli.
Untuk memastikan agar masyarakat tidak mudah terpapar radikalisme, BNPT RI memiliki 5 strategi yang dapat diimplementasikan dan ditiru yaitu transformasi wawasan kebangsaan, revitalisasi nilai pancasila, moderasi beragama, pelestarian budaya, hingga pembangunan kesejahteraan.
Boy Rafli juga mengapresiasi adanya Kampung Pancasila di DKI dan memberikan contoh program lain yang dapat dilakukan Pemprov DKI. Seperti, taman pendidikan hingga pertunjukkan kesenian Lenong di ruang publik.
Menurutnya, kegiatan kesenian seperti Lenong, jadi salah satu cara ampuh untuk mencegah penyebaran paham radikal terorisme.
“Saya bangga ya dengan adanya kampung Pancasila, nah selain itu kita juga bisa memanfaatkan taman – taman kota jadi taman pendidikan. Lalu, kita tambahkan ekstrakurikuler di sekolah tentang wawasan kebangsaan. Terkait pelestarian budaya, Jakarta punya kesenian Lenong tampilkan di ruang – ruang publik,” tukasnya.

































































