Jakarta – Kasus bullying di kalangan anak-anak semakin sering terjadi, dan ironisnya, pelakunya juga berasal dari kalangan anak-anak.
Tentu saja, setiap orangtua ingin mencegah anak mereka menjadi pelaku perundungan, karena dampaknya dapat merusak masa depan baik bagi orang lain maupun diri sendiri.
Jadi, apa yang dapat dilakukan orangtua untuk mencegah anak mereka terlibat dalam bullying? Berikut beberapa langkah yang bisa diambil:
Cara Mencegah Anak Menjadi Pelaku Bullying
1.Terapkan Disiplin Positif
Psikolog Klinis Anna Surti Ariani menjelaskan bahwa untuk menghindari anak menjadi perundung, orangtua perlu menerapkan disiplin yang positif. Disiplin yang efektif bukan hanya konsisten, tetapi juga dilakukan dengan kasih sayang.
Ini berarti mengajarkan keteraturan tanpa harus memarahi atau menghukum anak. “Mengajarkan keteraturan dan konsistensi jauh lebih bermanfaat daripada menghukum anak setelah kesalahan,” kata Anna
2. Perlakukan Anak dengan Hormat
Anak sering kali mencerminkan cara orangtua memperlakukan mereka. Jika Anda ingin anak Anda memperlakukan orang lain dengan hormat dan tidak terlibat dalam bullying, Anda harus memberikan contoh perlakuan hormat.
“Saat anak membuat kesalahan, mereka tetap perlu diperlakukan dengan hormat,” jelas Anna. Hindari memarahi anak di depan umum karena dapat membuat mereka merasa malu dan rendah diri. Sebaliknya, cari tahu penyebab kesalahan mereka, apakah karena ketidaktahuan atau kebutuhan akan perhatian, dan bantu mereka memperbaiki kekeliruan tersebut.
3. Berikan Teladan yang Baik
Perilaku orangtua adalah cerminan bagi anak-anak. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk memberikan contoh perilaku yang baik agar anak-anak dapat menirunya. Dengan menerapkan langkah-langkah ini, orangtua dapat membantu mencegah anak-anak mereka terlibat dalam perilaku bullying dan membentuk karakter yang positif. Ini berarti mengajarkan keteraturan tanpa harus memarahi atau menghukum anak. “Mengajarkan keteraturan dan konsistensi jauh lebih bermanfaat daripada menghukum anak setelah kesalahan,” kata Anna
































































