Jakarta – Presiden terpilih Prabowo Subianto menegaskan kembali komitmennya untuk memberantas korupsi di kabinet mendatang. Ia ingin memastikan bahwa calon menteri bebas dari perilaku koruptif dan praktik berburu rente.
Dahnil menjelaskan bahwa Prabowo memberikan instruksi tegas kepada partai politik agar kader-kader yang diusulkan sebagai menteri tidak diberikan tugas untuk mengumpulkan dana bagi partai.
“Ketika Bapak Prabowo menerima calon-calon menteri dari ketua umum partai, salah satu pesan penting yang disampaikan adalah memastikan bahwa menteri yang diajukan tidak ditugaskan untuk mengakumulasikan dana partai melalui tugas di Kementerian,” kata Dahnil.
Prabowo juga mengingatkan tentang pentingnya pencegahan perilaku koruptif di kabinetnya. Ia tidak ingin para menterinya hanya fokus pada penggalian anggaran untuk keuntungan partai koalisi.
“Mereka harus bebas dari perilaku atau praktik berburu rente; tugas mereka sebagai pembantu Pak Prabowo harus dipastikan,” tambah Dahnil.
Prabowo menegaskan tidak ada toleransi bagi menteri yang menyalahgunakan jabatan untuk keuntungan pribadi atau partai. Ia percaya bahwa institusi pemerintahan yang kuat harus bersifat inklusif, membuka ruang partisipasi publik, serta memiliki transparansi dan akuntabilitas yang jelas.
“Sikap antikorupsi adalah salah satu syarat utama dalam mempercepat agenda pembangunan Indonesia dalam lima tahun ke depan,” ucap Dahnil.
Dahnil juga mengingatkan pernyataan Prabowo sebelumnya yang menekankan keseriusan dalam mengawasi para menterinya, termasuk ungkapan bahwa ia akan “mengejar sampai ke Antartika.”
Kegiatan pembekalan bagi calon menteri Prabowo berlangsung selama dua hari, yaitu pada Rabu (16/10/2024) dari pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB, dilanjutkan pada Kamis (17/10/2024) dari pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB.
































































