Tel Aviv – Israel sedang mempersiapkan “serangan besar” terhadap Iran sebagai respons terhadap serangan rudal pada 1 Oktober lalu. Selain itu, Tel Aviv juga mengambil langkah untuk menghadapi kemungkinan serangan balasan dari Teheran.
Persiapan Israel untuk serangan tersebut, seperti yang dilaporkan oleh Anadolu Agency pada Selasa (22/10/2024), disampaikan oleh seorang pejabat Israel yang tidak ingin disebutkan namanya dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi lokal Kan pada Minggu (21/10) malam.
“Israel bersiap untuk meluncurkan serangan besar terhadap Iran, dengan langkah-langkah persiapan yang mencakup penguatan pertahanan untuk mengantisipasi respons potensial dari Iran,” kata pejabat tersebut.
Namun, pejabat itu tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai target-target di Iran yang mungkin diserang oleh Tel Aviv.
Pada 1 Oktober, Iran meluncurkan sekitar 180 rudal balistik ke wilayah Israel, yang disebut sebagai balasan atas pembunuhan para pemimpin Hamas dan Hizbullah, serta seorang komandan Garda Revolusi Iran.
Sejak serangan tersebut, Israel telah melakukan konsultasi intensif dengan Amerika Serikat untuk menentukan target-target potensial dan kebutuhan pertahanan dalam menghadapi kemungkinan balasan dari Iran.
Militer Israel juga mengumumkan pada Sabtu (19/10) bahwa AS telah mengerahkan baterai pertahanan udara THAAD ke wilayahnya untuk mempersiapkan kemungkinan serangan dari Iran.
Sebelum THAAD, Israel mengandalkan tiga sistem pertahanan udara: Arrow untuk rudal jarak jauh, David’s Sling untuk rudal jarak menengah, dan Iron Dome untuk rudal jarak pendek. Ketiga sistem ini telah berjuang untuk mencegat banyak rudal Iran.
Sementara itu, beberapa media Israel berspekulasi bahwa serangan terhadap Iran bisa menargetkan fasilitas minyak atau nuklir, yang dapat meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya perang regional.
Teheran telah berjanji untuk merespons setiap serangan dari Israel “dengan cara yang menyakitkan.”
































































