Jakarta – Sebuah momentum bersejarah terjadi di Sharm el-Sheikh, Mesir. Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama tiga pemimpin dunia Muslim — Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan — menandatangani perjanjian damai bertajuk Gaza Peace Summit, Senin (13/10/2025).
Deklarasi ini menjadi simbol tekad baru untuk menghentikan konflik di Gaza dan membangun perdamaian abadi di kawasan Timur Tengah. Presiden RI Prabowo Subianto turut hadir menyaksikan langsung momen bersejarah tersebut bersama sejumlah pemimpin dunia dari Timur hingga Barat.
Dalam dokumen resmi yang dirilis Gedung Putih, para pemimpin menegaskan komitmen untuk mewujudkan perdamaian, keamanan, dan stabilitas bagi seluruh rakyat Timur Tengah — termasuk Palestina dan Israel.
“Kami mendukung upaya tulus Presiden Trump untuk mengakhiri perang di Gaza dan menciptakan perdamaian abadi. Bersama-sama, kami akan memastikan keamanan, martabat, dan kesempatan yang setara bagi semua pihak,” demikian bunyi pernyataan bersama.
Para pemimpin sepakat bahwa perdamaian sejati hanya dapat tumbuh di atas keadilan, kesejahteraan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Jika terjadi perselisihan di masa depan, penyelesaiannya harus ditempuh melalui jalur diplomasi dan dialog, bukan kekerasan.
Selain menyerukan penghentian konflik, deklarasi tersebut juga menyoroti pentingnya memberantas ekstremisme dan radikalisasi. Pendidikan, pemberdayaan, dan rasa saling menghormati disebut sebagai fondasi utama bagi perdamaian abadi.
“Kami berkomitmen untuk menghapus akar-akar ekstremisme dan memajukan pendidikan serta kesempatan yang setara bagi semua rakyat di kawasan ini,” tulis pernyataan itu.
Para pemimpin juga menegaskan pentingnya menjaga warisan spiritual tiga agama besar — Islam, Kristen, dan Yahudi — yang berakar di Tanah Suci. Perlindungan terhadap situs-situs suci dan nilai-nilai kemanusiaan akan menjadi prioritas dalam langkah menuju perdamaian.
“Kami berkomitmen untuk masa depan yang damai, tempat nilai-nilai suci dijunjung tinggi dan setiap umat dapat beribadah tanpa rasa takut,” tutup deklarasi tersebut.
Pertemuan Gaza Peace Summit di Mesir dihadiri sekitar 20 pemimpin dunia, menandai kebangkitan semangat dialog lintas bangsa dan agama. Di sela acara, Presiden Prabowo Subianto tampak berbincang akrab dengan Donald Trump, menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang senantiasa mendorong perdamaian dunia.
Deklarasi ini menjadi sinyal bahwa rekonsiliasi antara kekuatan global dan dunia Muslim bukan sekadar wacana politik, melainkan langkah moral dan spiritual untuk membangun dunia yang lebih adil dan manusiawi.

































































