Kediri – Forum Sesepuh Nahdlatul Ulama mendorong agar proses islah menjadi jalan utama dalam penyelesaian konflik yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Para kiai sepuh juga meminta seluruh pihak yang berkonflik untuk menahan diri dan menghindari pernyataan di ruang publik yang dapat memperkeruh keadaan.
Juru Bicara Forum Sesepuh NU K.H. Oing Abdul Muid Sohib mengatakan sejumlah kiai sepuh telah menggelar pertemuan untuk membahas dinamika internal PBNU.
“Forum Sesepuh Nahdlatul Ulama menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di PBNU saat ini. Semuanya berharap bisa segera terjadi islah,” ujar Gus Muid di Kediri, Minggu.
Pertemuan tersebut diprakarsai oleh dua tokoh penting di lingkungan NU, yaitu: K.H. Anwar Manshur (Pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri), K.H. Nurul Huda Djazuli (Pengasuh Ponpes Al Falah Ploso, Kediri)
Keduanya menginisiasi forum untuk merespons situasi yang dinilai berpotensi merusak marwah organisasi.
Gus Muid mengatakan forum meminta pihak-pihak yang sedang berselisih untuk tidak mengeluarkan pernyataan di media, terutama yang dapat membuka aib internal dan memperburuk citra jamiyah.
Forum Sesepuh NU juga mengimbau seluruh struktur organisasi—PWNU, PCNU, PCINU, hingga lembaga dan badan otonom—agar tetap fokus pada tugas dan program di wilayah masing-masing serta tidak terlibat dalam konflik internal PBNU.
“Forum Sesepuh NU menyerukan kepada pihak di PBNU yang sedang berkonflik agar menahan diri dan tidak meluaskan polemik,” kata Gus Muid.
Selain itu, warga NU diminta menjaga ukhuwah nahdliyah, bijak dalam bermedia sosial, dan memperbanyak doa agar persoalan segera menemukan jalan tengah.
Proses Islah Akan Ditindaklanjuti
Menurut Gus Muid, para kiai sepuh sepakat bahwa pertemuan ini merupakan langkah awal menuju proses islah yang akan terus ditindaklanjuti dalam waktu dekat.
“Yang paling penting, kiai sepuh mendorong utamanya islah. Forum sepakat bahwa pertemuan ini adalah awal dari proses yang akan dilanjutkan agar islah benar-benar terwujud,” jelasnya.
Pertemuan tersebut dihadiri para kiai dari berbagai daerah, baik secara langsung maupun daring, di antaranya:
K.H. Anwar Manshur (PP Lirboyo Kediri)
K.H. Nurul Huda Djazuli (PP Al Falah Ploso Kediri)
K.H. Ma’ruf Amin (via Zoom)
K.H. Said Aqil Siroj (via Zoom)
K.H. Abdullah Kafabihi Mahrus (PP Lirboyo Kediri)
K.H. Abdul Hannan Ma’shum (Kwagean, Kediri)
K.H. Kholil As’ad (Situbondo)
K.H. Ubaidillah Shodaqoh (Semarang)
K.H. dr. Umar Wahid (via Zoom)
K.H. Abdulloh Ubab Maimoen (via Zoom) (Ant)

































































