Bogor — Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperluas melalui pendekatan terintegrasi yang melibatkan pelaku ekonomi lokal. Hal tersebut ditandai dengan digelarnya Operasi Grand Launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis PPUMI Terintegrasi di Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Kegiatan ini menjadi bagian dari peluncuran nasional Gerakan Generasi Emas Indonesia 2045.
Peluncuran SPPG terintegrasi tersebut dihadiri Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa program pemenuhan gizi tidak hanya menyasar aspek kesehatan, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia dan ekonomi kerakyatan.
Ketua Umum PP UMI, Munifah Syanwani, menjelaskan bahwa konsep SPPG terintegrasi dirancang untuk membangun rantai pasok pangan yang berkelanjutan. Seluruh proses, mulai dari penyediaan bahan baku hingga pengolahan makanan, melibatkan petani, peternak, nelayan, koperasi, dan pelaku usaha lokal.
“SPPG ini dijalankan secara kolaboratif. Kami melibatkan petani, peternak, nelayan, hingga koperasi lokal. Pengawasan dilakukan sejak bahan baku, proses pengolahan, sampai distribusi, sekaligus memprioritaskan tenaga kerja dari masyarakat sekitar,” ujar Munifah.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengapresiasi hadirnya unit SPPG terintegrasi yang dinilai mampu memperkuat ekosistem pangan sekaligus memperluas jangkauan penerima manfaat program MBG.
“Model SPPG ini paling terintegrasi. Ada kerja sama dengan koperasi, supplier, petani, pasar, hingga peternak. Inilah ekosistem yang kami harapkan tumbuh di daerah,” kata Munifah, dikutip dari Headline News Metro TV, Rabu (24/12/2025).
Munifah menambahkan, peluncuran tersebut sekaligus menandai penambahan tiga unit SPPG baru yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Januari mendatang. Ketiga SPPG tersebut diproyeksikan melayani sedikitnya 9.000 penerima manfaat.
“Dengan tambahan tiga SPPG ini, diperkirakan akan melayani sekitar 9.000 orang. Selain itu, program ini membuka lapangan kerja bagi sekitar 150 tenaga kerja, melibatkan sekitar 45 supplier, serta menyerap hasil produksi petani, peternak, dan nelayan lokal,” jelasnya.
Melalui pengembangan SPPG terintegrasi, PPUMI bersama Badan Gizi Nasional berharap Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi lokal dan fondasi kuat menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.

































































