Jakarta — Gubernur Banten Andra Soni menyatakan optimisme tinggi dalam menyongsong tahun 2026 yang diyakininya akan menjadi titik balik bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh wilayah Provinsi Banten. Optimisme tersebut didorong oleh semakin solidnya sinkronisasi program pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah.
Hal itu disampaikan Andra saat menjadi pembicara dalam forum “Semangat Awal Tahun 2026 by IDN Times”, Kamis (15/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah.
Menurut Andra, dampak MBG tidak hanya dirasakan dari sisi pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga dalam pembentukan ekosistem ekonomi baru yang menyerap tenaga kerja dan membuka peluang usaha.
“Dampak dari program Pak Presiden, salah satunya MBG, sudah mulai terasa dan ditunggu-tunggu masyarakat. Dapur-dapur dibangun, tenaga kerja baru tercipta, dan muncul supplier-supplier baru,” ujar Andra.
Ia mengungkapkan, hingga 2025 telah beroperasi lebih dari 800 dapur MBG di Banten yang melayani sekitar 2,4 juta warga. Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan 211 dapur tambahan yang ditargetkan mulai beroperasi dalam satu hingga dua bulan ke depan.
“Totalnya nanti akan ada sekitar 1.300 dapur MBG yang memberikan manfaat langsung kepada 2,4 juta warga Banten,” katanya.
Andra meyakini, program MBG bersama program strategis lainnya seperti Koperasi Desa (Kopdes) akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Selama ini, pertumbuhan ekonomi Banten masih terkonsentrasi di wilayah Tangerang Raya, tercermin dari kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
“Pandeglang hanya menyumbang sekitar 6 persen dari total PDRB Banten, Lebak sekitar 7–8 persen. Cilegon sedikit lebih tinggi, tetapi masih jauh di bawah Tangerang Raya,” ungkapnya.
Selain itu, Andra juga menyampaikan capaian positif dalam kemandirian fiskal Provinsi Banten yang kini mencapai 70 persen. Artinya, sebagian besar pembiayaan pembangunan daerah telah ditopang oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Alhamdulillah, kemandirian fiskal Provinsi Banten sudah mencapai 70 persen. Itu berarti 70 persen pembangunan dibiayai dari PAD kita sendiri,” tuturnya.
Dengan berbagai program strategis tersebut, Andra optimistis pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah di Banten dapat terwujud secara berkelanjutan mulai tahun 2026.

































































