Jakarta — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan pentingnya membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman sebagai langkah preventif dalam mencegah kekerasan terhadap anak di satuan pendidikan.
“Sekolah, guru, dan keluarga memiliki peran penting dalam memastikan anak berada di lingkungan belajar yang aman dan bebas dari kekerasan,” ujar Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Arifah menghadiri peluncuran program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) di SMP Negeri 2 Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Ia menekankan bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang perlindungan yang menjamin rasa aman, martabat, serta pemenuhan hak anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Berdasarkan data Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024, tercatat satu dari dua anak di Indonesia pernah mengalami kekerasan, termasuk di lingkungan sekolah. Kondisi ini, menurut Arifah, menunjukkan bahwa pencegahan kekerasan harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.
“Pencegahan kekerasan perlu diperkuat melalui kebijakan yang membangun budaya sekolah yang protektif dan berpihak pada anak,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA menyampaikan dukungan penuh terhadap peluncuran Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
“Regulasi ini menjadi instrumen penting untuk mendorong terwujudnya budaya sekolah yang protektif, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Arifah.
Permendikdasmen tentang BSAN menguatkan pemenuhan hak anak melalui empat pilar keamanan sekolah, yakni keamanan spiritual, fisik, psikologis dan sosiokultural, serta keamanan digital.
Pendekatan ini sejalan dengan kebijakan Satuan Pendidikan Ramah Anak yang dikembangkan oleh KemenPPPA sebagai upaya pencegahan kekerasan secara menyeluruh, termasuk kekerasan fisik, psikis, sosial, hingga kekerasan di ruang digital.
Peluncuran BSAN digelar di SMP Negeri 2 Banjarbaru yang dinilai memiliki rekam jejak prestasi akademik dan non-akademik, serta menunjukkan komitmen kuat dalam pendidikan karakter dan perlindungan anak. (Ant)

































































