Davos – Amerika Serikat meresmikan Piagam Dewan Perdamaian untuk Jalur Gaza, sebuah inisiatif baru yang diklaim akan menjadi model penyelesaian konflik internasional. Dengan berlakunya piagam tersebut, badan Dewan Perdamaian resmi berstatus organisasi internasional.
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan piagam tersebut telah berlaku penuh setelah penandatanganan di Davos, Kamis. Menurutnya, pembentukan Dewan Perdamaian menandai fase baru pendekatan diplomasi Amerika Serikat dalam konflik regional.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan Presiden Donald Trump terbuka untuk berinteraksi dengan berbagai pihak selama sejalan dengan agenda perdamaian. Ia menyebut Dewan Perdamaian sebagai “blueprint” resolusi konflik yang bisa diterapkan di wilayah lain yang selama ini dianggap sulit diselesaikan secara diplomatik.
Piagam tersebut ditandatangani oleh 19 negara serta Kosovo. Negara-negara penandatangan berasal dari berbagai kawasan, termasuk Armenia, Argentina, Azerbaijan, Bahrain, Bulgaria, Hungaria, Indonesia, Yordania, Kazakhstan, Mongolia, Maroko, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Uzbekistan.
Utusan khusus AS Steve Witkoff menegaskan bahwa mandat Dewan Perdamaian tidak terbatas pada Gaza. Ia menyatakan badan tersebut akan beroperasi di berbagai wilayah konflik lain sebagai platform koordinasi diplomasi, rekonstruksi, dan stabilisasi keamanan.
Witkoff juga menyinggung pemulangan sandera dan jenazah korban konflik sebagai bagian dari langkah awal pembangunan kepercayaan, seraya menyebut pembentukan Dewan Perdamaian sebagai simbol harapan baru bagi masa depan Gaza dan kawasan konflik lainnya.

































































