Purbalingga — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, mulai mengambil peran strategis dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pembentukan Koperasi Produsen Bangga Senyum Bersama (BSB).
Koperasi yang beralamat di Desa Lambur, Kecamatan Mrebet, tersebut diresmikan Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, Rabu. Kehadiran koperasi ini menandai keterlibatan aktif pendidikan vokasi dalam rantai usaha MBG, mulai dari penyediaan bahan pangan hingga dukungan teknis dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ketua Koperasi Produsen BSB Muhammad Yasro Khambali mengatakan koperasi dibentuk sebagai wadah kolaborasi SMK untuk berkontribusi langsung dalam pelaksanaan program prioritas nasional tersebut.
“Mayoritas anggota koperasi merupakan kepala SMK di Kabupaten Purbalingga. Kami ingin potensi pendidikan vokasi tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah SMK di Purbalingga memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan MBG, seperti keahlian tata boga, pengolahan hasil pertanian, hingga teknik perawatan peralatan dapur MBG. Seluruh sumber daya tersebut akan dioptimalkan secara terintegrasi.
Menurut Yasro, kolaborasi dengan pemerintah daerah diharapkan mampu memperluas dampak ekonomi program MBG, sekaligus memperkuat peran SMK sebagai penggerak ekonomi lokal berbasis kompetensi.
Sementara itu, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani menyampaikan bahwa Koperasi Produsen BSB ke depan akan berafiliasi dan bekerja sama dengan dapur MBG atau SPPG yang telah beroperasi di wilayah Purbalingga.
Ia menilai pembentukan koperasi ini sebagai respons cepat dunia pendidikan vokasi dalam menangkap peluang dari program prioritas nasional, sekaligus membuka ruang partisipasi bagi pelaku usaha lokal.
“Jika potensi MBG dimanfaatkan oleh pelaku usaha daerah, manfaat ekonominya akan berputar di Purbalingga dan membentuk siklus ekonomi yang sehat. Ini lebih baik dibandingkan jika dikuasai pelaku usaha besar dari luar daerah,” kata Dimas.
Selain sektor pangan, ia menambahkan peluang juga terbuka pada aspek teknis, seperti perawatan alat produksi dan distribusi, sehingga seluruh kompetensi SMK dapat berkontribusi tanpa monopoli atau ego sektoral.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Wabup Dimas juga meninjau fasilitas praktik tata boga di SMKN 1 Bojongsari untuk memastikan kesiapan produksi serta penerapan standar higienitas dalam mendukung program MBG. (Ant)

































































