DEPOK – Suasana Sekolah Masjid Terminal Depok atau Sekolah Master mendadak semarak, Jumat (13/2/2026). Ratusan siswa mengenakan busana muslim dan muslimah mengikuti kegiatan Tahrib Ramadan 1447 Hijriah dengan penuh antusias.
Pendiri Sekolah Master, Nurrohim, membuka kegiatan dengan pesan persiapan spiritual menyambut bulan suci. Nasihat juga disampaikan Peneliti Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nur Mahmudi Ismail, yang menekankan pentingnya niat ikhlas dalam berpuasa.
“Puasa Ramadan nilainya langsung dari Allah SWT. Karena itu yang paling utama adalah niat yang tulus,” ujarnya di hadapan para siswa dikutip dari wartakota.
Usai rangkaian tausiyah, para murid membagikan ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN). Program tersebut telah menjangkau sekitar 3.000 siswa Sekolah Master Depok.
Nurrohim menyebut, pasokan MBG diperoleh dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Depok dan Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas.
“Alhamdulillah siswa Sekolah Master Depok terselamatkan dengan adanya MBG. Mereka menimba ilmu dengan perut terisi makanan bergizi,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Nur Mahmudi juga mengajak pihak sekolah untuk lebih menghargai pangan lokal, salah satunya sorgum. Tanaman ini dinilai memiliki manfaat kesehatan, terutama karena kandungan gulanya diserap lebih lambat oleh tubuh sehingga baik bagi penderita diabetes.
Ia mendorong agar lembaga pendidikan seperti Sekolah Master dapat menjadi pelopor diversifikasi pangan di tingkat komunitas.
Ajakan tersebut langsung disambut positif oleh Nurrohim. Ia menyatakan kesiapan untuk menjadikan sorgum sebagai alternatif pengganti beras dalam konsumsi sehari-hari di lingkungan sekolah.
“Kami akan ajak para guru belajar mengolah sorgum agar bisa dikonsumsi siswa,” ujarnya.
Sekolah Gratis untuk Ribuan Anak
Sekolah Master Depok didirikan pada tahun 2000 dan awalnya berlokasi di Masjid Terminal Depok. Kini, sekolah gratis tersebut memiliki lahan sekitar 6.000 meter persegi dengan jenjang pendidikan lengkap, mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga program Kejar Paket A, B, dan C.
Sekitar 3.000 siswa dari berbagai latar belakang ekonomi menempuh pendidikan di sana. Fasilitas yang tersedia meliputi ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, fasilitas olahraga, hingga asrama bagi siswa yang membutuhkan. Beragam kegiatan ekstrakurikuler seperti komputer, otomotif, bahasa, dan musik juga menjadi bagian dari pembinaan siswa.
Melalui perpaduan penguatan spiritual, dukungan gizi lewat MBG, dan dorongan pemanfaatan pangan lokal, Sekolah Master Depok berupaya menyambut Ramadan tidak hanya dengan ibadah, tetapi juga dengan langkah konkret memperkuat kualitas hidup para siswanya.

































































