Washington DC – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pesan khusus bagi umat Muslim yang memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Gedung Putih melalui situs whitehouse.gov pada Selasa (17/2) waktu setempat, Trump mengirimkan salam dan doa terbaiknya.
“Hari ini, saya menyampaikan salam dan harapan terbaik saya kepada semuanya yang merayakan Ramadan,” ujar Trump dalam pernyataannya.
Ia menyebut Ramadan sebagai musim pembaruan spiritual yang sarat dengan refleksi diri dan rasa syukur atas berbagai berkah. Menurutnya, bulan suci ini juga menjadi momentum memperkuat ikatan keluarga dan komunitas, sekaligus menegaskan nilai-nilai universal seperti kasih sayang, amal, dan kerendahan hati.
Dalam pesannya, Trump turut menyinggung pentingnya kebebasan beragama di Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa hak untuk beribadah merupakan fondasi bangsa yang harus dijaga.
“Hak yang diberikan Tuhan untuk beribadah secara bebas adalah ciri khas bangsa kita dan pilar kemakmuran serta kekuatan kita,” tegasnya, seraya menyatakan komitmen pemerintahannya untuk memastikan setiap warga dapat menjalankan keyakinannya tanpa rasa takut.
Trump juga memanjatkan doa agar Ramadan membawa kebahagiaan di setiap rumah, memperkuat persatuan, serta menghadirkan perdamaian di seluruh dunia.
Sejumlah negara Arab dan mayoritas Muslim memulai Ramadan pada Rabu (18/2), sementara beberapa negara lain, termasuk Indonesia, Turki, Oman, Singapura, dan Australia, mengawali puasa pada Kamis (19/2).
Di Amerika Serikat, awal Ramadan ditetapkan pada Rabu (18/2) setelah Dewan Fiqih Amerika Utara mengumumkan hasil penetapan kalender hijriah tahun ini.

































































