Liverpool – Mohamed Salah resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Liverpool lebih cepat dari kontrak yang seharusnya berlaku hingga 2027. Keputusan ini sekaligus menutup perjalanan sembilan musim sang bintang bersama klub berjuluk The Reds.
Kepastian tersebut diumumkan Salah melalui unggahan video di media sosial pada Rabu (25/3/2026) dini hari WIB. Dalam waktu hampir bersamaan, Liverpool juga merilis pernyataan resmi terkait kesepakatan perpisahan tersebut.
Dalam pesannya, pemain asal Mesir itu mengungkapkan perpisahan bukan keputusan mudah, mengingat banyak kenangan dan pencapaian yang telah diraih selama membela klub.
“Sembilan tahun di sini memberi banyak arti dalam hidup saya,” demikian isi pesan perpisahannya kepada para penggemar.
Keputusan Salah hengkang lebih awal mengakhiri berbagai spekulasi mengenai masa depannya, terutama setelah menjalani musim yang dinilai tidak semulus tahun-tahun sebelumnya di Anfield.
Meski demikian, kontribusinya selama hampir satu dekade tetap menempatkannya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah klub.
Sejak didatangkan dari AS Roma pada 2017, Salah menjadi tulang punggung lini serang Liverpool. Di kompetisi Liga Inggris, ia mencatatkan 189 gol dan 93 assist dari 315 penampilan.
Di level Eropa, perannya juga tak tergantikan. Ia mengoleksi 47 gol dan 20 assist di Liga Champions, serta total 51 gol di kompetisi Eropa—menjadikannya salah satu pencetak gol terbanyak Liverpool di ajang tersebut.
Namun, warisan Salah tidak hanya berhenti pada statistik dan trofi. Kehadirannya di Liverpool juga membawa dampak sosial yang signifikan, khususnya dalam membangun citra positif terhadap Islam di Inggris.
Sebuah studi dari Universitas Stanford yang dikutip media internasional menyebutkan, sejak kedatangan Salah, angka kejahatan berbasis kebencian terhadap Muslim di Liverpool menurun hingga 19 persen. Bahkan, komentar bernada anti-Muslim di media sosial disebut turun hingga 50 persen.
Dampak ini tidak lepas dari sikap dan identitas yang ditunjukkan Salah di lapangan. Ia kerap melakukan sujud syukur usai mencetak gol, serta menunjukkan praktik keagamaan secara terbuka, termasuk saat menjalani puasa di tengah kompetisi.
Hal tersebut dinilai berkontribusi dalam mengurangi stigma negatif serta memperkuat nilai toleransi di tengah masyarakat Inggris yang multikultural.
Salah dijadwalkan meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2025/2026 dengan status bebas transfer. Artinya, klub tidak akan menerima biaya transfer dari kepindahannya.
Keputusan untuk tidak melanjutkan sisa kontraknya juga menunjukkan komitmen pribadi sang pemain untuk mengakhiri perjalanan dengan caranya sendiri, meski harus melepas potensi pendapatan di tahun terakhir.
Kepergian Salah menandai berakhirnya salah satu era paling sukses Liverpool dalam satu dekade terakhir. Sosoknya bukan hanya ikon di lapangan, tetapi juga figur yang meninggalkan jejak sosial yang jarang dimiliki pesepak bola modern.

































































