Jakarta – Pemerintah bergerak cepat menangani dugaan keracunan makanan yang dialami 72 siswa peserta program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Selain memastikan perawatan medis, evaluasi terhadap dapur penyedia makanan juga langsung dilakukan.
Melalui Badan Gizi Nasional (BGN), tim melakukan pemeriksaan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa. Hasil awal menunjukkan fasilitas dapur belum sepenuhnya memenuhi standar operasional prosedur, terutama pada tata letak dan instalasi pengolahan air limbah.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, Senin (6/4/2026), menyatakan operasional dapur dihentikan sementara hingga perbaikan dilakukan. Menurutnya, keputusan tersebut diambil sebagai langkah kehati-hatian untuk menjamin keamanan pangan.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turun langsung memantau kondisi siswa yang dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSKD Duren Sawit. Dari hasil pemantauan, sebagian besar siswa dilaporkan dalam kondisi stabil dan menunjukkan perkembangan pemulihan.
Gejala yang dialami para siswa antara lain demam, mual, muntah, dan diare. Penanganan cepat oleh tenaga medis dinilai membantu mencegah kondisi yang lebih serius.
Pemerintah menyebut dugaan awal mengarah pada salah satu menu MBG, yakni spageti. Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil uji laboratorium. Investigasi dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak guna memastikan hasil yang akurat dan transparan.
Dalam aspek penanganan, pemerintah memastikan seluruh siswa mendapatkan layanan kesehatan tanpa hambatan. Biaya perawatan ditanggung penuh, baik melalui program jaminan kesehatan nasional maupun skema dukungan lain yang disiapkan pemerintah.
Kasus ini juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya pada standar keamanan pangan, distribusi, serta prosedur penyajian. Pemerintah menegaskan keselamatan peserta menjadi prioritas utama dan perkembangan penanganan akan terus disampaikan secara terbuka.

































































