JAKARTA — Tim Seleksi Anugerah Jurnalistik MH Thamrin PWI Jaya 2026 mencatat perkembangan signifikan dalam proses penerimaan karya peserta. Hingga Senin (13/4), sebanyak 679 karya telah masuk melalui berbagai platform media.
Komposisi karya yang diterima menunjukkan distribusi lintas medium. Sebanyak 300 link foto mendominasi kontribusi visual, disusul 170 link teks. Dalam kategori penyiaran, terdapat 80 link TV streaming dan 110 link TV terestrial. Selain itu, tim seleksi juga menerima 10 link tajuk rencana, 8 link infografis, serta satu konten MP3 radio.
Tema “Menyongsong 500 DKI” menjadi salah satu benang merah karya yang masuk. Berbagai karya menghadirkan refleksi historis sekaligus proyeksi strategis terhadap arah pembangunan Jakarta menjelang lima abad keberadaannya.
Ketua MHT 52-2026 Arman Suparman mengatakan tingginya jumlah karya yang masuk menjadi indikator positif partisipasi publik dalam ruang gagasan yang difasilitasi secara kelembagaan.
“Proses ini merupakan bagian dari upaya sistematis dalam menghimpun pemikiran kolektif melalui karya jurnalistik untuk menyongsong 500 tahun DKI Jakarta. Tingginya kontribusi yang masuk menunjukkan adanya kepercayaan publik terhadap mekanisme yang dibangun,” ujar Arman.
Ia menegaskan Anugerah Jurnalistik MH Thamrin tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga pada kualitas dan dampak karya terhadap wacana publik.
“Setiap karya akan melalui proses seleksi yang terukur dan objektif, dengan mempertimbangkan kedalaman analisis, relevansi isu, serta kontribusinya terhadap penguatan wacana publik,” katanya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Jaya (PWI Jaya) Kesit Budi Handoyo menekankan pentingnya memperluas basis partisipasi dalam ekosistem yang inklusif dan representatif.
Menurutnya, keterlibatan kalangan pers, akademisi, komunitas, hingga generasi muda diperlukan untuk memperkaya gagasan menuju 500 tahun Jakarta. Ia juga mendorong peserta berasal dari media yang memiliki badan hukum pers guna menjaga kualitas dan kredibilitas karya.
“Kami mendorong agar peserta, khususnya dari kalangan media, berasal dari lembaga pers yang memiliki badan hukum yang jelas, sehingga setiap karya yang dihasilkan tetap berada dalam koridor profesionalisme dan etika jurnalistik,” tegas Kesit.
Ia menambahkan keterlibatan media arus utama akan memperkuat legitimasi proses seleksi sekaligus menjamin akuntabilitas informasi yang disampaikan kepada publik.
Kesit juga mengungkapkan pihaknya tengah menjajaki kemungkinan penyelenggaraan malam puncak MHT Awards 52-2026 kembali digelar di Balai Agung, Balai Kota Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Melalui Anugerah Jurnalistik MH Thamrin PWI Jaya 2026, proses seleksi diharapkan mampu menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan Jakarta menjelang usia 500 tahun.
































































