Jakarta — Pemerintah mempertegas komitmennya menjaga program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan sesuai tujuan. Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menegaskan pengawasan terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu akan diperketat agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.
Penegasan tersebut disampaikan Dudung usai menerima kunjungan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/5).
Dalam pertemuan itu, Dudung memastikan Kantor Staf Presiden tidak hanya memantau dari balik meja, tetapi juga siap turun langsung mengawal implementasi program di lapangan.
“Saya sampaikan kepada beliau bahwa KSP akan mengawal ketat dan mengawasi program unggulan Bapak Presiden,” kata Dudung kepada wartawan.
Menurutnya, pengawasan ketat dibutuhkan karena program berskala nasional seperti MBG rentan dimanfaatkan oleh oknum yang ingin mencari keuntungan pribadi. Ia mengingatkan agar tidak ada praktik titipan proyek maupun manipulasi yang justru merugikan tujuan besar program tersebut.
“Jangan sampai ada oknum-oknum yang jual-jual titip atau memanipulasi berupa keuntungan. Ini harus dicegah, dan saya akan cek terus,” tegasnya.
Dudung menjelaskan, penguatan pengawasan ini juga dilakukan atas permintaan BGN sendiri. Dengan cakupan program yang luas serta melibatkan banyak pihak di berbagai daerah, koordinasi antarlembaga menjadi kebutuhan utama agar pelaksanaan tetap terkendali.
“BGN juga meminta dukungan pengawasan karena cakupannya sangat besar. Ini yang akan kami tingkatkan,” ujarnya.
Selain membahas pengawasan, Dudung mengungkapkan pemerintah juga tengah melakukan pembenahan internal di tubuh BGN. Sebelum bertemu Kepala BGN, ia mengaku sempat berdiskusi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengenai langkah-langkah evaluasi untuk memperkuat tata kelola program.
Salah satu fokus pembenahan adalah menghadirkan para ahli, mulai dari pakar gizi hingga tenaga profesional yang memahami pengelolaan dapur dalam skala besar. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kualitas makanan, keamanan distribusi, dan efektivitas pelaksanaan program di lapangan.
“Perbaikan terus dilakukan, termasuk menghadirkan pakar-pakar gizi dan ahli yang benar-benar memahami tata kelola dapur agar pelaksanaan BGN semakin baik ke depan,” ujar Dudung.
Program MBG sendiri menjadi salah satu agenda strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, terutama pelajar dan kelompok rentan. Karena menyangkut anggaran besar dan menjangkau wilayah luas, pengawasan dinilai menjadi kunci agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
Dudung berharap penguatan sistem dan evaluasi berkelanjutan mampu membuat program ini semakin optimal.
“Ini program prioritas Presiden yang harus kita dukung bersama karena manfaatnya sangat besar bagi masa depan anak-anak Indonesia,” pungkasnya.

































































