Jakarta – Setelah berbulan-bulan hidup dalam ketakutan di bawah penyanderaan kelompok teroris Boko Haram, ratusan perempuan dan anak-anak di Nigeria akhirnya berhasil menghirup udara kebebasan. Operasi penyelamatan yang dilakukan aparat keamanan menjadi secercah harapan di tengah konflik berkepanjangan yang melanda wilayah timur laut negara tersebut.
Dikutip dari AFP, sebanyak 416 warga sipil asal Ngoshe dipastikan telah dibebaskan. Mayoritas korban merupakan perempuan dan anak-anak yang sebelumnya ditawan oleh kelompok bersenjata di kawasan perbukitan dekat perbatasan Kamerun.
Keberhasilan operasi tersebut dikonfirmasi oleh Presiden Aliansi Pemuda Borno Selatan (BOSYA), Samaila Kaigama, dan anggota parlemen setempat, Senator Mohammed Ali Ndume.
Berbeda dengan operasi militer konvensional, aparat Nigeria mengandalkan pendekatan berbasis intelijen. Mereka lebih dulu menjalankan operasi psikologis untuk memecah soliditas kelompok Boko Haram sebelum melakukan penyelamatan terhadap para sandera.
Strategi tersebut dinilai mampu meminimalkan risiko bagi korban yang selama ini hidup dalam kondisi serba terbatas di wilayah yang sulit dijangkau.
Meski operasi berakhir dengan keberhasilan besar, tragedi tetap tidak dapat dihindari. Dua bayi dilaporkan meninggal dunia akibat kelelahan ekstrem setelah menjalani masa penyanderaan yang panjang dan harus melewati perjalanan berat saat proses evakuasi berlangsung.
Peristiwa itu menjadi gambaran betapa berat penderitaan yang dialami para korban selama berada dalam kekuasaan kelompok teroris.
Sebelum pembebasan dilakukan, Boko Haram dilaporkan meminta uang tebusan dalam jumlah besar kepada keluarga maupun pihak terkait. Pemerintah Nigeria tetap menyatakan tidak memberikan pembayaran kepada kelompok tersebut sebagai bagian dari kebijakan menolak negosiasi dengan teroris.
Di sisi lain, para pengamat keamanan menyebut praktik pembayaran tebusan secara tidak resmi masih kerap terjadi dalam berbagai kasus penculikan di Nigeria.
Fenomena penculikan telah berkembang menjadi salah satu sumber pendanaan utama kelompok bersenjata di negara tersebut. Selain digunakan untuk memperoleh keuntungan ekonomi, aksi penyanderaan juga menjadi alat tekanan politik dan propaganda bagi kelompok ekstremis.
Sejak memulai pemberontakan pada 2009, Boko Haram telah menimbulkan krisis kemanusiaan berkepanjangan. Puluhan ribu orang kehilangan nyawa, sementara jutaan warga terpaksa meninggalkan kampung halaman akibat konflik yang tak kunjung berakhir.
Keberhasilan membebaskan ratusan sandera kali ini menjadi momentum penting bagi pemerintah Nigeria dalam memperkuat upaya pemberantasan terorisme. Namun di balik keberhasilan tersebut, pekerjaan besar masih menanti, yakni memulihkan trauma para korban sekaligus memastikan ancaman kelompok ekstremis tidak kembali merenggut kehidupan masyarakat sipil.
YOGYAKARTA, RADARMETRO.DISWAY.ID – Organisasi perempuan Kristen KAWAL Indonesia mendapat apresiasi atas konsistensinya menyelenggarakan seminar dan kajian yang mendorong penguatan peran perempuan dalam keluarga, gereja, dan masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), H. Abd. Suud, S.Ag., M.SI., saat menghadiri seminar yang digelar KAWAL Indonesia bekerja sama dengan Happy Family Center Yogyakarta di Gereja Happy Family Yogyakarta, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Suud, KAWAL Indonesia merupakan organisasi yang aktif dan konsisten menghadirkan berbagai kegiatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya perempuan Kristen.
“Saya memberikan apresiasi yang cukup tinggi kepada organisasi KAWAL. Selama saya menjadi Plt Pembimas Kristen, saya melihat KAWAL cukup kreatif, dinamis, dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan sangat baik,” ujar Suud.
BACA JUGA:Kemenag DIY Pastikan Hak Beribadah Jemaat GMS Bantul Tetap Terlayani
Ia menilai seminar dan kajian yang diselenggarakan KAWAL tidak hanya memberikan ruang diskusi keagamaan, tetapi juga mendorong peserta untuk mengimplementasikan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui seminar dan kajian seperti ini, peserta diajak untuk mengubah pola pikir dan menyikapi berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat dengan perspektif yang konstruktif,” katanya.
Selain itu, ia mengapresiasi keterlibatan perempuan sebagai motor utama organisasi tersebut. Menurutnya, keberadaan organisasi perempuan yang aktif melakukan pemberdayaan dan edukasi keagamaan masih relatif terbatas, sehingga kontribusi KAWAL menjadi penting dalam penguatan kapasitas perempuan di tengah masyarakat.
Suud berharap KAWAL Indonesia terus memperluas jangkauan programnya melalui kolaborasi dengan berbagai gereja dan organisasi masyarakat lainnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Kegiatan-kegiatan seperti ini perlu terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak komunitas sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Gembala Sidang Happy Family Center Jemaat Lokal Yogyakarta, Pendeta Dr. Jerry Maramis, menilai seminar yang diselenggarakan KAWAL Indonesia memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kapasitas dan peran perempuan.
BACA JUGA:Dukung Program Pemerintah, KAI Berikan Diskon 30 Persen untuk 30 Kereta Ekonomi Selama Liburan Sekolah
Menurut Jerry, perempuan memiliki posisi strategis dalam keluarga maupun lingkungan sosial sehingga perlu terus didorong untuk mengembangkan diri dan memperkuat nilai-nilai kehidupan yang positif.
“Perempuan memiliki peran yang sangat besar, baik dalam keluarga, komunitas maupun pelayanan sosial. Karena itu kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk mendukung pengembangan kapasitas dan karakter perempuan,” katanya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan jangkauan peserta yang lebih luas melalui penguatan publikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kegiatannya sangat baik. Ke depan tentu akan lebih baik lagi jika semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses dan mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini,” pungkasnya.
Yogyakarta – Yogyakarta di akhir pekan ini dipadati oleh ribuan warga masyarakat yang menyaksikan Kirab Budaya Festival Tresna Pancasila, bagian memperingati Bulan Bung Karno 2026, Sabtu (6/6/).
Melalui kirab ini ada semangat kebangsaan, kebudayaan, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan keseharian masyarakat.
Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY Hifni Muhammad Nasikh melepas peserta yang berjalan menyusuri Jalan Malioboro menuju Taman Pintar Yogyakarta.
Ini bagian dari peringatan bulan Bung Karno dan jadi bagian atraksi wisata baik domestik maupun mancanegara. Kita menggelorakan nilai Pancasila dengan cara berbudaya,” kata Hifni Muhammad Nasikh.
Peserta kirab diantaranya adalah Barisan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) DIY menjadi peserta pertama yang membuka jalannya kirab. Kehadiran para anggota Paskibraka menjadi simbol generasi muda yang diharapkan mampu meneruskan nilai-nilai kebangsaan dan semangat Pancasila.
Di belakang Paskibraka, pasukan bregada yang berjalan gagah sembari diiringi alunan gamelan khas prajurit Keraton Yogyakarta. Irama musik tradisional yang mengalun di sepanjang Malioboro menghadirkan nuansa budaya Jawa yang kental dan memikat perhatian para penonton.
Kirab juga menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya. Sejumlah peserta mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia, sementara kelompok lain menampilkan karya fashion bernuansa tradisional yang memadukan unsur budaya dan kreativitas modern.
Salah satu yang paling menyita perhatian adalah kemunculan sosok Bung Karno yang ditampilkan dalam kirab. Tokoh yang diperankan mengenakan pakaian khas Presiden pertama Republik Indonesia itu tampak melambaikan tangan kepada masyarakat sepanjang rute perjalanan. Kehadirannya mengingatkan kembali pada perjuangan Sang Proklamator sekaligus makna Bulan Bung Karno yang diperingati setiap Juni.
Inisiator Kirab Budaya Tresna Pancasila yang menjabat Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menjelaskan bahwa Kirab Budaya Tresna Pancasila tidak sekadar menjadi agenda peringatan Hari Lahir Bung Karno, tetapi juga sarana membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat.
” Kata “Tresna” yang menjadi nama kegiatan memiliki makna cinta yang lahir dari ketulusan hati, mengandung nilai keikhlasan, kesukarelaan, dan kerelaan berkorban demi kepentingan yang lebih besar. Kirab ini tidak sekadar perayaan. Kami ingin menghadirkan ruang kebudayaan yang memungkinkan masyarakat melakukan pembatinan terhadap nilai-nilai Pancasila, sehingga tidak berhenti sebagai hafalan, tetapi menjadi pedoman hidup,” kata pokitisi PDI Perjuangan ini.
Eko juga mengucapkan terima kasih atas sambutan meriah dari masyarakat dan wisatawan khususnya anak anak muda yang hadir langsung ke Malioboro, khususnya yang ikuti kirab seperti Dimas-Diajeng Jogja, Paskibraka, drumband juga tampilan seni lainnya.
“Insya Allah kegiatan ini akan kembali digelar tahun depan dengan lebih baik lagi, menjadi kegiatan tahunan yang menyenangkan dan membantu pariwisata Yogyakarta,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut didedikasikan untuk menghidupkan kembali karakter kepahlawanan, patriotisme, nasionalisme, dan semangat cinta tanah air di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini didedikasikan untuk menggelorakan kembali karakter kepahlawanan. Kita ingin masyarakat memiliki mental yang mengutamakan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi, keluarga maupun kelompok,” kata Eko Suwanto.
Melalui Kirab Budaya Tresna Pancasila, semangat Bung Karno dan nilai-nilai Pancasila diharapkan terus hidup di tengah masyarakat. Tidak hanya menjadi bagian dari peringatan sejarah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk membangun Indonesia yang kuat, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa.
Selain menguatkan semangat kebangsaan, penyelenggaraan Kirab Budaya Tresna Pancasila juga diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata dan ekonomi rakyat. Ribuan pengunjung yang memadati Malioboro selama kegiatan berlangsung memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha di kawasan tersebut, mulai dari pedagang kaki lima hingga sektor jasa wisata.































































