Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang paling banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Temuan tersebut terungkap dalam survei terbaru yang dirilis Poltracking Indonesia.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada 11–17 Mei 2026, sebanyak 27,6 persen responden menyebut MBG sebagai program pemerintah yang paling memberikan manfaat secara langsung. Angka tersebut menempatkan MBG di atas sejumlah program sosial lainnya seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), maupun layanan kesehatan gratis.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, mengatakan popularitas MBG masih menjadi yang tertinggi di antara berbagai program unggulan pemerintah saat ini.
“Program yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah Makan Bergizi Gratis dengan angka 27,6 persen. Setelah itu Kartu Indonesia Sehat 11,2 persen, Kartu Indonesia Pintar 10,1 persen, dan layanan kesehatan gratis 8,5 persen,” ujar Masduri dalam pemaparan hasil survei, Kamis (4/6/2026).
Tak hanya dinilai paling bermanfaat, MBG juga disebut sebagai program yang dianggap paling tepat sasaran oleh responden. Sebanyak 24,5 persen responden menilai program tersebut telah menyasar kelompok yang membutuhkan.
Sementara itu, Kartu Indonesia Sehat memperoleh penilaian tepat sasaran sebesar 12 persen, disusul Kartu Indonesia Pintar 10,7 persen dan layanan kesehatan gratis 10,6 persen.
Survei juga menunjukkan tingkat pengenalan masyarakat terhadap MBG sangat tinggi. Sebanyak 92,1 persen responden mengaku mengetahui program tersebut. Namun, tingkat kepuasan publik terhadap pelaksanaannya tercatat berada pada angka 55,6 persen.
Menurut Masduri, terdapat selisih yang cukup besar antara tingkat popularitas program dan kepuasan masyarakat terhadap implementasinya di lapangan.
“Tingkat pengenalannya sangat tinggi, tetapi tingkat kepuasannya masih 55,6 persen. Ini menjadi catatan penting untuk evaluasi ke depan,” katanya.
Meski demikian, mayoritas masyarakat masih menginginkan program tersebut tetap dijalankan. Sebanyak 51,9 persen responden menyatakan MBG perlu dilanjutkan, sementara 35,3 persen berpendapat sebaliknya. Adapun 12,8 persen responden tidak memberikan jawaban atau belum memiliki pendapat.
Hasil survei ini menunjukkan bahwa MBG masih menjadi program unggulan yang memperoleh perhatian luas dari masyarakat. Namun di saat yang sama, pemerintah dinilai perlu terus meningkatkan kualitas pelaksanaan dan pengawasan agar manfaat program dapat dirasakan lebih optimal oleh penerima manfaat di berbagai daerah.
Survei Poltracking Indonesia melibatkan 1.220 responden yang memiliki hak pilih dan dilakukan melalui wawancara tatap muka. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
































































