Lebak – Pemerintah Kabupaten Lebak mulai mempersiapkan petani lokal sebagai pemasok utama kebutuhan sayuran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan dengan mengembangkan sentra sayuran dataran tinggi sekaligus memperkuat rantai pasok pangan lokal agar mampu memenuhi kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan, selama ini kebutuhan komoditas seperti kentang, wortel, dan kubis untuk dapur SPPG masih didatangkan dari sejumlah daerah di Jawa Barat. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi petani Lebak untuk mengisi pasar yang terus berkembang.
“Kami mendampingi petani lokal agar mampu memenuhi kebutuhan sayuran dataran tinggi untuk dapur SPPG,” kata Rahmat di Lebak, Jumat.
Menurutnya, pemerintah daerah kini memfokuskan pengembangan budidaya sayuran di wilayah yang memiliki kondisi geografis sesuai, seperti Kecamatan Cipanas, Lebakgedong, Cibeber, dan Sobang yang berada di kawasan kaki Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Rahmat menjelaskan, peningkatan produksi lokal diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat petani.
Selain memperluas areal tanam, Dinas Pertanian juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok tani, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia hingga penerapan teknik budidaya yang lebih baik. Pemerintah turut menyalurkan bantuan sarana produksi dan alat mesin pertanian untuk meningkatkan produktivitas.
Tak hanya berfokus pada produksi, Pemkab Lebak juga membangun akses pemasaran dengan menghubungkan hasil panen petani ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dapur SPPG, serta pasar tani. Skema tersebut diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi sehingga hasil panen lebih cepat terserap dan memberikan nilai tambah bagi petani.
Rahmat juga mengapresiasi dukungan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang menyediakan gerbong khusus untuk mengangkut hasil pertanian menuju berbagai daerah pemasaran, seperti Serang, Tangerang, hingga Jakarta.
“Kami mengapresiasi PT KAI yang menyediakan gerbong khusus petani sehingga distribusi hasil pertanian ke luar daerah menjadi lebih mudah,” ujarnya.
Sementara itu, petani di Kecamatan Cibeber mulai meningkatkan budidaya kentang dan wortel sebagai komoditas unggulan. Salah seorang petani, Mulyadi, mengatakan hasil panen sebelumnya masih sebatas memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Namun, dengan perluasan lahan tanam yang kini mencapai puluhan hektare, petani optimistis dapat memasok kebutuhan dapur MBG sekaligus memperluas pasar.
“Kami berharap produksi sayuran dataran tinggi ke depan mampu memenuhi kebutuhan SPPG sekaligus dipasarkan ke berbagai daerah,” kata Mulyadi.
Pengembangan sentra sayuran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekosistem MBG melalui pemanfaatan potensi pangan lokal. Selain mendukung keberlanjutan pasokan bahan baku, kebijakan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan menggerakkan perekonomian daerah. (Ant)

































































