KUALASIMPANG – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, mantan narapidana terorisme jaringan Jamaah Islamiyah (JI), Dede Nurjanata, mengajak masyarakat untuk mengibarkan Bendera Merah Putih sebagai simbol penghormatan kepada bangsa dan para pahlawan.
Ajakan tersebut disampaikan Dede melalui sebuah video testimoni yang beredar di media sosial pada Kamis (6/8/2026). Meski ditujukan kepada masyarakat Aceh Tamiang, pesan itu juga ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia.
“Menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, mari kita pasang bendera di depan rumah masing-masing,” ujar Dede dikutip dari serambinews.com.
Menurut Dede, pengibaran Bendera Merah Putih bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi menjadi wujud penghargaan atas perjuangan para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan sekaligus bentuk kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Seruan tersebut sejalan dengan imbauan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang sebelumnya mengajak seluruh elemen masyarakat menyemarakkan peringatan HUT ke-81 RI.
Melalui surat bernomor 400/3707 tertanggal 30 Juli 2026 yang ditandatangani Wakil Bupati Ismail, pemerintah daerah meminta seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN, BUMD, dunia usaha, hingga masyarakat memasang atribut kemerdekaan, termasuk Bendera Merah Putih, spanduk, dan umbul-umbul di lingkungan masing-masing. Pemerintah juga mengajak masyarakat menggelar kegiatan gotong royong sebagai bagian dari peringatan hari kemerdekaan.
Namun, suasana peringatan kemerdekaan di sejumlah wilayah Aceh Tamiang dinilai belum sepenuhnya terasa. Hingga awal Agustus, masih terdapat sejumlah perkantoran maupun kawasan permukiman yang belum memasang atribut merah putih.
Sejumlah warga menyebut kondisi tersebut bukan disebabkan menurunnya semangat nasionalisme, melainkan karena sebagian masyarakat sudah tidak lagi memiliki bendera.
“Kalau ditanya kenapa tidak ada bendera, ya karena memang kami sudah tidak punya. Bendera kami hanyut saat banjir,” kata Alam, warga Kecamatan Karang Baru.
Ia berharap ada dukungan dari pemerintah maupun pihak lain untuk membantu masyarakat memperoleh bendera baru.
“Biasanya ada yang membagikan bendera di jalan. Kami masih menunggu,” ujarnya.
Ajakan yang disampaikan Dede menjadi perhatian tersendiri karena datang dari sosok yang pernah terlibat dalam jaringan terorisme. Pesan tersebut dinilai mencerminkan pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan serta komitmen menjaga persatuan melalui simbol-simbol nasional yang mempersatukan seluruh rakyat Indonesia.
































































