BOGOR – Menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat membutuhkan fondasi yang dibangun sejak bangku pendidikan. Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menilai pendidikan karakter yang mengajarkan toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan menjadi salah satu kunci untuk menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.
Pesan tersebut disampaikan Dedie saat menghadiri open house bertajuk “Together for The Future” di Sekolah Kristen Tunas Harapan, Kecamatan Bogor Selatan, Sabtu akhir pekan lalu.
Menurut Dedie, pendidikan tidak semestinya hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Sekolah juga memiliki tanggung jawab membentuk generasi yang mampu berinteraksi, bekerja sama, dan hidup berdampingan dengan masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda.
Ia menilai kemampuan menghargai perbedaan perlu menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Dengan demikian, keberagaman tidak dipandang sebagai alasan untuk membangun sekat, melainkan sebagai realitas sosial yang harus diterima dan dirawat bersama.
“Bagaimana kemudian kita bisa membangun kota kita sebagai tempat untuk kita melaksanakan kehidupan dari pagi sampai pagi lagi secara aman, damai,” tegas Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim seperti dikutip dari Antara News.
Dedie juga mengapresiasi kegiatan open house yang dinilainya dapat membuka ruang interaksi antara lingkungan pendidikan dengan masyarakat. Kegiatan yang mempertemukan berbagai unsur tersebut menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi dan memperkuat semangat kebersamaan di tengah keberagaman Kota Bogor.
Semangat kolaborasi itu turut terlihat dari keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta penyelenggaraan pentas seni dalam kegiatan tersebut. Sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses belajar, tetapi juga dapat menjadi ruang perjumpaan bagi masyarakat.
Ketua Yayasan Tunas Harapan Daniel Yosafat mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang tidak terlepas dari kehidupan masyarakat.
“Kami percaya bahwa hari ini bukan saja untuk perlombaan, tetapi juga sama seperti Kota Bogor sebagai rumah dan tempat bagi pendidikan untuk tumbuh, berkembang, maju serta berkarakter,” kata Daniel.
Menurut Daniel, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih luas. Pendidikan karakter, kata dia, tidak hanya dibentuk melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman berinteraksi dan bekerja sama dengan lingkungan sekitar.
Di tengah masyarakat Kota Bogor yang memiliki latar belakang agama, budaya, dan sosial yang beragam, penguatan karakter dan toleransi menjadi modal penting untuk menjaga hubungan antarmasyarakat tetap harmonis.
Melalui pendidikan yang menanamkan penghormatan terhadap perbedaan sejak dini, nilai-nilai kebersamaan diharapkan tidak berhenti menjadi slogan, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

































































