Jakarta – Tragedi Kanjuruhan membuat citra sepak bola Indonesia hancur lebur. Kematian 131 Aremania pasca kekalahan Arema dari Persebaya Surabaya 2-3, meninggalkan duka dan kesen negative persepak bolaan Indonesia. Bahkan Presiden Joko Widodo pun langsung menghubungi Presiden FIFA untuk menjelaskan tragedi tersebut.
Kini, tragedi berbuntut dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian. Enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka antara lain Direktur Utama PB LIB Ahmad Hadian Lukito dan Ketua Panpel Arema Malang Abdul Harris.
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) telah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk melakukan penyelidikan lanjutan. Berbagai temuan pun telah diungkap.
Salah satunya temuan dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang telah menyerahkan sejumlah temuan terkait Tragedi Kanjuruhan kepada TGIPF) di Kemenkopolhukam, Senin (10/10/2022).
Penyerahan dilakukan bersamaan dengan rapat koordinasi TGIPF bersama sejumlah pihak. Penyerahan temuan juga dilakukan usai Kompolnas menerjunkan tim ke Malang, Jawa Timur terkait tragedi itu.
“Untuk memberikan masukan hasil temuan selama tim turun ke Malang, kemudian selama mengumpulkan data dan informasi dan semua sudah kami sampaikan,” kata Komisioner Kompolnas Benny Mamoto kepada wartawan di Kemenko Polhukam.
Meski demikian, Benny enggan memaparkan detail temuan Kompolnas. Ia juga enggan membahas hasil rapat koordinasi tersebut.
“Saya rasa sudah saya sampaikan semua baik tim yang turun ke Malang maunpun hasil kami koordinasi dengan jajaran Polda Jatim,” paparnya.
Benny hanya menegaskan bahwa sejauh ini belum ada kesimpulan yang bisa diambil terkait Tragedi Kanjuruhan. Pasalnya, proses dan pengumpulan barang bukti masih dalam proses.
“Belum bisa menyimpulkan dalam proses semua masih dalam proses,” tegasnya.
TGIPF mengklaim mendapatkan informasi dan alat bukti penting dalam mengungkap kasus Tragedi Kanjuruhan. Sejumlah informasi dan barang bukti itu didapatkan TGIPF dari para suporter, di antaranya dari Aremania yang tergabung dalam Tim Gabungan Aremania.
Anggota TGIPF Akmal Marhali didampingi salah satu anggota Aremania menemui beberapa korban dan saksi mata Tragedi Kanjuruhan yang masih hidup. Selain bertemu korban dan saksi mata, TGIPF juga bertemu dengan semua unsur pengamanan terkait selama beberapa hari di Jawa Timur.
Unsur pengamanan yang ditemui TGIPF selama di Jawa Timur adalah kepolisian, Brimob, kemudian unsur Panitia Pelaksana di lapangan, dari steward, dari security officer dan juga TNI.
































































