Jakarta – Ulama senior asal Banyuwangi KH Anwar Iskandar resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggantikan KH Miftachul Akhyar yang mengundurkan diri pada 2022 lalu. Keputusan ini tertuang dalam rapat Hasil Pleno MUI yang digelar di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (15/8).
Namun hasil Rapat Pleno ini masih harus dilaporkan dalam Rapat Paripurna antara Dewan Pimpinan MUI dengan Dewan Pertimbangan MUI untuk mendapatkan pengesahan.
“Tadi sudah diputuskan KH Anwar Iskandar sebagai Ketua Umum MUI menggantikan KH Miftachul Akhyar,” ujar Wakil Ketua Umum MUI Buya Basri Bermanda yang menjadi Ketua Rapat Pleno dikutip dari MUIDigital.
Buya Basri mengatakan, agenda dari Rapat Pleno MUI ini hanya memutuskan pengganti dari Ketua Umum MUI, KH Miftachul Akhyar yang telah mengundurkan diri. Dari keputusan ini, KH Anwar Iskandar akan disahkan sebagai Ketua Umum MUI melalui rapat paripurna yang akan dipimpin langsung oleh KH Maruf Amin sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI.
Buya Basri mengungkapkan, Pleno memutuskan KH Anwar Iskandar sebagai Ketua Umum MUI telah melalui proses yang panjang dan sesuai dengan mekanisme yang ada di MUI.
“Mekanismenya ada rapat pleno untuk memutuskan KH Anwar Iskandar sebagai Ketua Umum MUI menggantikan KH Miftachul Akhyar,” ujarnya.
Buya Basri mengatakan, KH Anwar Iskandar saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI.
Ketua Organizing Committe (OC) Rapat Pleno DP MUI, KH Rofiqul Umam Ahmad menyampaikan, Rapat Pleno ini merupakan amanat dari hasil rapat pimpinan MUI pada 30 Mei 2023 lalu.
Kiai Rofiq mengatakan, agenda Rapat Pleno adalah memutuskan usulan Dewan Pimpinan MUI yang telah menyepakati nama KH Anwar Iskandar untuk menjadi Ketua Umum MUI menggantikan KH Miftachul Akhyar.
Wasekjen MUI Bidang Ekonomi Syariah dan Halal ini menjelaskan, masa khidmat KH Anwar Iskandar nantinya akan meneruskan masa sisa jabatan KH Miftachul Akhyar sampai Muyawarah Nasional (Munas) MUI 2025.
Perihal waktunya, Kiai Rofiq menjelaskan, Rapat Paripurna DP MUI tersebut akan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan KH Ma’ruf Amin.
“Mengingat Beliau sebagai Wakil Presiden tentu sangat sibuk dengan tugas-tugas kenegaraan sehingga perlu berkonsultasi untuk jadwal Rapat Paripurna tersebut,” ujarnya.
Kiai Anwar selama ini dikenal sebagai kiai senior Nahdlatul Ulama (NU). Pria kelahiran 24 April 1950 di Banyuwangi ini juga tercatat sebagai pengasuh Pesantren Mambaul Ulum, Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur dan pengasuh Pesantren Al-Amien Kota Kediri.
KH Anwar Iskandar sempat menimba ilmu dari pesantren yang satu ke pesantren yang lainnya untuk mempelajari agama Islam. Ia semat menimba ilmu di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur, Pondok Al-Falah, Sarang, Rembang, hingga Pondok Minggen, Demak, Jawa Tengah.
Pada tahun 1970, Anwar Iskandar juga telah menyelesaikan program sarjana lengkap di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan mengambil Fakultas Adab Jurusan Sastra Arab pada tahun 1970.
Kiai Anwar juga berkhidmat di jenjang kepengurusan NU di tingkat daerah. Pada tahu 1992 ia menjabat ketua Rais Syuriyah NU cabang kota Kediri. Kemudian, tahun 1997 diangkat menjadi wakil ketua Rais Syuriyah NU wilayah Jawa Timur. Kini, ia masih menjabat sebagai Wakil Rais Aam PBNU periode 2022-2027.
Selain di PBNU, Anwar juga aktif di MUI. Sebelum menjadi Ketum MUI, Anwar tercatat sebagai salah satu Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) MUI 2020-2025.
Di bidang politik, Kiai Anwar Iskandar sempat diangkat menjadi ketua Dewan Syuro PKB wilayah Jawa Timur pada tahun 1998. Ia juga pernah menjabat sebagai anggota MPR dari utusan daerah Jawa Timur. Ia juga pernah mendirikan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) pada tahun 2008.
Kiai Anwar belakangan ini telah menyatakan sikap supaya semua pihak yang akan terlibat dalam pemilu 2024 agar tidak membawa-bawa NU dalam politik praktis.
Ia meminta agar identitas NU tidak dipakai demi mengais suara untuk memenangkan kontestasi. Anwar menjelaskan NU saat ini tidak menjalankan politik praktis. Namun, politik NU adalah politik kenegaraan untuk menyelamatkan negeri ini.

































































