Jakarta – SZ (23), pelaku pembunuhan pegawai minimarket di Gambir, mengungkapkan penyesalan mendalam atas tindakannya yang merenggut nyawa SY (21).
“Saya sangat menyesal atas apa yang telah saya lakukan dan meminta maaf kepada keluarga korban,” kata SZ saat konferensi pers di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Rabu (11/9/2024).
SZ menyatakan siap menanggung seluruh konsekuensi hukum dari perbuatannya dan menerima hukuman dengan pasrah.
“Saya siap bertanggung jawab secara penuh,” ujar SZ sambil menunduk, menunjukkan rasa penyesalan yang mendalam.
SZ juga mengungkapkan bahwa tindakannya dipicu oleh rasa sakit hati akibat candaan tak senonoh yang sering dilontarkan SY sejak mereka bekerja bersama di toko yang sama, selama sekitar tiga bulan.
“Adanya kata-kata yang tidak pantas dari korban mengenai alat kelamin dari si korban. Ya itulah, jadi (korban sempat bilang) ‘Kalau mau duit nih isep ini (alat kelamin) saya’,” kata Kapolsek Gambir, Kompol Jamalinus Nababan saat konferensi pers.
Akibat perbuatannya, SZ terancam dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, juncto pasal 388 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman maksimal penjara seumur hidup atau hukuman mati.
Sebelumnya diberitakan, pegawai minimarket berinisial SY (21) tewas ditusuk oleh mantan mitra kerjanya, SZ (23) di sebuah gudang yang berada di Jalan Pecenongan, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat pada Selasa (10/9/2024).
Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 01.51 WIB, korban masih keluar masuk gudang karena tengah melakukan pekerjaannya. Sementara itu, pelaku datang ke toko dan ikut masuk ke gudang. Kemudian, sekitar pukul 02.45 WIB, saksi sempat mendengar suara teriakan korban dari arah gudang.
Teriakan ini semakin kuat sehingga saksi segera menghampiri korban. Saat itu, korban sudah dalam kondisi tengkurap bersimbah darah dan masih sempat meminta tolong.
Pelaku juga masih berada di lokasi dan segera mengejar saksi sambil memegang pisau di tangannya. Saksi segera lari ke luar gudang untuk meminta pertolongan.
Sebelum keluar dari area toko, saksi sempat menurunkan rolling door untuk menjebak pelaku. Setelah pelaku tidak bisa keluar toko, saksi segera meminta pertolongan warga sekitar dan membuat laporan ke polisi.
Laporan ini diterima polisi sekitar pukul 03.16 WIB. Tidak lama, sejumlah personel polisi tiba di lokasi kejadian dan segera menangkap terduga pelaku.

































































