Jakarta – Menjelang tonggak 500 tahun Jakarta pada 2027, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya menegaskan komitmennya memperkuat peran jurnalisme melalui Anugerah Jurnalistik Muhammad Hoesni Thamrin ke-52 tahun 2026.
Kesiapan ajang tersebut dimatangkan dalam rapat panitia yang digelar di markas PWI Jaya, Gedung Prasada Sasana Karya, Jakarta Pusat, Selasa (31/3). Fokus pembahasan meliputi penyempurnaan kategori lomba, strategi peningkatan partisipasi, hingga penguatan kualitas penyelenggaraan.
Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar penghargaan rutin, melainkan instrumen penting untuk menjaga kualitas dan integritas pers.
“Anugerah ini menjadi ruang untuk memastikan jurnalisme tetap independen, kritis, dan berpihak pada kepentingan publik,” ujarnya.
Mengusung tema “Jurnalisme untuk Jakarta: Merawat Sejarah, Mengawal Masa Depan”, ajang ini menempatkan pers sebagai aktor penting dalam perjalanan kota. Tidak hanya mencatat peristiwa, tetapi juga menjaga ingatan kolektif sekaligus memberi arah bagi masa depan Jakarta.
Menurut Kesit, momentum lima abad Jakarta harus dimanfaatkan sebagai refleksi perjalanan kota sekaligus pendorong lahirnya karya jurnalistik yang lebih visioner.
Pada penyelenggaraan tahun ini, PWI Jaya mempertahankan tujuh kategori utama, mulai dari tajuk rencana, karya jurnalistik teks, foto, infografis, hingga produk audiovisual televisi dan radio.
Selain itu, panitia menghadirkan inovasi melalui kategori khusus bertajuk “Menyongsong 500 Tahun Jakarta” yang berfokus pada karya feature.
Ketua panitia, Arman Suparman, menyebut kategori ini sebagai bentuk kontribusi nyata pers dalam menyambut tonggak sejarah ibu kota.
“Kategori ini mendorong karya yang mengangkat sejarah, transformasi sosial, hingga tantangan perkotaan Jakarta ke depan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pers memiliki posisi strategis dalam demokrasi perkotaan, tidak hanya sebagai pengamat, tetapi juga bagian dari proses pembentukan tata kelola kota yang lebih baik.
Hingga saat ini, antusiasme peserta cukup tinggi. Panitia mencatat lebih dari 300 karya telah masuk dalam tujuh kategori utama, dengan dominasi pada kategori foto dan karya jurnalistik teks.
PWI Jaya berharap ajang ini dapat terus menjadi barometer kualitas jurnalisme nasional, sekaligus memperkuat peran pers dalam merawat sejarah dan mengawal arah pembangunan Jakarta.

































































