JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) membuka ruang pengaduan khusus bagi guru untuk menyampaikan keluhan, kritik, masukan, maupun temuan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.
Kanal tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan program sekaligus memastikan berbagai persoalan di lapangan dapat lebih cepat diketahui dan menjadi bahan evaluasi BGN.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan guru memiliki posisi penting karena berinteraksi langsung dengan siswa sekaligus menyaksikan pelaksanaan MBG di lingkungan sekolah.
Karena itu, laporan dari guru dinilai dapat memberikan gambaran faktual mengenai kondisi program, termasuk apabila ditemukan persoalan yang berkaitan dengan kualitas layanan maupun keamanan pangan.
“Kalau Bapak-Ibu Guru kemudian merasa ada yang perlu disampaikan kepada kami sebagai Badan Gizi Nasional, apakah itu keluhan, apakah itu komplain, apakah itu temuan, apa pun itu yang terkait Program Makan Bergizi Gratis, kami menyiapkan saluran khusus email kepada Badan Gizi Nasional,” ujar Sudaryono dalam Kick-off Webinar Literasi Gizi dan Keamanan Pangan bagi Guru yang disiarkan melalui kanal YouTube BGN, Rabu (12/8/2026).
Guru dapat menyampaikan laporan melalui email saluran_gurupicMBG@bgn.go.id.
Guru Jadi Mata dan Telinga di Sekolah
Sudaryono mengatakan keberadaan kanal khusus tersebut merupakan bagian dari komitmen BGN membangun tata kelola program yang lebih terbuka dan responsif terhadap masyarakat.
Menurutnya, masukan yang datang dari guru tidak semata-mata dipandang sebagai pengaduan, tetapi juga sebagai sumber informasi untuk mengetahui persoalan yang mungkin tidak segera terlihat dalam sistem pengawasan internal.
“Kami siap menerima masukan, menerima kritikan, menerima aduan atau apa pun itu yang terkait dengan Makan Bergizi Gratis. Kami berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kami, meningkatkan kualitas kami, dan meningkatkan keterbukaan partisipasi masyarakat dalam Program Makan Bergizi Gratis ini,” tegasnya.
Setiap laporan yang masuk akan menjadi perhatian BGN dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan. Informasi tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk memperbaiki pelaksanaan program secara bertahap.
Langkah ini sekaligus menempatkan guru sebagai bagian dari mekanisme pengawasan publik terhadap MBG. Sebab, guru berada di titik paling dekat dengan penerima manfaat dan dapat mengetahui secara langsung bagaimana makanan diterima dan dikonsumsi siswa.
Keamanan Pangan Jadi Perhatian
Selain kualitas layanan, keterlibatan guru juga diarahkan untuk memperkuat pengawasan terhadap keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG.
Guru diharapkan tidak ragu menyampaikan informasi apabila menemukan kondisi yang dianggap tidak sesuai dengan standar. Dengan laporan yang lebih cepat, pemerintah memiliki peluang lebih besar untuk melakukan pemeriksaan dan mengambil langkah perbaikan.
BGN juga mendorong agar komunikasi antara sekolah dan pengelola program tidak berhenti pada pelaksanaan teknis pembagian makanan. Pengawasan bersama diperlukan agar program yang menyasar jutaan penerima manfaat tersebut dapat berjalan secara aman, tertib, dan sesuai standar.
Pembukaan kanal khusus guru menjadi langkah penting dalam membangun sistem MBG yang lebih transparan. Kritik dan temuan dari sekolah diharapkan tidak dianggap sebagai gangguan, melainkan sebagai bagian dari mekanisme koreksi agar program semakin baik.
Dengan semakin banyaknya pihak yang terlibat dalam pengawasan, BGN berharap kualitas pelaksanaan MBG dapat terus ditingkatkan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap program tersebut.
































































