Kairo – Umat Islam di muka bumi sebentar lagi bakal menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Selama ini bulan penuh berkah dan ampunan selalu diwarnai dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti salat tarawih, buka puasa bersama, tadarus, dan lain-lain, yang semua kegiatan itu banyak melibatkan kehadiran orang.
Namun di Ramadhan 1441 Hijriyah tahun ini, sepertinya pertemuan-pertemuan keagamaan itu bakal hilang. Pasalnya, virus Corona atau COVID-19 masih mewabah di seluruh dunia.
Hal itulah yang mendasari pemerintah Mesir yang melarang pertemuan keagamaan selama bulan suci Ramadhan. Hal itu diumumkan oleh Kementerian Wakaf Mesir, Selasa (7/4/2020).
“Adanya rekomendasi menjaga jarak sosial selama krisis global COVID-19 dari para ahli kesehatan, Mesir akan melarang setiap pertemuan dan buka puasa bersama di masyarakat, serta kegiatan sosial keagamaan lainnya,” bunyi pernyataan tersebut.
Larangan itu juga akan mencakup Itikaf, di mana umat Islam menghabiskan 10 malam terakhir Ramadhan dengan berdiam diri di masjid untuk berdoa, menurut kementerian.
Mesir telah melaporkan lebih dari 1.300 kasus terkonfirmasi COVID-19 dengan 80 kematian lebih. Mesir merupakan rumah bagi 100 juta orang dan juga pusat universitas al-Azhar, otoritas keagamaan tertinggi Mesir sekaligus salah satu pusat pembelajaran Muslim Sunni paling terkemuka di dunia.
Mesir sebelumnya telah memerintahkan penutupan masjid serta gereja dan menyiarkan lantunan doa melalui pengeras suara.

































































