Jakarta – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengimbau umat Islam di Indonesia untuk menggelar Salat Id di rumah. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, momen Idul Fitri tahun ini memang diwarnai dengan pandemi virus corona yang membuat masyarakat disarankan untuk tidak berkerumun.
“Pemerintah meminta supaya masyarakat dalam melalukan (Salat) Idul Fitri dilakukan di rumah, tidak di masjid, atau di lapangan terbuka karena situasi negara masih menghadapi bahaya COVID-19,” kata Ma’ruf saat menyampaikan tausiah akhir Ramadan di rumah dinas Wapres, Jakarta, Kamis (21/5).
“Oleh karena itu, masih perlu mencegah berkumpulnya massa yang banyak untuk mencegah penularan COVID-19,” imbuhnya.
Ma’ruf menegaskan, dalam Islam diajarkan agar seluruh umatnya membangun kebaikan dan menghilangkan kemudaratan. Sehingga, menurutnya, menggelar Salat Id di rumah adalah langkah yang tepat untuk mengimplementasikan ajaran tersebut di tengah wabah.
“Di dalam melaksanakan ajaran agama kita senantiasa menyesuaikan dengan keadaan dan tahun ini, hari raya kita masih dalam suasana kedaruratan itu, kebahayaan itu. Tahun ini kita masih dalam suasana mudarat, tahun kebahayaan,” tuturnya.
Ia bahkan menegaskan, jika masih ada masyarakat yang nekat menggelar Salat Id di ruang terbuka, maka hal tersebut bertentangan dengan prinsip ajaran agama Islam. Selain itu, hal tersebut juga melanggar imbauan ulil amri atau pemimpin yang bertujuan untuk kemaslahatan umat.
“Andai kata kita memaksakan untuk mengadakan di masjid atau di lapangan, kemudian terjadi penularan-penularan itu berarti tidak sesuai dengan prinsip ajaran agama yang seharusnya memperkecil bahaya, tapi justru memperbesar yaitu memperbesar bahaya itu,” pungkasnya.
Imbauan untuk Salat Id di rumah juga sudah dikeluarkan oleh MUI dan sejumlah ulama. Bahkan, MUI Jawa Barat juga meminta warga yang berada di zona biru virus corona untuk tetap Salat Id di rumah sebagai bentuk kewaspadaan.(FER)

































































