Jakarta – Sebuah laga amal yang mempertemukan ‘King of The King’ sepakbola Indonesia dari zaman ke zaman akan dihelat di Lapangan Sepak bola TNI AU, Pancoran, atau lebih dikenal sebagai Lapangan Aldiron, Sabtu, 11 Juli 2020 pukul 15.30 WIB. Laga itu bertitel ‘Football is Back’ yang digagas dua wartawan sepakbola senior, Erwiyantoro dan Yon Moeis.
Laga ‘charity’ itu akan dihadiri tidak kurang dari 100 mantan pemain nasional dari era 1970-an sampai sekarang. Di posisi pemain depan, striker legendaris Widodo C. Putro yang melejit dengan tendangan salto atau bicycle kick di Piala Asia 1996 akan hadir juga Bambang Pamungkas, Bambang Nurdiansyah,
Di lini tengah, ada gelandang elegan Herry Kiswanto dan mantan kapten Fakhri Husaini. Sedang kiper Ronny Paslah, Yudo Hadianto, dan Poerwono. Mereka akan bertanding dengan mantan-mantan tim Primavera Indonesia seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Bima Sakti, Indriyanto Nugroho sampai angkatan 2000 seperti Ilham Jayakusuma dan Firman Utina.
Dana yang terkumpul sepenuhnya dari donatur yang akan diserahkan kepada mantan pemain timnas yang membutuhkan.
Dari generasi Primavera sudah pasti ada Bima Sakti, Indriyanto Nugroho sampai angkatan 2000 seperti Ilham Jayakusuma dan Firman Utina. Mereka berkumpul dalam sebuah laga amal yang mempertemukan antargenerasi timnas.
Penggagas ‘Football is Back’ Erwiyantoro mengatakan, timnas pernah disegani dan merupakan yang terbaik adalah timnas kualifikasi Olimpiade 1975, kualifikasi Piala Dunia 1985 yang nyaris lolos ke Piala Dunia 1986 bila tidak disingkirkan Korea Selatan di laga terakhir. Selain itu ada tim SEA Games 1987 dan 1991 di era kepemimpinan Ketua Umum PSSI yang tidak kalah legendaris, Kardono.
“Timnas tersebut tidak hanya meraih prestasi bagus tetapi juga diperkuat pemain bertalenta istimewa. Para mantan pemain yang tentu masih sehat bakal hadir di laga amal ini,” kata Erwiyantoro di Jakarta, Kamis (9/2020).
Menurutnya, laga amal ini tidak bisa digelar di stadion sehingga Lapangan Aldiron menjadi pilihan. Hal itu terjadi karena saat ini masih terjadi pandemi Covid-19, sehingga laga ini pun juga akan mematuhi protokol kesehatan.
“Pertandingan tidak bisa digelar di stadion dan harus mematuhi protokol kesehatan. Jadi kami tidak mendatangkan penonton dan hanya undangan saya yang bisa hadir,” ujarnya lagi.
Sementara itu, Yon Moeis, menuturkan bila Football is Back tidak hanya menggelar laga amal tetapi juga digelar temu kangen dan diskusi sepak bola. Sedangkan semua dana yang terkumpul sepenuhnya digunakan untuk membantu para mantan pemain timnas yang menderita sakit Junaidi Abdillah, Slamet Pramono, Hary Muryanto (pemain timnas 70-an) dan Safrudin Fabanyo (timnas 80-an). Di antara mereka, Slamet Pramono yang menderita stroke, sudah lebih dulu menghadap Yang Maha Kuasa pada Sabtu 4 Juli 2020.
“Dana yang terkumpul sepenuhnya dari donatur yang akan diserahkan kepada mantan pemain timnas yang membutuhkan,” kata Yon Moeis.
Menurut Yon Moeis laga amal akan menampilkan dua tim, Garuda Indonesia dan Primavera-Baretti Indonesia. Tim Garuda Indonesia ditangani Bambang Nurdiansyah. Sedangkan tim Primavera-Baretti diarsiteki Rachmad Darmawan. Pertandingan digelar 30 menit kali 3 istirahat dengan jeda 5 sampai 7 menit. Dengan 3 pertandingan masing-masing 30 menit, semua mantan pemain yang diundang bisa turut bermain.
Tim laga amal Football is Back
Tim Garuda Indonesia
Pelatih: Bambang Nurdiansyah
Ofisial: Risdianto, Marsely Tambayong, Berti Tutuarima, David Sulaksmono
Pemain: Herman Syah, Patar Tambunan, Didik Dharmadi, Ferrel Hattu, Herry Kiswanto, Fakhri Husaini, Rully Nere, Bambang Pamungkas, Ricky Yacobi, Rochi Melkiano Edfen Putiray, Hadi Ismanto, Benny VB, Tias Tano Taufik, Jaya Hartono, Nur’Alim, Marzuki Nyakmad, Louis Mahodin, Ashary Rangkuty, Nil Maizar, Widodo C Putra, Peri Sandria, Adityo Darmadi, Nasir Salassa, Daniel Siley, David Sulaksmono, Kamarudin Betay, Dede Sulaiman, Mahruzar Nasution, Hasan Tuharea, Maman Suryaman
Tim Primavera-Baretti
Pelatih: Rahmad Darmawan
Ofisial: Danurwindo, Mundari Karya, Zuhli Imran Putra
Pemain: Yeyen Tumena, Imran Nahumaruri, Tommy Haryanto, Charis Yulianto, Andrian Mardiansyah, Indriyanto Nugroho, Bima Sakti, Wiganda Saputra, Irwan, Kurniawan DY, Frido Yuwanto, Soepriyono, Nova Arianto, Andi Iswantoro, Eli Aiboy, Alex Pulalo, Francis Wewengkang, Firman Utina, Firmansyah, Ponaryo Astaman, Markus Horison, Ilham Romadhona, Rahmad Afandi, Ilham Jaya Kusuma.
Para legenda dan tokoh
Junaidi Abdilah, Harry Muryanto, Safruddin Fabanyo, Ronny Paslah, Yudo Hadiyanto, Oyong Liza, Anjas Asmara, Sutan Harhara, Robby Binur, Wahyu Hidayat, Suaeb Rizal, Simson Rumahpasal, Yohanes Auri, Poerwono, Budi Riva, Jhony Fahamsyah, Aun Harharah, Kris Wakano, Burhanuddin, Warta Kusuma, Elly Idris, Noah Merien, Tony Tanamal, Agil Alhabsyi, Sudana Sukri, Jessie Mustamu, Benyamin Leo Betti, Robby Darwis, Ajat Sudrajat, Yusuf Bactiar, Entjas Tonif, Yudi Guntara, Najib Latandang, Wahyu Tanoto, Antonis Cahyono, Airlangga Soetjipto, Martali Suaeb, Hindaryo, Sujono Saleh, Bonggo Tambunan, Alexander Saununu, Bob Hippy, Febi Bobihoe, Bambang Sutjipto, Brigadir Jenderal Polisi Uden Kusuma, Ronny Tanuwijaya, Dokter Syarief Alwi, Dokter Hendra, Asrizal, Eddi Hartono, Benny Erwin, Dr. Zulkarnaen, Bisma Soetjipto.

































































