Jakarta – Setelah sempat menimbulkan polemik, perpindahan striker muda Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri dari Barito Putera ke FC Utrecht Belanda, menemui titik terang. Barito Putera akhirnya merestui kepergian Bagus Kahfi.
Keputusan ini didapat setelah Bagus Kahfi dan pihak Barito Putera melakukan pertemuan pada Selasa (1/12/2020). Dalam pertemuan tersebut Bagus Kahfi meminta maaf kepada Barito Putera, suporter dan masyarakat Kalimantan Selatan.
Permintaan maaf ini terkait kekecewaan Bagus Kahfi beberapa waktu lalu karena Barito Putera seolah tak ingin melepasnya ke FC Utrecht. Klub disebut menahan Bagus untuk tidak pergi ke FC Utrecht, karena tawaran yang diberikan tanpa adanya uang transfer.
Di sisi lain sang pemain masih menyisakan satu tahun kontrak bersama Barito, inilah yang sempat menjadi polemik dan perbincangan hangat.
Dalam pertemuan antara Bagus dan pihak Barito ternyata juga hadir sosok Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Melalui salah satu unggahan pada akun Instagram resmi PSSI juga disebutkan jika Barito Putera mendukung penuh karier Bagus di Eropa.
Sebelumnya, CEO CEO Barito Putera Hasnuryadi mengatakan belum ada komunikasi antara Bagus dengan Utrecht. Meski pernah ada pembicaraan sebelumnnya antara Barito Putera, PSSI dan pihak Garuda Select yang membahas soal masa depan Bagus.
Pada prinsipnya, Hasnuryadi mengungkapkan, Barito Putera sangat setuju bahwa Bagus bisa main di luar negeri dan bisa mengharumkan nama sepak bola Indonesia. Akan tetapi, sebagai sebuah organisasi ada permintaan dari Barito Putera terkait Bagus.
“Pertama, kalau nanti Bagus bisa main di luar negeri, nanti pada saat dia tidak main di Eropa lagi dia kembali ke Barito Putera. Itu permintaan kami yang pertama.”
“Kedua, soal kompensasi. Itulah yang menjadi pembicaraan waktu itu karena masih terikat kontrak maka mereka menghubungi kami memohon-mohon untuk bisa mengeluarkan surat keluar karena surat ini sangat ditunggu oleh Ultrecht waktu itu,” ucap Hasnur.
Sebelumnya, ramai beredar bahwa Bagus Kahfi tengah menjalani latihan bersama Jong Utrecht, atau tim usia muda FC Utrecht beberapa waktu lalu. Kemudian hal itu langsung dikaitkan dengan rencana Bagus, striker asal Magelang berusia 18 tahun itu yang ingin berkarier di luar negeri.
Bagus saat ini masih berada di Eropa menjalani proses pemulihan cedera pergelangan kaki saat berlatih bersama Garuda Select awal tahun lalu. Ia sempat dua kali naik meja operasi dan melewat masa pemulihan selama empat bulan terakhir di Eropa.
“Pembicaraan yang benar itu klub dengan klub. Tapi pada prinsipnya, kami menyetujui asal dua persyataratan itu dipenuhi,” tegas Hasnur.

































































