Bandung – Saat semua orang berupaya untuk pulih dari pandemi Covid-19 dan bangkit dari sejumlah kejadian bencana alam, masyarakat Jawa Barat diterpa aksi terorisme yang terjadi di Markas Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, beberapa hari lalu.
Anggota DPRD Jawa Barat, Hj. Tina Wiryawati., S.H., mengatakan kejadian aksi terorisme di tengah maayarakat yang sedang berbenah ini sangat disesalkan. Ia pun mengecam aksi kekerasan yang menyebabkan korban jiwa dan luka tersebut.
“Saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, salah seorang anggota Polsek Astana Anyar. Dan turut prihatin kepada para anggota kepolisian dan warga yang mengalami luka, baik parah maupun ringan, akibat ulah pelaku,” kata Tina di Bandung, Minggu (11/12).
Anggota Komisi I DPRD Jabar ini mengatakan ia mengutuk pelaku atas tindakannya yang mengakibatkan kematian anggota kepolisian maupun korban luka.
Ia mengatakan kini masyarakat seyogyanya harus saling mengawasi atau memantau lingkungan sekelilingnya.
“Awasi, kalau ada paham-paham atau ajaran yang sekiranya ada menjurus kepada hal-hal radikal atau terorisme melalui kegiatan-kegiatan yang mungkin mencurigakan di sekitar tempat tinggal kita,” ujar Tina.
Anggota Fraksi Gerindra ini mengatakan pemerintah sudah berupaya untuk melakukan tindakan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat terkait aktifitas yang menjurus pada radikalisme maupun terorisme.
“Ini sudah dilakukan melalui kesbangpol namun kegiatan-kegiatan tersebut perlu ditingkatkan lagi dan dilakukan kepada kelompok-kelompok yang dipandang rentan terhadap paham tersebut,” ujarnya.
Ia mengatakan semua pihak harus lebih waspada terhadap aksi terorisme maupun ajaran-ajaran menyimpang yang menjurus pada radikalisme dan terorisme.

































































